"Taehyung-sshi, kabari aku jika ada apa-apa" ucap pengacara Choi pada Taehyungie ketika mereka tiba di depan dormitori. Mereka baru saja kembali setelah negosiasi kontrak dengan PD-nim di HYBE.
"Bantuanmu kali ini, aku sangat berterimakasih, Tuan Choi"
Pengacara Choi mengangguk lembut, "hm baiklah"
"..."
"Omong-omong, kenapa kau tak mengizinkan Hyungsik ikut juga, walaupun dia ikut mengantarmu, itu juga masih termasuk aman"
Taehyungie terdiam sejenak lalu menunduk, "Aku.. tidak ingin melibatkan siapapun" ucapnya lirih
"Aku tidak bermaksud ikut campur, tapi apa ini berhubungan dengan Jungkook-sshi?" tanya pengacara itu
Taehyungie tak menjawab, Ia menarik nafasnya.
"Aku mengerti" lanjut pengacara Choi.
Taehyungie kemudian mengangkat wajahnya, Ia tersenyum tipis, "aku sudah merepotkan Tuan Choi sampai harus mengantar sampai kesini"
"Tidak masalah, Taehyung-sshi"
Taehyungie mengangguk, "baiklah, kalau begitu. Pengacara Choi, hati-hati dijalan" ucapnya kemudian membuka pintu mobil.
"Ah, iya. Baiklah"
"Kamsahamnida" ucap Taehyungie sambil membungkuk sekali sebelum akhirnya mobil pengacara Choi berlalu meninggalkan jalanan kecil di Yongsan itu. Taehyungie tidak langsung masuk. Ia berdiri sebentar. Kepalanya penuh dengan pikiran yang bercabang-cabang. Ia masih takut bertemu dengan member dan melihat wajah kecewa mereka. Hanya tinggal tersisa beberapa hari lagi sebelum mereka benar-benar meninggalkan kehidupan bersama ini.
"Taehyung-ah!" sebuah suara memekik memanggilnya dari belakang.
Taehyungie berbalik. Ia sangat mengenal suara yang hangat seperti matahari itu. "Hobi hyung"
"Kau sudah kembali?" tanya Hobi yang langsung memeluk tubuhnya dengan senyum cerah, "Aku benar-benar merindukanmu. Kau dari mana? Kau diantar siapa?"
Taehyungie agak gugup, "Aku.. aku baru kembali dari-"
"Taehyung-ah?" potong seseorang yang baru saja muncul dari belakang. Itu adalah Suga hyung dengan pakaian tipis dan celana pendek, juga membawa kantong plastik hitam besar ditangan kanannya
"Suga hyung"
"Ada orang yang terlalu brisik di dalam sana, suruh dia diam" ucap Suga dengan wajah datar lalu berlalu begitu saja.
Hobi tertawa, "Itu Jungkookie, ayo cepatlah masuk, Jin hyung baru saja masak enak! Kau sudah makan?"
Taehyungie menggeleng, "belum"
"Bagus! Kau datang tepat waktu, ayo!" seru Hobi hyung penuh semangat sambil menarik lengan Taehyung menuju pintu dorm. Tapi langkah Taehyungie tertahan sejenak di ambang pintu, tepat ketika Hobi baru saja membuka pintu, Jimin berdiri disana.
Tatapan mereka bertemu. Sunyi. Seolah dunia di sekitarnya meredup hanya untuk memberi ruang bagi dua orang itu. Dada Taehyungie menegang. Jimin tidak tersenyum, tidak juga menghindar. Ia hanya memandang seperti seseorang yang berusaha bersikap wajar.
"Kau sudah pulang?" sapanya pertama dengan senyum tipis yang dipaksakan, suaranya rendah, pelan, seperti Ia tak benar-benar ingin mengucapkannya. Seolah ia hanya berkata karena terpaksa harus mengakui keberadaan Taehyung di hadapannya.
Tak ada yang menyadari, bahkan Hobi hyung. Hanya dua orang itu yang merasakan dinginnya hati masing-masing.
"Oh" jawab Taehyungie.
KAMU SEDANG MEMBACA
My You
RomanceKeputusan apa yang akan diambil Taehyung dan Jungkookie setelah mengalami badai besar pada 2017-2018? Mengingat banyak hal telah menentang cinta mereka, Taehyung tak bisa membiarkan orang-orang membenci dirinya dan Jungkookie, maka berpisah adalah k...
