Keputusan apa yang akan diambil Taehyung dan Jungkookie setelah mengalami badai besar pada 2017-2018? Mengingat banyak hal telah menentang cinta mereka, Taehyung tak bisa membiarkan orang-orang membenci dirinya dan Jungkookie, maka berpisah adalah k...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suara musik samar terdengar dari dalam mobil van di dekat rumah atas, lampu dari dalamnya menyala, menunjukkan seseorang sedang berada disana melakukan sesuatu atau hanya sekedar menikmati musiknya.
Sudah hampir seminggu Suga tidur di dalam mobil van, itu kesepakatannya setelah pembagian kamar di hari pertama. Walaupun agak sempit, tapi sebagai orang yang suka ketenangan, kesendirian ini sangat cocok untuknya. Apalagi ditambah komputer dan perangkat keras produksi musiknya. Sangat sempurna.
Suga duduk sendirian di kursi komputer yang menghadap ke jendela, sambil menyesap vodka di samping meja. Matanya fokus menatap notasi lagu di depannya, sementara jarinya bersiap merubah posisi nada jika melodi yang dihasilkan belum sesempurna bayangan si kucing putih itu.
"Suga hyung" sebuah suara memanggilnya. Suara itu membuat Suga langsung menghentikan aktivitas musiknya, memberinya jeda perlahan agar tersadar dari pengaruh alkohol. Si kucing putih itu sudah meminum banyak hingga botol-botol vodka menumpuk di meja kerjanya. Ketika suara lembut dan manis itu menyapanya, Suga langsung tau.
Itu Jimin.
"Kau sudah datang" kata Suga langsung.
Jimin mengangguk, Ia lalu duduk di kursi yang tak jauh dari Suga, tak berniat untuk ikut membuat musik malam ini, tapi hanya memenuhi panggilan Suga hyung untuk datang ke mini studionya.
"Kau masih bekerja?" tanya Jimin pertama
"Oh" jawab Suga
"Apa kau mabuk?" tanya Jimin sambil melirik keheranan pada tumpukan botol vodka yang mencuri pandangannya.
"Aku hanya minum sedikit" jawab Suga. Nada bicaranya tak berubah, masih dingin dan datar seperti biasanya. Suga adalah peminum alkohol kuat sejak awal debut. Beberapa botol vodka yang Ia minum saat ini sama sekali tak ada apa-apanya baginya kecuali sedikit.
Jimin mendesah, bersandar pada bantalan di belakangnya sambil menatap mata Pheonix Suga yang tidak menolak. Mereka bertemu pandang, saling bertatap dalam diam dengan hanya sisa nafas yang tersisa diantara mereka.
"Kau memanggilku kesini, kenapa?" tanya Jimin akhirnya yang membuat Suga kemudian berkedip
"Kau baik-baik saja?" jawab Suga, nafasnya agak sesak karena jantungnya berdebar-debar. Walaupun dalam mata Jimin tak terlihat tanda-tanda adanya sedikit perasaan, tapi itu cukup untuk membuat seluruh dunianya teredam.
"Apa maksudmu? Tentu saja aku baik-baik saja" jawab Jimin dengan dahi agak berkerut
Suga terdiam sejenak. Jimin benar, pertanyaan itu akan terdengar aneh dan tiba-tiba. Jimin mungkin akan menganggapnya orang aneh. Suga tersenyum kecut. Ia memeras otaknya, mencoba berpikir bagaimana caranya membuat pertanyaan itu menjadi lebih normal.
Suga mengingat satu malam sebelumnya. Setelah Ia kembali dari rumah utama dan berniat tidur lebih awal, tak sengaja mendapati Taehyung dan Jimin yang bicara di kamar mereka.