Namjoon and Jin : 1 - Beside

336 18 7
                                    

"Hyung menyanyi dengan sangat baik" puji Namjoon pada seseorang yang masih berdiri di ruang rekaman dengan headphone yang masih terpasang di lehernya dan kertas musik yang diletakkan dia atas meja partitur tinggi

Orang yang dipuji itu tersenyum lebar, "benarkah?" katanya hampir tak percaya, tangannya berusaha mencopot headphone di lehernya dengan lembut, meletakkannya di atas microphone autotune

Namjoonie juga tersenyum dengan dimple manis di pipinya, "Sangat bagus, aku menyukainya! Kemarilah dan dengarkan, hyung" katanya menjawab

Orang di dalam studio tak menjawab, tapi senyumnya berbekas di wajah, cepat-cepat keluar dari ruangan rekaman untuk bergabung bersama Namjoon di depan komputer, "aku akan datang" katanya

Namjoonie, "Jin hyung.. kau sudah memperbaiki bagian bridge, itu sangat sempurna" kata Namjoonie lalu menekan tombol play untuk memutar rekaman suara dan musik yang sudah tersimpan, Ia melirik wajah Jin hyungnya yang amat dekat dengan pipinya. Jin hyung tersenyum, matanya menyipit dengan bibir tipis melengkung yang mempesona.

Jin hyung, "putar itu Namjoon-ah" katanya lembut

Musik mulai mengalun perlahan, dentingan piano dan gitar lembut menyatu dalam harmonisasi musik indah dengan vokal Jin hyung yang melengking unik, hingga pada akhirnya musik itu diakhiri dengan denting piano lembut.

Namjoon tersenyum lagi dengan dagu terangkut dan sorot mata bangga pada Jin hyungnya, telunjuk tangannya menumpu pipi lalu menoleh pada Jin hyungnya, "bagus kan?"

Jin hyung tersenyum senang, "ini sangat bagus! luar biasa!" katanya dengan mata berbinar senang, "wah Namjoon-ah, terimakasih banyak" katanya, Jin hyung mengelus rambut Namjoonie lembut, mengacak-acaknya karena senang lalu duduk di paha kirinya tanpa berkata apapun, seolah tak memperhatikan apapun selain rekaman dalam komputer Namjoonie.

Jin hyung tersenyum senang, "ini sangat bagus! luar biasa!" katanya dengan mata berbinar senang, "wah Namjoon-ah, terimakasih banyak" katanya, Jin hyung mengelus rambut Namjoonie lembut, mengacak-acaknya karena senang lalu duduk di paha kirinya ta...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tak bisa beralih dari tatapan Jin hyung, Namjoonie hanya terus memandang, melihat wajah hyungnya dari samping yang memutar kembali rekaman suara dan musiknya, membiarkan Jin hyung duduk di paha kirinya.

Tak ada yang dipikirkannya selain hanya terpaku melihat hyung tertuanya terlihat sangat tampan bahkan tanpa riasan sekalipun, tapi tidak.. tidak akan membuatnya jatuh cinta pada Jin hyung seperti Jungkookie yang jatuh cinta kepada Taehyung.

Namjoonie tahu, batasan apa antara dirinya dan Jin hyung yang harus dia buat. Jin hyung.. bukan seperti itu.. Jin hyung hidup dalam kekudusan.. mungkin.. tak akan ada kesempatan untuk membangun hubungan seperti Taehyung dan Jungkook. Lagipula Namjoonie tidak.. tidak akan luluh hanya karena sikap Jin hyungnya yang sangat manis padanya kan? Tidak.. itu tidak mungkin.

Ia terkekeh tipis. "Aku akan menambahkan ad lib di belakang vokal utamamu, kau ingin suaramu sendiri atau minta Jungkookie untuk menambahkannya?"

Jin hyung tak menoleh, Ia menjawab sambil terus menatap layar komputer itu di depannya, "Mana yang menurutmu lebih bagus?"

My YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang