Merenungi diri sendiri

386 26 62
                                    

"Yahh.. sudah terjadi" ujar manager-nim dengan desahan nafas kecewa, wajahnya dingin.

Sementara Jungkookie tak menjawab, hanya bisa menerima kenyataan apa yang dikatakan Ian bahwa mungkin Taehyungie hyung mengikutinya adalah benar

"Bagaimana perjalananmu di Australia? apa kau juga menemukan pengalaman musik baru?" tanya manager-nim lagi

Jungkookie mengangguk tipis, "ya.. black music yang dibuat temanku.. itu menarik" jawab Jungkookie seadanya

Manager-nim melanjutkan, "jika ada sesuatu yang bagus untuk kita pelajari, kau bisa mengatakannya padaku kapan saja"

Jungkookie mengangguk, "ye, manager-nim" jawab Jungkookie, Ia beranjak dari kursinya dan membungkuk, "terimakasih banyak" katanya, "aku akan  mengatakannya kapan-kapan"

Manager-nim mengangguk, membiarkan anak itu bergegas keluar

Jungkookie tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan atau bagaimana dia harus menghadapi Taehyungie hyung yang sudah melihat apa yang diperbuatnya bersama Ian sore itu. Secara teknis, Jungkookie sama sekali tidak bersalah karena berusaha menjalin hubungan baru dengan Ian dalam keadaan sudah bukan lagi kekasih Taehyungie, mereka sudah putus.

Tapi hatinya tak bisa berbohong, setelah mendengar bahwa Taehyungie benar-benar pergi ke Australia hanya untuk menyusulnya, Jungkookie kebingungan. Taehyungie hyung membuatnya merasa seperti penghianat meskipun sebenarnya tidak. Ia seperti harus meminta  maaf, tapi.. Jungkookie seharusnnya tak meminta  maaf atas apa yang Ia lakukan dengan Ian pada Taehyungie hyung. 

Jungkookie malangkah semakin pelan sebelum tiba di lorong ruang latihan, Ia menghela nafas lagi melihat kursi panjang di tepi dinding. Jungkookie menepi. Disamping kursi panjang itu ada sebuah vending mechine. Ia berhenti sebentar memasukkan beberapa koin ke dalam vending mechine itu membeli minuman soda kaleng berwarna hijau. Ia duduk di kursi panjang dengan gontai

"hhh" Ia mendesah dalam, "aku.. lelah" keluhnya

Apa yang sebenarnya dipikirkan Taehyungie hyung sampai nekat menyusulnya pergi ke selatan, mengikutinya dan Ian lalu melihat hal-hal yang seharusnya tidak dia lihat. Taehyungie hyung seharusnya tidak melakukannya. Hubungan mereka juga belum begitu baik sampai Ia berangkat ke Australia hari itu.

Taehyungie hyung sangat membingungkan baginya, mereka bukan lagi pasangan, tapi masih melakukan banyak hal. Tapi itu mungkin jika... Taehyungie hyung masih mencintai Jungkookie.. jika memang benar seperti itu.. seharusnya Taehyungie hyung setidaknya tidak mengabaikan Jungkookie sebegitu lama sampai kelinci kecil ini berbuat sangat jauh.

Dengan siapa kelinci kecil itu harus bertanya apakah semua ini salahnya? Atau siapakah yang sebenarnya salah dalam kisah cinta yang bertele-tele ini? Apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukannya?

kelinci kecil itu juga sudah tidak punya sandaran lain, tidak bisa lagi bersandar pada Ian begitu saja. Semuanya sudah berubah sangat cepat, Ian juga, Taehyungie hyung... juga..

Haruskah Jungkookie melupakan segalanya, menenangkan hatinya bahwa semua akan baik-baik saja sampai perasaannya hilang?

"Jungkook-ah.." panggil sebuah suara lembut yang begitu dekat membangunkan kelinci itu dari lamunannya.

Jungkookie menoleh ke sumber suara di dekatnya dengan helaan nafas berat. Matanya membulat seketika melihat siapa yang barusan memanggilnya. Orang itu berdiri di depan vending mechine menatap Jungkookie dengan wajah datar dan bulu mata bergerak tipis, poninya basah dengan keringat yang belum diseka. Perlahan orang itu tersenyum

"Taehyungie hyung?" jawab Jungkookie gugup, "apa yang kau lakukan disini?" tanyanya, "kemana yang lain?"

Taehyungie tak langsung menjawab, Ia mengigit bibirnya sambil berkedip, Ia tersenyum lagi lalu menjawab dengan suara yang lembut, "Mereka pergi ke kafetaria" jawabnya singkat lalu bergerak duduk di samping Jungkookie

My YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang