Jalan Keluar

260 23 9
                                        

"Langsung saja, Tuan Bang" ucap pengacara Choi yang sudah siap memasang badan di depan Taehyungie, sambil menyodorkan surat kontrak dan beberapa dokumen lainnya, "kami ingin anda mengubah seluruh kontrak Tuan Kim Taehyung menjadi lebih manusiawi"

Hitman Bang tak bereaksi sejenak lalu tiba-tiba tertawa sinis mengalihkan tatapannya pada Taehyungie yang duduk disisi pengacara Choi, "jadi ini balasanmu setelah aku menutup dosa-dosamu, Taehyung-sshi?" ucapnya.

"Tuan Bang, silahkan anda bicara pada saya" ucap pengacara Choi.

"Ini masalah pribadi antara aku dan cecunguk ini" ucap Hitman Bang sambil menunjuk wajah Taehyungie dengan amarah yang hampir meledak.

"Anda tidak pantas menyebut klien kami-"

"Minta maaflah padaku, PD-nim" ucap Taehyungie akhirnya, "Kau sudah melakukan hal-hal keji padaku, minta maaflah karena kau sudah mengorbankan diriku untuk penggelapan uang itu, minta maaflah karena karena kau membuatku sudah hampir dilecehkan dan mati"

Hitman Bang terkekeh sinis, matanya menjadi gelap seolah Ia ketakutan, "Kau ini bicara apa? Tidak ada hal yang seperti itu disini, Taehyung-ah."

"Bang Si Hyuk PD-nim.. kau benar-benar tak mau mengakui kesalahanmu padaku?"

"Taehyung-ah"

"Setelah semuanya, kau bahkan masih bisa menulis kontrak busuk itu dengan sadar! Apa kau pikir aku tak bisa berbuat apa-apa?! Jika kau masih ingin aku disini, ubahlah semua kesepakatan busuk sepihak itu lalu buat surat permintaan maaf padaku"

Suasana ruang rapat utama gedung HYBE menjadi sunyi, mencekam. Udara dingin dari pendingin ruangan terasa menyesakkan, namun tubuh Taehyung memanas oleh amarah yang ia tekan selama bertahun-tahun. Hitman Bang PD-nim, pemilik segalanya di tempat ini, duduk tegak, tatapannya tajam menusuk Taehyung, seolah hendak menelanjangi isi pikirannya.

"Permintaan maaf?" tanya Hitman Bang lirih, suaranya berat dan mengandung racun. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap tajam Taehyung. "Kau pikir siapa kau sampai bisa menuntut hal sialan itu dariku?"

Taehyung tidak bergeming. Pengacara Choi meraih dokumen dan kembali menyodorkannya ke meja.

"Kontrak ini mencantumkan sejumlah perubahan penting," ujarnya tenang. "Kami ingin revisi total terhadap klausul kerja yang bersifat eksploitasi, termasuk penghapusan penalti yang tidak manusiawi, pemberian kebebasan kreatif, serta transparansi pembagian keuntungan."

Hitman Bang menyeringai. "Apa kau tahu berapa banyak yang sudah aku habiskan untuk anak ini? Berapa banyak panggung, iklan, promosi, pelatihan dan Kau! Choi Byeohonsa-nim! apa kau tahu berapa banyak yang harus kubayar untuk menutupi si bajingan gay ini?! Semuanya uang! Dan sekarang kalian datang menuntut penghapusan semua kuasaku seolah cecunguk ini... korban?"

"Berhenti menyebut klien kami dengan kata yang tidak pantas, Tuan Bang" ucap pengacara Choi tenang, menyembunyikan kemarahannya. "Dia memang korban," jawab Choi datar. "Dan kami memiliki bukti."

PD-nim meneguk napas dalam-dalam, lalu mendongak, memandangi langit-langit sejenak. Saat ia kembali menatap mereka, sorot matanya sudah berubah menjadi dingin, berhitung, seperti seekor ular yang menyadari bahwa musuhnya membawa racun sendiri.

"Baiklah," katanya pelan. "Tunjukkan saja"

Choi menggeser sebuah USB kecil ke arah PD-nim. Ia menyambungkannya ke laptop dan mulai membuka file. Ruangan itu dipenuhi suara rekaman, percakapan gelap di ruang pelatihan lama, suara tangisan Taehyung, dan suara PD-nim sendiri yang terdengar memaksa staf menyembunyikan berita tentang upaya bunuh diri seorang artis pada tahun 2018 dalam kamar mandi dormitori. Bukti lainnya adalah mutasi dana besar yang mengalir dari akun perusahaan ke rekening asing dengan nama staf palsu, disetujui oleh PD-nim dengan nama samaran. Dan juga menampilkan beberapa bukti penghilangan bukti kekerasan seksual terhadap artis BTS V dan Park Jimin.

My YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang