Yes or Yes (KookV)

141 8 8
                                        

---

"Tae, ada ayang lo tuh nyariin."

Taehyung yang sedari tadi sibuk menekuri layar laptopnya hanya bisa mendengus kala mendengar suara seruan Jennie yang kelewat heboh. Bisa ia pastikan kalau gadis itu hanya menyampaikan amanat dari seorang Jeon Jeongguk yang tengah kesepian karena di tinggal tidur pacarnya. Cih, mengganggu saja. Dengan langkah terseret, ia beranjak keluar kamarnya, menghampiri Jeongguk yang sibuk menggombali anak ibu kost yang masih duduk di kelas 5 SD membuatnya menggelengkan kepalanya prihatin.

"Dek Sana, mending masuk deh terus bobok. Jangan mau nanggepin cucunya kakek Sugiono, ntar musyrik loh."katanya setengah menghasut membuat bocah itu terbirit-birit masuk ke dalam rumahnya, melempar seringai kecil kearah Jeongguk yang kini memasang wajah angker di depannya. Taehyung terkekeh kecil seraya duduk di samping Jeongguk yang sibuk dengan ponselnya. Bukan, dia tidak tengah berbalas pesan dengan pacarnya. Gadisnya itu sudah pergi ke alam mimpi, ingat kan? Pemuda berwajah mirip kloningan kelinci itu tengah sibuk membuka tutup akun menu bar yang ada di ponselnya. Benar-benar kegiatan yang sangat tidak di anjurkan untuk diikuti. Hm.

"Kalau galau aja ingat kalau masih punya sohib yang perlu di tengok. Kalau engga mah boro-boro ingat nama gua."sindirnya dengan seulas senyuman manis yang tersungging di wajahnya. Jeongguk nyengir lebar lalu memilih mendekap tubuh rampingnya dan mendusel manja di atas dadanya, kebiasaan Jeongguk dari jaman mereka masih memakai popok yang sukar hilang sampai sekarang. Dan tak jarang mengundang kontroversi hingga mereka harus berurusan dengan pihak keamanan sekitar rumah Taehyung karena di sangka berbuat asusila di tempat umum. Hm.

"Gue capek kayak gini terus, Tae. Punya pacar kayak engga punya pacar,"ujar Jeongguk yang mulai mengeluarkan unek-unek dalam hatinya. Taehyung mendengarkannya dengan seksama sembari memainkan helai rambut Jeongguk yang masih bersandar nyaman di atas dadanya yang berbalut kaus polos oversize itu. Jeongguk memang sering seperti itu setiap merasa jenuh akan hubungan asmaranya yang menurutnya terasa hambar dan berakhir curhat hingga pagi tanpa peduli dengan nasib Taehyung yang harus menahan rasa pegal berjam-jam. Memang laknat sahabatnya yang satu itu, untung sayang. Unch.

"Jadi, keputusan lo apa? Mau putus lagi?"tanya Taehyung kala Jeongguk tiba-tiba berhenti berceloteh, Jeongguk mendongakkan kepalanya lalu menggeleng kecil."engga mau putus tapi gue capek gini terus, Tae. Jadi aku tuh kudu ottokeh?"

Taehyung terdiam, nampak berpikir keras lalu berujar dengan nada semangat membuat penyakit latah Jeongguk yang sebenarnya sudah sembuh kembali kambuh. Pemuda itu langsung melemparkan tatapan tajam kearahnya yang kini hanya bisa tersenyum kering.

"Jadi, menurut lo gue harus jaga jarak dulu nih sama doi?"

"Hu'um. Ya, di coba aja dulu. Siapa tahu aja berhasil dan lo engga jenuh lagi deh sama doi, iya kan?"Jeongguk manggut-manggut lalu tersenyum lebar kearah Taehyung yang kini mengulum senyuman. Tatapannya berubah teduh,"makasih ya, Tae. Lo emang sohib terbaek gue."

"Iya, dong. Gue kan emang secantik dan sebaik bidadari khayangan."katanya dengan senyum pongah membuat Jeongguk tersenyum geli,"lo sejenis Miper dong, Tae. Awokwok."

Taehyung mencebik dan langsung melemparkan toyoran keras ke kepala Jeongguk yang kini tergelak keras. Keduanya tertawa-tawa hingga di teriaki salah seorang tetangga yang terganggu akan kebisingan yang mereka perbuat dan membuat waktu istirahatnya terganggu. Keduanya hanya bisa tersenyum kaku kearah pria berkumis tebal tersebut sebelum memilih beranjak dari sana dengan Jeongguk yang memutuskan untuk pulang dan Taehyung beranjak masuk ke dalam rumah sewanya setelah membalas lambaian kecil Jeongguk sebelum pemuda itu melesat menjauh dengan motor besarnya. Berlari kecil menuju kamarnya dan di sambut siulan jahil dari Jennie yang tak hentinya menjodohkan dirinya dengan sang sohib.

BANGTAN COOKIESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang