Janji Terakhir Ian

441 24 22
                                        

Ting!

Sebuah notifikasi pesan berdenting memecah pagi. Suara dari ponsel Jungkookie. Anak itu masih tidur lelap di atas kasur tanpa sedikitpun bergerak. Tubuhnya lebam-lebam, bibirnya masih bengkak akibat aktivitas yang mereka lakukan semalam. Kekasihnya agak kasar, seolah Ia telah melepas semua beban dan kebencian dalam hatinya dalam tubuh Jungkookie.

Semalam, Jungkookie hampir pingsan. Mungkin karena mereka sudah lama tidak melakukannya. Taehyungie juga membuatnya berdarah di belakang, dan setelah itu dengan sisa kekuatan si beruang musim dingin, Ia mengangkat tubuh Jungkookie ke kamarnya, membuat punggung anak itu sedikit lebih nyaman sebelum Ia bangun dan merasakan sakit lagi.

Taehyungie bangun lebih pagi. Ia menatap punggung Jungkookie yang masih tidur, nafasnya pelan dan teratur. Bekas-bekas malam tadi masih terlihat jelas di kulit pucat itu—lebam keunguan di pinggang, bekas ciuman dan gigitan di bahunya dan garis merah yang tertinggal di sepanjang punggung itu. Taehyungie menarik nafas. Ia tahu dirinya terlalu kasar semalam.

Tangannya sedikit terangkat, hampir menyentuh rambut Jungkookie yang berantakan, tapi sesaat Ia mengurungkan niat. Ia takut membangunkan anak itu, jadi Taehyungie membiarkan kekasihnya tidur lebih lama. 

Ponsel Jungkookie masih bergetar pelan di atas nakas, salah satu noifikasi berubah menjadi dua, lalu tiga. Taehyungie melirik sekilas—nama yang muncul di bilah notifikasi ponsel Jungkookie itu membuat tenggorokannya tercekat.

Ian.

Pesan-pesan itu yang kemudian disusul dengan foto selfie terbaru Ian dengan wajahnya yang tampan, matanya menatap seolah Ia dan Jungkookie sudah mengenal begitu lama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pesan-pesan itu yang kemudian disusul dengan foto selfie terbaru Ian dengan wajahnya yang tampan, matanya menatap seolah Ia dan Jungkookie sudah mengenal begitu lama. Bahkan Ia masih tak segan mengirimi Jungkookie foto-fotonya dengan kalimat yang sangat akrab.

"Apa yang bedebah itu masih lakukan di hidup Jungkookie?" gumamnya dalam hati, yang tentu disertai nada tak sedap. 

Ia lalu mengalihkan pandanganya pada wajah Jungkookie. Entah Jungkookie menyadarinya atau tidak dibalik pejam matanya yang teduh, betapa keras sakit hati yang Ia rasakan saat Ia bersama Ian. Bahkan Taehyungie harus menelan kenangan itu dan menguburnya tanpa ingin tahu apa yang terjadi pada Jungkookie dan Ian sebenarnya. Lalu, perasaannya, apakah tak layak diperjuangkan?

Taehyungie sudah berbesar hati menerima Jungkookie kembali. Ia sengaja menutup mata dan telinganya. Tapi..

"Jagi, apa kau masih merindukannya?" tanyanya dalam hati

Ting!
Satu lagi pesan masuk setelah foto itu dikirim.

Ting!Satu lagi pesan masuk setelah foto itu dikirim

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
My YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang