Setelah berpisah dengan PD-nim di luar dorm, Taehyungie berbalik, melangkah dengan perlahan untuk segera masuk menghindari udara yang makin dingin. Langkahnya agak menyeret akibat sisa rasa mual dan pusing yang masih Ia rasakan. Dengan hati-hati, ia membuka pintu dan masuk ke dalam. Sepatu-sepatu berjajar rapi di rak, menandakan bahwa anggota lain sudah pulang.
"Mereka sudah di rumah, tapi sepertinya sudah tidur." bisiknya pada dirinya sendiri
Ia menutup pintu dengan pelan, berusaha tidak membuat suara berlebihan. Rasa mual dan pusing masih mengganggu, namun Taehyung memaksakan diri menuju dapur untuk mengambil minum dan obat.
"Ahhh" desahnya berat sambil memegang kepalanya. Ia berdiri di tepi dinding, di depan lemari tempel P3K berwarna putih sambil mencari obat sakit kepala dan mual, satu tangannya menumpu ke dinding, tangan yang lainnya mengobrak-abrik isi lemari mencari dimana obat yang tepat untuknya, Ia tak bisa melihat jelas karena lupa menekan sakelar lampu dapur.
"Kau mencari apa?" tiba-tiba sebuah suara mengejutkannya, suara yang khas dan manis namun saat ini bernada datar membuat Taehyungie berbalik perlahan
Taehyungie terkejut, hampir menjatuhkan botol obat yang dipegangnya. Dia berbalik perlahan, mencoba menutupi rasa mual dan pusing yang masih mengganggunya.
"Oh, Jungkook-ah?" desah Taehyungie berusaha menegakkan tubuhnya agar terlihat seolah baik-baik saja. "apa kita masih punya obat sakit kepala? kepalaku agak sakit"
"Oh wajahmu pucat sekali" keluh Jungkookie langsung memeriksa dahi kekasihnya dengan punggung tangan kanan, merasakan suhu tubuh Taehyungie yang hangat memanas, "ssh" desisnya tipis, "kenapa kau tidak bilang kau sakit?"
"Aku baik-baik saja, Jungkook-ah, aku hanya butuh sedikit obat dan istirahat"
Jungkook menatap Taehyung dengan tatapan penuh perhatian. Dia melihat bagaimana Taehyung berdiri miring, tampaknya berjuang melawan rasa sakitnya. Ia menyentuh kedua bahu kekasihnya, menuntunnya untuk duduk di kursi dapur, "duduklah, biar kucari untukmu"
Jungkook melangkah lebih dekat, membuka lemari P3K, dan mulai mencari obat. Dilihatnya hanya tersisa satu butir pil dalam botol berwarna kuning, stok obat terakhir yang tersisa sebelum manager-nim mengisi kembali kotak P3K mereka, lainnya adalah obat tidur dan salep otot.
Jungkookie segera membawa sisa obat itu, menutup kembali tutup lemari dan mengambil segelas air dari dispenser yang tak jauh dari sana.
Sementara Taehyungie segera melepas ranselnya yang berat, melepas mantel tebalnya yang membuat tubuhhnya semakin panas lalu menerima gelas air yang Jungkookie berikan bersamaan dengan sebutir pil yang tersisa di dalam botol
Jungkookie duduk di depan kekasihnya dengan wajah cemas, "cepat minumlah"
Tak berpikir panjang, beruang musim dingin itu membuka botol pil dengan gemetar, perlahan menegak air dan menelan pil itu, membiarkan obat itu masuk pelan-pelan ke dalam tubuhnya
"Kau terlalu lelah, masih memaksakan untuk pergi berlatih"
"comeback kita sebentar lagi" desah Taehyungie
Jungkookie terdiam sejenak menatap mata kekasihnya dalam-dalam, perasaan yang terpendam dalam tatapan itu campur aduk, antara marah, cemas, khawatir dan sedih tiap kali Taehyungie berpura-pura kuat, seperti ada sesuatu yang selalu Ia sembunyikan.
Melihat Jungkookie yang begitu cemas, Taehyungie hanya bisa tersenyum membalas tatapan itu dengan tulus, diletakkannya gelas yang masih Ia pegang di tangan kanan itu di atas meja, lalu perlahan menyusuri jarak antara telapak tangannya dan telapak tangan Jungkookie yang sudah dekat
KAMU SEDANG MEMBACA
My You
RomanceKeputusan apa yang akan diambil Taehyung dan Jungkookie setelah mengalami badai besar pada 2017-2018? Mengingat banyak hal telah menentang cinta mereka, Taehyung tak bisa membiarkan orang-orang membenci dirinya dan Jungkookie, maka berpisah adalah k...
