Suga bangun paling pagi di antara semua member, Ia bahkan sudah bersiap dengan tas slempangnya di bahu, Ia berjalan ke dapur di lantai 1 untuk membuat segelas kopi americano sebelum berangkat ke kantor.
Ia tahu ini adalah hari liburnya, tapi apa yang akan dia lakukan? dia tidak punya sesuatu untuk dilakukan ketika bersantai, inspirasi musiknya tidak bisa menghalanginya.
Ia hanya akan tetap tinggal di studionya sambil terus membuat musik dan beristirahat.
Suga mengambil 12 gram biji kopi dari toples kaca jernih berbentuk kotak memanjang lalu memasukannya ke sebuah corong grinder untuk digiling hingga halus.
Tiba-tiba dari tangga di dekat dapur, sesorang berjalan turun, langkahnya besar dan cepat, orang it turun dari lantai 2 dan ingin menuju ke dapur.
"Suga hyung" panggil orang itu yang sudah berdiri di depan Suga hyungnya yang masih menggiling biji kopi di mesin giling.
Suga menoleh, "hm" desahnya berat
"Kenapa kau bangun pagi sekali?" tanyanya
Suga menjawab, "aku mau ke studio"
"Kau tidak menikmati liburanmu?" tanya orang itu
Suga tidak bereaksi sampai grinder kopinya selesai, "itu juga sudah liburan bagiku" jawabnya singkat, Suga lalu mengangakat wajahnya dan bertanya, "kau mau kopi juga, Jungkook-ah?"
Jungkook mengangguk, "ya, dengan susu" jawabnya
Suga tak bereaksi, Ia hanya menuang beberapa gram biji kopi dari toples kopi lalu menyalakan tombol on di mesin giling itu.
perlahan biji kopi berubah menjadi serbuk kopi yang halus dengan partikel yang sama. Butiran itu mengeluarkan aroma wangi kopi yang khas dari asia tenggara.
"Suga hyung?" panggil Jungkookie pada hyung yang ada di depannya
Suga mendesah, "hm?" katanya, dahinya berkerut menunggu apa yang ingin di katakan oleh Jungkookie.
Jungkookie mengambil jeda beberapa saat hingga akhirnya Ia mulai menjawab Suga hyungnya, "Aku juga mau ke HYBE hari ini"
Suga, "wae?" tanyanya penasaran apa yang ingin dilakukan Jungkookie di HYBE
Jungkookie, "aku ingin menulis lagu"
Suga tersenyum, "bagus"
Jungkookie membalas senyum Suga hyungnya sembari berjalan membawa sekotak susu di tangannya, "apa kopi ku sudah jadi?"
Suga menekan tombol di mesin kopi itu dan menunggu, "hampir"
Beberapa saat kemudian ekstrak kopi sudah tertampung di cup kertas berwarna cokelat muda polos, Suga lalu mengangkat cup kopi itu dengan tangan kanannya lalu memberikan ke Jungkookie
Jungkook, "terimakasih, Hyung" kata Jungkookie menerima cup kopi itu lalu menuang susu kotak memenuhi cup kopi panas, "hyung kita bisa pergi bersama"
Suga mengangguk, "ya" jawabnya.
Jungkook duduk di kursi meja makan sambil menyeruput kopi yang barusan dibuat Suga hyung untuknya. Mata bulatnya menatap layar ponsel di tangan kanannya, entah apa yang dilihatnya.
Suga mendekat, Ia juga duduk di kursi meja makan berseberangan dengan Jungkookie, tangannya membawa semangkuk nasi dan dan daging yang sudah dimasaknya, "Aku memasak banyak daging, makanlah sebelum pergi" kata Suga tak berbasa-basi.
Jungkookie menoleh, "ya, sebentar hyung" jawabnya
Wajah Suga keheranan melihat kelinci kecil itu hanya menoleh sebentar lalu menatap ponselnya, Ia membeku beberapa saat sampai bibirnya menganga kecil. Ia duduk.
Suga menoleh, "wae? mwo?" tanyanya datar bahkan sebelum nasih sempat masuk ke mulutnya
Seketika Jungkookie mematikan ponsel di genggamannya, tidak ingin ditanyai lebih banyak. Ia menggeleng sambil memasukkan ponsel ke dalam sakunya, "ani" jawabnya, "gomawo hyung" lanjutnya.
Jungkookie mengambil sendok di sampingnya dan mulai mengambi satu suapan nasi yang dicampur daging sapi, bersiap untuk memasukkannya ke mulutnya, "hm" gumamnya, "ini enak" katanya
Suga tak menjawab Ia melanjutkan makannya sendiri.
Mereka kembali terdiam
Suga, "kudengar kau bertengkar dengan Taehyungie semalam" kata Suga tiba-tiba mengejutkan Jungkookie. Pertanyaan itu membuat Jungkookie melambat. Ia meletakkan mangkuk nasi yang sebelumnya diangkatnya saat makan.
"hm" jawabnya sambil menelan nasi dan daging yang sudah dikunyahnya
Suga, "ada apa?"
Jungkookie, "Itu hanya hal kecil, Suga hyung, mari jangan bahas itu sekarang" kata Jungkookie berusaha memblokir pertanyaan Suga hyungnya.
Suga menyeringai, "Apa kalian sudah berbaikan?"
Jungkookie, "Kami berbicara di ruang game semalam, dia meminta maaf, aku sudah memaafkannya"
Suga, "mn.."
Jungkookie, "Suga hyung, apakah hadiah liburan seminggu ini boleh digunakan untuk pergi ke luar negeri?"
Suga berkerut, "kau mau pergi kemana?"
Jungkookie, "aku ingin ngobrol-ngobrol dengan temanku di luar negeri tentang musik"
Suga terkekeh kecil, "Carlie puth? Jack Harlow? Tory Kelly? atau Christian Yu?"
Jungkookie tertawa kecil, "Christian Yu?"
Suga, "dia di Seoul, kenapa harus ke luar negeri?"
Jungkookie menghela nafas, "sejujurnya dia akan pergi ke Australia lusa, karena aku dan dia sudah berteman lama, aku ingin ikut, sekaligus mempelajari jenis musiknya"
Suga terkekeh lagi, "kau ingin mempelajari musik, atau ingin kabur dari sini?"
Jungkookie, "hyung.."
Suga, "Jungkook-ah, hindari melakukan hal berbahaya"
Jungkookie, "Suga hyung"
Suga, "Itu kenapa kau ingin pergi ke HYBE hari ini, apa kau ingin merayu Si hyuk?"
Jungkookie berdecih, Ia tertawa tipis, "PD-nim tidak akan tidak mengabulkan permintaan kita kan?"
Suga tak menjawab
Jungkookie, "Aku akan mendapatkan izin itu, lalu berbicara pada Namjoonie hyung"
Suga, "hh"
Jungkookie juga tidak yakin dengan suasana hatinya hari ini, rasa senang yang awalnya muncul karena ingin pergi bersama Ian ke Australia kini menjadi hampa, Ia tidak lagi begitu ingin.
Tapi pergi beberapa saat untuk menghindari seseorang juga bukan ide buruk kan?
Wajah Jungkookie berubah murung, hatinya kelabu karena kejadian semalam. Ia sama sekali tidak mempersiapkan apa-apa saat Ia berkata begitu pada Taehyungie semalam"
Jungkookie menghela nafas, "Hyung, aku pergi ke garasi dulu"
Suga, "hm"
-
Sementara itu, Taehyungie masih terbaring di kamarnya. Hanya Jimin yang mengetahui bahwa kedua mata sahabatnya ini basah dan sembab karena kalimat yang diucapkan Jungkookie padanya semalam
Taehyungie merasa kebingungan, perasaanya runtuh, Ia tidak tahu apa yang harus dia katakan pada Jungkookie atau apa yang harus dia lakukan. Dia harus tetap kuat dan bertahan lalu menyusun kalimat untuk Jungkookie.
Nafasnya masih saja sesak, Ia tidak bisa tidur dan kepalanya sakit. Taehyung benar-benar hancur di hari libur hadiah ini.
Bagaimanapun, dia adalah yang bersalah, luka-luka yang dipendamnya selama ini sudah menyakiti orang-orang di sekitarnya termasuk Jungkookie.
-
KAMU SEDANG MEMBACA
My You
RomanceKeputusan apa yang akan diambil Taehyung dan Jungkookie setelah mengalami badai besar pada 2017-2018? Mengingat banyak hal telah menentang cinta mereka, Taehyung tak bisa membiarkan orang-orang membenci dirinya dan Jungkookie, maka berpisah adalah k...
