Ada kalanya hari-hari terasa begitu membosankan karena tak ada hal yang harus dilakukan, setidaknya itulah yang terjadi ketika mereka melakukan syuting di Lake 192. Hari ini yang bangun paling pagi adalah Namjoonie. Setelah selesai mandi, Ia duduk di ayunan tepi danau sambil membawa buku bersampul cokelat berjudul Almond. Sebelum Suga hyung mengambilnya, Ia harus membaca sampai selesai, Suga hyung sudah bilang Ia akan meminjam buku itu hari ini.
Namjoonie menyeruput kopi dengan santai, Ia menatap danau yang indah dengan sisa kabut yang belum hilang. Sekilas pikirannya melayang, Ia mungkin harus hidup dengan semua yang yang dibawanya, dengan semua hal yang sudah terjadi.
Belakangan dunia sangat kacau dan sibuk, grup akan disband karena Taehyung menghentikan kontraknya yang otomatis menarik Seokjin hyung dan Jungkookie. Baginya secara profesional Ia tak begitu dirugikan karena masih bisa merilis album sendiri atau memproduseri artis lain. Tapi disband tentu saja bukan hal yang mudah Ia terima.
"Namjoon hyung" sebuah suara yang lembut tiba-tiba menyapanya, suara bariton hangat yang masih setengah serak, wangi musk yang bercampur bau bantal segera tercium saat orang itu duduk langsung duduk disamping Namjoonie.
"Oh Taehyung-ah" jawab Namjoonie. Baru saja Ia memikirkan tentang grup dan Taehyung, si pemilik kisah malah sudah sampai di sampingnya, "Kau sudah bangun? Pagi sekali?" tanya Namjoonie
Taehyungie mengangguk tipis, "hm" jawabnya, "Kau juga bangun sangat pagi, kau membaca buku lagi?"
"Oh ya" jawab Namjoon singkat
"Jimin sepertinya belum selesai membaca buku itu" kata Taehyungie tiba-tiba
"ah~" jawab Namjoon sambil mengangguk
"Hyung, buku itu tentang cinta segitiga kan?"
Namjoon terkekeh mendengar pertanyaan Taehyungie
"Wae?"
"Tidak bisa dikatakan cinta segitiga"
"Wae?"
Namjoon berdecih tipis, "itu.. kisah seseorang yang..." ucapnya mengambil jeda lama sambil memanjangkan kata paling belakang, ".. cintanya bertepuk sebelah tangan"
Mendengar ucapan Namjoon hyung, Taehyungie juga ikut terkekeh tipis, bukan karena merasa itu lucu, tapi lebih seperti Ia tak benar-benar tahu apa yang harus dirasakannya. Jimin membaca buku seperti itu, pasti ini juga berhubungan dengan perasaanya, "Ne" ucap Taehyungie tanpa mengatakan apa-apa lagi. Ia menarik tudung hoodienya dan bersandar di sandaran ayunan.
Mereka terdiam sejenak membiarkan keheningan masuk diantara mereka. Namjoon tau mungkin Taehyungie ingin mengatakan sesuatu. Ia menoleh sebentar menunggu Taehyungie memulai pembicaraan, tapi anak itu agak dingin, matanya menembus angin sampai ke seberang pulau.
Sampai beberapa saat kemudian, setelah memastikan beruang musim dingin itu seperti tak ingin mengatakannya, Namjoon mengangkat buku cokelat itu, hampir saja membuka covernya.
"Apa Namjoon hyung sudah menandatangani kontrak itu?" tanya Taehyungie tiba-tiba, Ia menoleh sedikit.
Namjoon memberi jeda, Ia memakai kacamatanya, "Ani, aku masih ingin bernegosiasi tentang beberapa hal" jawabnya, "Wae?"
"Namjoon hyung" panggil Taehyungie mulai agak serius, "Aku membuat keputusan yang tidak tepat kan?" tanyanya
Namjoon terkekeh tipis, "apa yang membuatmu berpikir seperti itu?"
Taehyungie ragu-ragu, Ia tertunduk dan membuang pandangannya dari Namjoonie, "aku.."
"Kau masih mempertimbangkan untuk lanjut?" tanya Namjoonie

KAMU SEDANG MEMBACA
My You
RomanceKeputusan apa yang akan diambil Taehyung dan Jungkookie setelah mengalami badai besar pada 2017-2018? Mengingat banyak hal telah menentang cinta mereka, Taehyung tak bisa membiarkan orang-orang membenci dirinya dan Jungkookie, maka berpisah adalah k...