Energi kegelapan yang begitu luar biasa mengalir di tubuh Baal. Kekuatan dari Tujuh Pangeran Neraka bergumul di dalam dirinya dan bersatu menjadi satu kesatuan. Membentuk energi tunggal dan meresap pada jiwanya. Namun, kuatnya energi tersebut tidak mampu ditampung oleh tubuhnya sekarang. Dan karena itu, dia butuh satu wadah untuk meningkatkan batas tubuhnya tersebut. Erix, merupakan objek yang sangat dia butuhkan saat ini.
Medan perang yang sekarang tampak ricuh dan mematikan, tidak menarik minatnya sama sekali. Bahkan dua raja dragon yang tampak babak belur, pun dia tinggal begitu saja. Terbang cepat menuju sisi selatan benua. Menuju Teluk Nirwarta tempat Leviathan menemui ajalnya.
"Aku tidak tahu harus bersyukur atau kecewa," ujar Bahamut. Dia terduduk lemah menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Berbeda dengan Bahamut yang tetap dalam wujud dargon, Salamander langsung merubah dirinya ke wujud manusia. Dia seketika tergeletak dengan pandangan mata menatap langit cerah. "Aku memilih bersyukur. Karena jika kita teruskan, kita mungkin akan mati."
"Ya, kau ada benarnya," ujar Bahamut mengakhiri. Dia pun akhirnya berubah menjadi boneka dragon dan langsung terkapar di sebelah Salamander sahabatnya.
*****
Medan perang terlihat begitu bengis. Kericuhan yang tercipta terus menjatuhkan banyak korban. Untungnya, meski pasukan Camelot sedikit, mereka tidak menderita kerugian besar. Semua berkat orang-orang yang berjuang penuh semangat.
Terlihat di sana ada Kurokaze Kotaro – takekage (kepala desa) dari Desa Takegakure – tampak aktif dan tanpa lelah membunuh puluhan iblis dengan mudah. Dia tidak sendiri, beberapa ninja elit pemimpin klan ada bersamanya.
Di barisan lain, pasukan dark elf bekerja sama dengan Arthurian menumpas banyak monster. Ilrune al Haluet yang memimpin barisan tersebut terlihat begitu perkasa memberi komando pada setiap barisan pasukannya.
Asger dan Haldur pun demikian. Pasukan elit mereka tak henti-hentinya menekan pasukan musuh.
Di udara, para nefilim berjuang begitu gagah membela langit wilayah kerajaan. Mereka menjatuhkan hampir seluruh pasukan udara musuh.
Perlahan tapi pasti, semua pasukan kerajaan yang awalanya jauh lebih sedikit dari pasukan lawan, mulai menekan balik. Mereka harus menang, apa pun yang terjadi. Nyawa rela mereka korbankan demi negara. Syukurnya, bukan nyawa mereka yang terus melayang, tetapi nyawa pasukan musuh.
"Xander!!" seru Jendral Besar kerajaan Camelot, Zenda Pendragon. Dia mengayun keras pedang legenda Durendal ke arah teman yang sekarang memihak musuh. Sayang, serangan mematikan itu berhasil ditahan oleh halberd milik istri lawannya, Amel.
Dua suami istri itu merupakan shensin bintang lima yang tergabung dalam Tujuh Bintang Arthur, tampak siaga menghadapi Zenda. Meski sesama bintang lima, keduanya terlihat waspada terhadap keturunan Arthur Pendragon tersebut. Karena mereka tahu alasan utama kenapa dari semua bawahan Erix, dia yang menjadi Jendral Besar Kerajan.
"Aku akan membantumu." Jean D'Arc muncul dari sisi tubuh iblis yang baru dia bunuh. "Musuh kerajaan, berarti musuh bersama."
Jean melesat dengan pedang terhunus dan langsung ia tusukkan ke wajah Amel. Dengan cepat wanita itu mengelak dan Xander menggantikannya. Sang suami, menepis serangan Jean, sedangkan sang istri membalas. Namun, kombinasi tersebut langsung dipatahkan setelah Zenda menyerang Xander. Pedang besar Durendal berayun sempurna menghantam gauntlet laki-laki itu.
Zenda meneruskan serangannya berniat menyerang Amel. Saat Xander akan menangkis serangan tersebut, pedang Jean mengacaukannya. Terpaksa Ame menepis serangan itu sendirian dan dampak yang dia takutkan terjadi, dia terhempas hebat menghantam beberapa makhluk yang tampak asik saling bunuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dungeon Hallow 2
FantasySekuel Dungeon Hallow ~Tamat~ Kelanjutan kisah pertualangan Erix yang terdampar di dunia lain bersama pelayannya, Lucius Ventus. Namun, perang besar antara Pasukan Gabungan Leavgard dan Asmodeus membuat sang tokoh utama lenyap dalam pelukan Haruka. ...
