Hujan Terus Turun,

171 15 8
                                    

"Jungkook-ah" panggil Taehyungie sesaat setelah tirai pintu yang memisahkan dunia luar yang gemerlap dengan belakang panggung tertutup. Ia berusaha meraih tangan kekasih yang tak jauh darinya

Jungkookie tak menjawab, Ia masih marah, berusaha menghindari Taehyung.

"Jungkook-ah!" panggil Taehyungie sekali lagi setengah menyentak dan menarik tangan Jungkookie yang berhasil Ia gapai, "Aku bisa menjelaskannya, aku bersumpah!"

"Hffh" Jungkookie menghela nafas kesal, Ia berhenti sejenak tak menolak tarikan tangan kekasihnya yang sudah memohon, tanpa berbalik Ia hanya berhenti menunggu apa yang ingin dikatakan Taehyungie padanya.

"Aku tidak bermaksud untuk mengatakan seperti itu, aku tidak bermaksud untuk-"

"untuk apa? Taehyungie hyung, aku mendengarmu dengan jelas" jawab anak itu seakan tak ingin mendengar apapun

"Kau tak harus begitu kasar padaku" desah Taehyungie, matanya tampak memohon meski Jungkookie tetap membelakanginya.

Jungkookie menggeram pelan, akhirnya melepaskan genggaman tangan Taehyung dengan halus. "Kasar?" ucapnya rendah, "Hyung, kau tahu apa yang kudengar di ruangan itu."

Taehyung menunduk, tak ada lagi alasan yang bisa disampaikan untuk meredakan amarah Jungkook. "Aku benar-benar tidak bermaksud untuk... aku hanya"

Jungkook berbalik, wajahnya kini penuh dengan kekecewaan yang tak lagi ia sembunyikan. "Hanya apa? Menganggap semuanya sepele? Kau bicara tentang kontrak itu tanpa sedikit pun memikirkan apa yang akan terjadi pada kita."

"Aku tidak menganggap itu sepele itu sebabnya aku tak memberitahumu" jawab Taehyungie hampir naik pitam karena merasa tertuduh, Ia sama sekali tak menyepelekan masalah sebesar itu, tapi kenapa Jungkookie dengan kejam mengatainya

"Benarkah?" ejek Jungkookie, "Bukankah itu sudah jelas? Kau mengakhiri kontrak dan pergi dari BTS dan HYBE, mungkin sebentar lagi kau juga akan memutuskan hubungan kita, apalagi?"

"Apa maksudmu? aku tak pernah mengatakan aku ingin putus denganmu!" Ucap Taehyungie hampir marah

Jungkookie mendesah kasar, lelah dengan semua kalimat yang keluar dari mulut kekasihnya, "Huh?!" Ia terkekeh perih setengah mengejek, "apa kau bahkan pernah mengaggapku pacar? satu kali saja?"

"Aku selalu menganggapmu kekasihku, kau adalah kekasihku, Jungkook-ah"

"Harusnya kau tidak menyembunyikan apapun! Apa kau tahu bagaimana perasaanku mengetahui kau... berniat meninggalkan grup, meninggalkanku dari hasil mendengar berdebatanmu dibalik pintu? Apa bahkan kau juga tak mengerti betapa menyakitkan perasaan itu, Taehyung-sshi?"

Taehyungie terdiam tak menjawab

"Taehyungie hyung.. kau benar-benar.. tidak.. kau tidak benar-benar menganggapku kekasihmu"

"bukan begitu"

"Kalau kau menganggapku, kau tak akan menyembunyikan apapun dariku!"

Taehyungie maju selangkah, tatapannya sendu dan lelah melihat kekasihnya yang kecewa, "Aku.." desahnya, "karena aku tak ingin melihatmu seperti ini"

"..."

"Aku tahu kau akan kecewa" lanjut Taehyungie lirih

"Huh!" Jungkookie terkekeh perih menatap Taehyungie lebih kecewa, "Sejak kapan kau menjadi pengecut?" jawab Jungkookie ketus sambil menatap tajam mata kekasihnya yang hampir putus asa.

"mwo?" desahnya

Jungkookie kembali menekan, Ia kini lebih mengintimidasi, matanya merah karena marah, tak sedikitpun menunjukkan ampunan atas kekecewaan yang diterimanya, dengan sedikit bergetar, Ia berkata, "Aku jadi berfikir.. apakah hubungan kita benar-benar layak?"

My YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang