Healing

239 24 4
                                    

Malam tampak tenang, bintang-bintang bersinar tipis di balik awan. Lampu taman bersinar cerah redup bewarna kuning dengan kunang-kunang bertebaran. Sementara angin malam berdesir melewati danau Ilsan dan tepiannya. Jungkookie duduk bersama Taehyung.

Meskipun tampak santai, tapi sebenarnya sama sekali tidak, Taehyungie masih menyimpan luka hatinya, Ia masih memikirkan semua isi dokumen yang Ia baca, sampai sekarang Ia belum tahu apa yang harus dia lakukan atau setidaknya apa yang harus Ia katakan pada dirinya sendiri. Taehyungie menoleh melihat anak kelinci kecil yang duduk disampingnya dengan mata bulat itu masih setia. 

Sementara Jungkookie duduk dengan melipat satu kakinya ke atas, baggy jeans dan kaos panjang dengan jaket tebal membuat tubuhnya hampir tenggelam seperti anak kecil, ditambah dengan topi beannie yang membuat wajahnya hampir tak terlihat lagi. Ia menggigit es krim rasa jagung dengan kedua giginya, kedua tangannya sibuk mengaduk isi tas plastik berisi snack dan belanjaan yang baru mereka beli di minimarket terdekat, entah apa yang Ia cari.

"Ah ini dia" kata Jungkookie langsung menarik barang yang Ia maksud, sekotak susu rasa pisang favoritnya. Ia lalu menoleh pada Taehyungie, "Hyung, kau mau?" tanyanya

Taehyungie menghela nafas dan tersenyum tipis lalu menerima susu rasa pisang yang disodorkan Jungkookie padanya, "hm"

"Minumlah, rasanya enak"

"Aku baru minum sekotak tadi"

"Minum lagi"

Taehyungie tak menjawab.

Suasana mereka agak hening hari ini, Jungkookie yang barusan merobek bungkus es krim dan menjilatnya  juga tak mulai bicara, matanya bulat seolah tak peduli dengan apa yang baru saja menimpa dirinya dan kekasihnya. Hatinya begitu murni dan polos, sampai Taehyungie yang hanya terus melihatnya juga berfikir mungkin itu penyebab Jungkookie dengan mudah berkata Ia juga akan keluar.

"Kau pernah pergi kesini sebelumnya?" tanya Taehyungie memulai pembicaraan, hatinya agak mencair

"Secara harfiah, belum"

"Lalu kau mengajakku kesini, entah ini tempat yang aman atau bukan"

"apa yang aman atau bukan?" tanya Jungkookie

"Orang-orang mungkin akan melihat kita, lihatlah, masih ada beberapa pasangan di sekitar sini"

Jungkookie belum menjawab, Ia mengunyah es krim rasa jagungnya dengan santai sambil menahan dingin di giginya, "lalu?"

"..."

"Taehyungie hyung" Jungkookie menoleh

"..."

"Rasanya memahami arti hidup saat ini lebih penting"

Taehyungie terkekeh tipis, "apa maksudmu?"

"Aku sudah berpikir"

"..."

"Kenapa kita tak mencoba hidup sebagai manusia normal, sekali-sekali jalan-jalan, makan, duduk seperti ini.." Jungkookie menghela nafas, menarik es krimnya, kini kalimatnya terdengar agak serius, "..."

Taehyungie masih belum menjawab, Ia menunggu kalimat berikutnya

"Kenapa kita tidak mencoba hidup sedikit lebih jujur?" lanjut Jungkookie, suaranya lirih. Matanya menatap danau Ilsan lagi yang permukaanya memantulkan cahaya lampu taman dan kunang-kunang yang begitu indah, "sejujurnya aku juga lelah berpura-pura semuanya baik-baik saja, padahal tidak"

"..."

Jungkookie menjilat es krimnya lagi sambil menghela nafas, mencegah sesak di dadanya setelah mengatakan kalimat itu, "Aku tahu hidup kita penuh tekanan.. tapi kurasa, aku ingin mencoba merasakan apa artinya kebebasan, walau hanya sesaat"

My YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang