Erix berhadapan dengan Raja Helicius yang sekarang sedang duduk di singgasananya. Di sisi kiri dan kanan pemuda itu terdapat sederet orang-orang yang diduga tokoh penting dari kerejaan tersebut.
"Selamat datang di negriku, Raja Arthur dan Putri Sakura. Apa yang membawa kalian datang jauh-jauh ke negara ini?" tanya Raja Heliciuis. Suaranya terdengar lantang. Bukan membentak, tetapi memang karakter nadanya yang berat.
Haruka menunduk sedikit untuk memberi salam. Gayanya tampak lembut dan elegan membuat semua orang terpukau. "Terima kasih sambutannya, Yang Mulia."
"Ada dua hal yang ingin aku diskusikan dengan Anda, Raja Helicius. Yang pertama mengenai kerja sama dua negara ke depannya. Aku ingin kita menjalin hubungan perdagangan dan diplomasi," ujar Erix serius. Ia mulai bermain dengan logat politiknya.
"Perdagangan? Apa yang kau inginkan dari negara yang kering ini?" Tentu saja pertanyaan itu akan keluar disamping karena penasaran.
Kerajaan Ziheld terkenal akan pertambangannya. Negara ini memiliki simpanan mineral – termasuk juga emas dan perak – yang sangat amat kaya. Dengan perdagangan logam tersebutlah kerajaan ini dapat berdiri sampai sekarang. Namun, Erix tidak menginginkan itu semua. Ada hal lain yang dia butuhkan setelah melintasi negara ini dari udara.
"Lahan untuk pertanian," jawab Erix.
Alis Raja Helicius mengkerut. Otaknya bekerja cepat mengingat kembali akan keuntungan untuk Camelot.
Tidak hanya Raja, semua orang di sana juga berbisik-bisik dan bertanya-tanya, kenapa Erix memilih lahan pertanian, bukan hasil tambang. Padahal hampir seluruh wilayah negara ini bertekstur gersang.
"Dataran negara ini berupa tanah gersang dan stepa. Jika ditanam dengan tanaman yang sesuai dan pengolahan yang tepat, maka akan menghasilkan tanaman-taman yang bermanfaat."
"Tanaman apa yang anda maksud, Yang Mulia?" tanya salah seorang dari barisan kiri. Dia merupakan laki-laki setengah baya yang rambutnya sudah hampir sepenuhnya memutih.
"Banyak. Banyak sekali. Contohnya kurma, kaktus, agave, jawawut dan yang paling utama adalah tanaman vernonia amygdalina. Semuanya merupakan tanaman hebat dengan nilai ekonomis tinggi. Jika Anda mengizinkan kami membuka lahan kosong di negara ini, kerajaan akan mendapatkan beberapa keuntungan. Pertama tentu saja pajak, lalu hasil panen dan yang utama akan bertambahnya lapangan kerja. Bagaimana?"
"Sangat mengiurkan. Lalu tujuan keduanya?"
"Tujuan kedua saya datang ke mari untuk merekrut Anda ke pasukan Camelot. Bukan sebagai raja, tetapi sebagai seorang individu."
"Apa! Jika tidak ada raja, negara ini tidak ada yang memimpin," sahut Jendral Frederik.
"Itu, benar. Aku tidak bisa meninggalkan negara ini dalam waktu lama," timpal Raja Helicius setuju.
"Bagaimana jika Anda turun tahta dan mengangkat putra mahkota sebagai raja baru." Semua orang seketika tercengang dengan apa yang Erix ucapkan barusan.
"Yang Mulia Raja Arthur, perkataan itu sedikit ...."
"Guahahaha!!!" Legak tawa Raja Helicius bergema di ruangan itu membuat semua orang yang ingin berargumen terdiam. "Pola pikirmu menarik juga, Arthur. Kalau begitu aku tanya, apa yang membuatmu menginginkan keberadaanku di pasukanmu?"
"Ayolah, Anda tidak bisa membohongi mataku. Anda masih haus akan medan perang, 'kan? Sebuah pedang akan tumpul jika hanya disimpan. Itu alasan pertama, untuk alasan kedua adalah syarat yang diberikan sang Dewa untukku bisa mengunakan kekuatan Lord Class secara maksimal," jawab Erix apa adanya. "Oh, ya, bukan hanya nada. Aku diperintahkan untuk merekrut 87 orang lainnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dungeon Hallow 2
FantasiaSekuel Dungeon Hallow ~Tamat~ Kelanjutan kisah pertualangan Erix yang terdampar di dunia lain bersama pelayannya, Lucius Ventus. Namun, perang besar antara Pasukan Gabungan Leavgard dan Asmodeus membuat sang tokoh utama lenyap dalam pelukan Haruka. ...
