The Fortune of Unknow - 2

272 34 6
                                    

Sudah hampir jam 7 malam. Asap mengepul dari rumah atas. Lampu-lampu cerah telah menyala. Seperi beberapa malam sebelumnya saat hampir tiba makan malam. Suasana selalu ramai dengan gelak tawa tipis yang menghias malam.

Seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Hari ini, adalah giliran pengambilan video memasak Jungkookie, Seokjin dan Suga untuk makan malam. Dua orang ahli masak dalam sehari. Makanan sore ini pasti akan menjadi yang terbaik.

Jungkookie duduk di batu kecil di depan teras rumah atas. Matanya menatap kosong ke arah keran air yang menyala membasahi sayuran yang barusan dipetiknya dari samping rumah. Anak itu menunggu sampai entah berapa lama air itu sudah meluap. Ia masih tak bisa menghindari pikirannya soal video yang barusan dilihatnya di komputer Sutradara Im, sementara Taehyungie tak kunjung datang kesini.

"ribbit! ribbbit!" Suara katak mengejutkannya disusul dengan lompatan tiba-tiba binatang itu di dekatnya.

"Ah! Shh-" Jungkookie hampir mengumpat, lalu menyadari keran air dalam wadah sayurnya sudah penuh, "dasar katak kecil!" keluhnya sekali lagi. Dengan hati yang masih gusar, Ia menggosok sayuran itu dengan kasar, mencucinya hingga bersih sampai sayuran itu patah-patah karena kemarahannya.

"Kau sudah mandi?" tiba-tiba sebuah suara mengejutkannya, suara yang sangat Ia kenal dan membuatnya kesal saat ini. Taehyungie.

Jungkookie tak berbalik, Ia bahkan tak menjawab sapaan kekasihnya.

"Jungkook-ah!" Suara lain mendekat ke arahnya, diikuti suara derap langkah kaki antusias milik Jimin yang sangat khas.

Beberapa saat kemudian, Jungkookie hanya bisa menghela nafas. Ia berusaha menahan rasa kesalnya dan menutupi ekspresinya. "Oh, Taehyungie hyung, Jimin hyung" ucapnya tipis, menyibukkan diri dengan wadah sayur di tangannya. Ia bangkit berdiri. Matanya bertemu pandang dengan kekasihnya.

"Kudengar Jin hyung masak samgyeopsal" lanjut Taehyungie lagi dengan tatapan tak teralih, "kau membantunya? kau bisa memasak juga?"

Jungkookie terdiam sejenak, Ia hanya tersenyum simpul tanpa mengatakan apa-apa, "oh" desahnya tipis, lalu langsung melewati Taehyungie begitu saja.

"Jungkook-ah, aku akan membantu beres-beres piring setelah ini, ya?" lanjut Jimin lagi yang perkataanya tak digubris oleh Jungkookie. Ia lalu kembali pada Taehyungie, "Taehyung-ah, aku akan masuk membantu Jin-hyung"

Taehyungie hanya mengangguk tak menjawab. Ia merasa ada sesuatu yang salah dengan Jungkookie, atau mungkin anak kelinci itu hanya lelah. Walaupun sedikit atau sering mengabaikannya, tapi cara Jungkookie mengabaikan seharusnya bukan seperti itu. Segera setelah Ia sadar, Taehyungie lalu segera menyusul kekasihnya masuk ke dalam rumah atas.

Di rumah atas, hanya ada mereka bertiga, dan sekarang Jimin yang masih berdiri membawa beberapa bahan tambahan untuk diberikan pada Seokjinnie dan Suga, sementara anak kelinci itu, membelakanginya, memotong sayur yang barusan dicucinya.

Sejenak, saat Ia hendak melangkah, Ia terhenti.

"Taehyung-sshi" panggil seorang staff kameramen memanggilnya lembut, "Ini bukan saat syuting anda, harap jangan membantu" lanjut staff itu lagi.

Taehyungie berdecih. Ia sampai bertolak pinggang mendengar larangan itu lagi. Padahal disaat itu bukan hanya ada dia dan Jungkookie, ada 5 orang disana.

"Hyung-nim, aku hanya-, aku tak akan-" kalimatnya terputus, Ia mendesah kesal, "Aku cuma mau lewat"

"Taehyung-ah, kalau kau menganggur, panggil Hobi dan Namjoon hyungmu datang kesini" pekik Seokjinnie dari seberangnya. 

Taehyungie tak punya banyak pilihan saat kamera masih menyorot, Ia terdiam sejenak lalu mengiyakan perintah Seokjinnie. "Ne, Hyung" jawabnya. Ia lalu berbalik pergi ke rumah utama sekali lagi.

My YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang