Part 10

5.8K 130 2
                                        

Alfandy Pov

Aku sudah mengantar Erin ke apartemennya dan tinggal sekarang aku kembali ke toko tadi mengambil baju untuk Almeera.

"Ke rumah sakit langsung apa pulang ya?" Ucapku pada diri sendiri.

Akhirnya aku memutuskan untuk ke rumah sakit karena aku rasa mama tidak akan menginap.

"Assalamualaikum" Ku buka pintu kamar.

Nampak Almeera tengah tertidur diranjangnya dan diranjang satu lagi ada Mba Arumi yang menemani.

"Mba, mba pulang aja aku jaga Almeera disini" Ku bangunkan Mba Arumi.

"Yakin kamu? Nanti Almeera mau apa-apa yakin mau bantuin?" Tanya Mba Arumi.

Kesal sekali dengar pertanyaannya, ini Mba Arumi masih marah padaku sepertinya.

"Aku jamin mba, kali ini aku jaga di dengan baik. Udah mba pulang kasian anak-anak mba di rumah" Ucapku.

Akhirnya dia berberes dan pulang, ku taruh hp dan dompetku lemari dekat ranjangnya. Ku rebahkan tubuhku yang sedikit pegal.

"Besok dinas jam berapa ya?" Ku ambil kembali hp untuk melihat jadwal.

"Oh aku apel jam 8" Kembali ku letakkan hp ke atas lemari.

Ku coba pejamkan mata untuk tidur tapi tidak bisa. Ku dengar juga deru napas Almeera, sepertinya dia kedinginan.

Ku kecilkan AC didalam dan ku naikkan selimutnya. Tak sengaja ku pandangi wajahnya. Aku memang marah dan benci padanya karena dia aku tidak bisa menikah dengan Erin. Tapi dilain sisi aku tau ini bukan salah dia, dia juga tidak mau menikah denganku sebelumnya.

Lamunanku tersadar dan aku kembali ke ranjang satu lagi untuk tidur.

Almeera Pov

Aku merasa kedinginan dan bergumam tapi entah kenapa aku rasa ada yang menaikkan selimutku. Aku baru ingat kalau Mba Arumi yang menjagaku malam ini.

"Kring! Kring!" Seperti bunyi hp.

Ku buka mata dan ku lihat ke ranjang samping, ternyata bukan Mba Arumi lagi yang tidur disana tapi Mas Alfandy.

Ternyata hp nya yang berbunyi, aku canggung mau membangunkannya sepertinya dia sangat kelelahan. Tapi ini hp nya terus saja berbunyi.

Aku duduk dan meraih hp nya. Dilayar hp tertera nama perempuan "Erin❤️". Tanganku langsung lemas membacanya. Walaupun aku tau dia selingkuh tapi ini pacarnya menelpon dan aku liat kontaknya denga emoticon love.

Aku tidak mengangkatnya dan kembali meletakkan hpnya. Aku kembali tidur membelakanginya.

Terdengar suara Mas Alfandy menjawab telepon.

"Iya aku udah tidur, besok aja ya sayang ya. Besok aku apel pagi jadi harus bangun cepat" Ucapnya.

Aku terdiam menahan tangis. Ku gigit selimut agar suaraku tidak keluar. Entah sudah berapa lama akhirnya aku tertidur lagi.

Subuhnya aku bangun dan bergerak turun perlahan dari ranjang. Ku lihat dia sudah tidak ada diranjangnya tadi. Pikirku mungkin dia sudah pulang karena tadi malam ditelepon dia bilang ada apel pagi.

"Mau kemana?" Tiba-tiba suara orang menginterupsi ku.

"Bilang kalau mau ke kamar mandi" Dia mengambil tiang infusku dan memapahku.

"Aku bisa sendiri" Tolakku padanya.

"Bisa sendiri gimana? Ini masih oleng gini berdiri, nanti kamu kenapa-kenapa lagi Mba Arumi nyalahin aku" Bentaknya.

Anakku Bukan AnakmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang