Sang Seniman terus bernyanyi dengan semangat, suaranya mengalun lembut di ruangan mewah yang dipenuhi aroma wine. Namun, Pangeran Sebastian tetap tenang, seolah suara Taehyungie tidak mengganggu kesendiriannya. Dengan kaki dilipat dan tatapan tajam dari mata birunya yang tajam, Sebastian terus menatap, sesekali menikmati wine merah dari gelasnya. Tentu saja, tatapannya bukanlah sebuah kemarahan, melainkan ketertarikan yang intens.
"Thank you" desah Taehyungie mengakhiri pertunjukan musik dan suaranya, Ia menurunkan setengah tubuhnya dengan menurunkan sedikit lutut kepada Sang Pangeran
Sebastian tersenyum lembut, Ia meletakkan wine merahnya ke atas meja kecil di sebelah tempat Ia duduk, perlahan mencoba untuk berdiri memberikan tepukan tangan yang terdengar patah-patah, "bagus" katanya! Ia berjalan perlahan menghampiri Taehyungie yang baru akan turun dari panggung indahnya.
"Aku suka musik jazz" kata Sebastian pada Taehyungie yang baru turun dari panggung, "Haruskah aku meminta tanda tanganmu setelah ini, sir?" lanjutnya lagi setengah bercanda
Taehyungie tak menjawab hanya setengah tertawa menanggapi Sang Pangeran, "ya, Yang Mulia"
...
Makan malam akhirnya dimulai setelah pertunjukkan itu, jarak Sebastian dan Taehyungie tidak begitu jauh, mereka bahkan masih bisa saling menyentuh. Sebastian lalu menyodorkan segelas wine dengan gelas baru, sama sekali bukan dituang dari botol yang sama dengan yang Ia sesap sejak tadi.
"cobalah, ini wine terbaik di Luxemburg, aku membawanya khusus" kata Sang Pangeran dengan wajah teduh dan meyakinkan, senyumnya manis dan hangat.
Taehyungie tak langsung menjawab, Ia hanya berkedip mengulur waktu, apakah Pangeran Sebastian benar-benar berfikir Sang Seniman itu polos dan dungu? Sejak Ia bernyanyi di atas panggung untuk Sang Pangeran, Ia tahu, ada sesuatu yang tidak beres, Ia bahkan tak melihat Sebastian menuang wine baru itu untuknya didepan matanya.
Tapi apa yang bisa Ia lakukan jika Sang Pangeran mungkin menambahkan sesuatu ke gelas wine nya.
Taehyungie tersenyum, mau tak mau harus menerima gelas berisi wine itu dengan tangan kanannya sambil berkata, "baiklah"
"Aku tak akan meracuni siapapun, Sir Kim, jangan terlalu khawatir" tiba-tiba Sang Pangeran menyeletuk seolah bisa membaca pikiran Taehyungie lalu terkekeh kegelian melihat wajah seniman di depannya yang khawatir dan curiga
"Aku sama sekali tidak berpikir begitu, Yang Mulia" jawab Taehyungie ragu
"Benarkah?" jawab Sang Pangeran setengah meremehkan, "Aku menyukai banyak musik, mengundang banyak penyanyi terkenal Sir Kim, kau tahu? Mereka selalu lebih waspada daripada mu"
Taehyungie setengah berkerut dan mendesah
"Sebutkanlah siapa saja seniman itu, Nona Taylor? Nona Spears? Sir Dragon? siapa saja"
"Dragon?"
"bukan orang dari negaramu"
Taehyungie tersenyum lagi setengah menghela nafas, tak tahu apakah ini akan berjalan baik atau tidak, tapi setidaknya orang-orang yang disebutkan Sang Pangeran masih hidup sampai sekarang dan kaya raya dengan karya yang tersohor dimana-mana
Ia lalu memberanikan diri untuk bertanya meskipun bahasa inggrisnya masih terbata-bata, "Apa yang membuat anda memilih untuk mengundang saya, Yang Mulia?" tanyanya hati-hati
Sang Pangeran tak langsung menjawab, Ia justru meletakkan wine yang Ia pegang ditangannya ke atas meja lalu mengalihkan seluruh pandang wajahnya ke sang seniman, tangan kirinya yang terbungkus lengan kemeja bergelembung seperti bunga itu mendekat ke wajah Taehyungie, perlahan makin dekat mengelus pipi lembut dan tegas itu, "menurutmu apa?" tanya Sebastian

KAMU SEDANG MEMBACA
My You
RomanceKeputusan apa yang akan diambil Taehyung dan Jungkookie setelah mengalami badai besar pada 2017-2018? Mengingat banyak hal telah menentang cinta mereka, Taehyung tak bisa membiarkan orang-orang membenci dirinya dan Jungkookie, maka berpisah adalah k...