Part 172

872 48 8
                                        

Author Pov

Kembali ke Alfandy yang datang telat tadi, dia langsung menghadap komandannya karena keterlambatan ini. Dia juga meminta tambahan waktu tugas karena mencukupi waktu keterlambatan.

"Haha santai aja Tama, tuh ada junior yang gantiin kamu tadi. Gih suruh dia pulang gantian sama kamu" Ucap komandannya.

Alfandy bersyukur karena komandannya tidak marah dan ada junior juga yang membantunya.

"Thank you ya Rik. Kamu pulang aja, pasti udah capek" Ucap Alfandy menyapa juniornya yang bernama Riki itu.

"Siap Pak Tama, pamit pak" Riki pamitan.

Selanjutnya Alfandy bergantian menjalankan tugas negaranya.

Beralih ke Almeera yang sedari pagi berkutat di depan laptop karena ada beberapa hal tentang cafe dan florist yang harus dia kerjakan.

Wajar saja dia sangat kerepotan karena Ria saat ini belum bisa membantu mengurusi cafe. Almeera memang memaklumi hal itu karena Ria sedang mendapat musibah.

"Assalamualaikum. Mama mau?" Arfan membawa sebungkus jajanan yang katanya dia beli tadi.

"Waalaikumussalam. Eh apa ini bang?" Tanya Almeera.

"Cimol ma, ini tadi jajanan yang Sasa mau" Dia menyodorkan bungkusan itu ke Almeera.

"Makasih banyak ya" Almeera menerimanya.

Arfan kemudian kembali keluar ruang kerja Almeera untuk kembali bermain dengan adik-adiknya.

"Assalamualaikum, maaf nak ini Najwa nangis mau sama Nak Ara" Bibi yang mengantarkan Najwa.

Memang dari tadi Najwa belum sama sekali digendong oleh Almeera.

"Waalaikumussalam, sini sama saya bi" Almeera mengambil alih tubuh Najwa.

Bi Minah juga pamit untuk kembali bekerja karena hari sudah menunjukkan pukul 3 sore.

Biasanya Alfandy jam segini sudah bersiap pulang, tapi mungkin akan pulang telat karena tadi pergi telat pikir Almeera.

"Keluar bentar yuk nak mama pusing ngadep laptop dari tadi" Ucap Almeera ke Najwa.

Najwa hanya tersenyum saja menanggapi ucapan ibunya.

"Ini punya Lala!"

"Gak ini punya Sasa!"

"Ini tuh punya Lala, punya Sasa tuh udah rusak!"

"Ih ini punya Sasa bukan punya Lala!"

Baru saja turun Almeera sudah mendengar keributan. Buru-buru dia menuju ke kamar di mana suara anak-anaknya itu terdengar.

"Assalamualaikum" Ucap Almeera sambil mengetuk pintu kamar mereka.

Keduanya langsung menoleh dan melepaskan barang yang direbutkan tadi.

"Kenapa?" Tanya Almeera kemudian masuk ke kamar mereka.

"Sasa bilang ini punya Sasa, tapi ini punya Lala ma" Nayla yang buka suara lebih dulu.

"Gak mama, ini punya Sasa bukan punya Lala" Naysa membela diri.

"Gak! Ini tuh punya Lala! Bukan punya Sasa!" Teriak Nayla.

"Ini punya Sasa! Pergi pergi!" Teriak Naysa tak mau kalah.

"Masih mau teriak-teriakan?" Tanya Almeera.

"Dia tuh!" Ucap Nayla masih dengan nada membentak.

"Kamu!" Balas Naysa.

Almeera mencoba bersabar menghadapi kedua anak perempuannya ini. Dia sepertinya harus mengeluarkan semua stok sabar untuk 2 anak ini.

Anakku Bukan AnakmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang