"Apa yang kau lakukan disini?" suara Suga serak dan lemah, lebih lemah dari hari sebelumnya sejak terakhir Jimin disini, bibirnya pucat dan kering, alat pencegah dislokasi telah terpasang di tubuh bagian atas dan bahunya, membuat bagian tulang bahunya yang patah tak bisa bergerak.
Orang yang duduk disampingnya adalah Jimin, tangan kecilnya hanya bisa sampai di batas matras dekat dengan lengan tangan Suga hyungnya, Jimin menjawab, "bagaimana itu bisa terjadi, bukankah beberapa hari yang lalu kau sudah mulai membaik?"
Suga terkekeh tak menjawab
"Yoongi hyung" panggilnya setengah kesal mendengar kekehan Suga hyungnya yang meledek
Suga menjawab, "aku membuat lagu baru"
Jimin mengangguk mengerti, "yah benar, kau pasti berkerja, membuat musik lagi, itu sebabnya bahumu membengkak"
"..."
"apa kau begitu menyukainya?"
Suga tak menjawab, Ia membuang wajahnya tak ingin mendengarkan omelan Jimin
"Jangan pura-pura tak mendengarku"
Suga masih tak menjawab, kedua matanya terpejam seolah tertidur
"tidak bisakah kau membuatku berhenti merasa bersalah, Suga hyung?" tanya Jimin lirih. Pertanyaan itu sesegera membangunkan si kucing putih dari tidur pura-puranya
Jimin melanjutkan kalimatnya, "setiap hari aku memikirkanmu"
"..."
"aku tidak bercanda" lanjutnya, "karenaku kau jadi begini, kau tidak bisa membuat musik yang sangat kau sukai, kau bahkan tak bisa banyak bergerak, maaf"
"aniyo"
"Suga hyung, apa yang harus kulakukan untuk membayarmu?" tanya Jimin lagi dengan nada hampir putus asa, "apa seharusnya kau tak ada disana agar tak mengalami hal ini?"
Suga berkerut kesal, "Jangan berkata begitu" jawabnya lembut setengah khawatir, "bahuku membengkak dan kejadian hari itu tidak ada hubungannya"
"Tentu saja ada hubungannya. Jika saja.. mungkin jika saja aku-"
"Jimin-ah, berhentilah mengatakan itu" potong Suga mengeras
"..." Jimin tak menjawab
"..."
"Mianhaeyo" desah Jimin putus asa
"Maaf" jawab Suga lirih setelah diam beberapa saat, "jika saja aku mendengarkan Manager-nim atau dokterku, atau mendengarkanmu untuk beristirahat dengan baik.. ini tidak akan lebih parah"
Jimin tersenyum getir, Ia terkekeh, "kau membuatku merasa semakin buruk"
"apa yang harus kukatakan?"
Jimin terdiam lama, Ia tertunduk tak bisa menatap mata Suga hyungnya, jari-jari kecilnya menarik topi bucketnya menutupi matanya yang berkaca-kaca, tentu saja Ia sedih, Suga hyung telah terluka karena menyelamatkannya dari bajingan latin itu dan malah bertambah parah karena bekerja.
"Mianhaeyo" gumamnya pelan
Suga belum menjawab, tangan kanannya terangkat mencoba mengelus rambut Jimin yang duduk disampingnya, wajahnya begitu dekat sampai Ia tak tahan untuk menyentuh pipi Jimin juga
"Gwenchanayo" jawab Suga lembut
Jimin tak menjawab, Ia menyeka matanya yang berkaca-kaca lalu kembali menoleh pada Suga hyungnya. Pipi kucing putih itu merona merah dan membeku saat Jimin tiba-tiba menoleh dan menatapnya, tangannya dingin dan membeku, lalu segera menarik diri dari pipi Jiminie. Tak bisa mengalihkan pandangannya tiba-tiba, Suga berkedip membeku dalam tatapan itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
My You
RomansaKeputusan apa yang akan diambil Taehyung dan Jungkookie setelah mengalami badai besar pada 2017-2018? Mengingat banyak hal telah menentang cinta mereka, Taehyung tak bisa membiarkan orang-orang membenci dirinya dan Jungkookie, maka berpisah adalah k...