Almeera Pov
Pagi-pagi aku sudah membangunkan anak-anak agar pergi ke sekolah. Karena memang hari ini ada acara dan lumayan padat aku menyempatkan masak setelah sholat subuh, agar anak-anak bisa cepat sarapan.
"Makan dulu ayok" Ucapku ke anak-anak.
"Lagi pakai kaos kaki ma bentar" Teriak Arfan.
"Abang Arfan jangan teriak-teriak ini bukan di hutan" Jawabku.
"Iya maaf mama" Ucapnya menghampiriku.
"Abang Arhan mana?" Tanyaku karena tidak melihat Arfan bersama Arhan.
"Lagi nyari kaos kakinya ma, itulah Abang Arhan sembarangan taruhnya jadi susah dicari" Jawab Arfan.
Aku menyusul Arhan ke kamar untuk membantunya mencari kaos kaki. Entah kenapa anak-anak kalau nyari barang pasti gak ketemu padahal barangnya ditempat itulah.
"Ketemu kaos kakinya bang?" Tanyaku ke Arhan yang masih sibuk mencari.
"Gak ketemu ma, kemaren abang taruh sini" Tunjuknya ke rak sepatunya.
"Biar mama cariin sini. Abang ke meja makan gih sarapan sama-sama Abang Arfan" Suruhku.
Arhan menurut dan keluar dari kamarnya, aku melihat kamar anak-anak tidak berantakan tapi bagaimana bisa kaos kaki tidak ketemu.
"Oh iya mungkin diambil bibi dicuci" Gumamku.
Aku mengambil kaos kaki yang lain untuk Arhan. Mungkin memang si mba beres-beres kamar terus kaos kakinya dicuci.
"Pakai ini aja bang" Ku serahkan sepasang kaos kaki padanya.
"Abang Arfan juga ganti" Ku serahkan sepasang yang lain ke Arfan.
Mereka berdua kalau salah satu pakai yang berbeda mereka gak mau. Semuanya tu barang-barang mereka harus sama.
"Gak ketemu ya ma kaos kaki lama abang?" Tanya nya.
"Dicuci bibi mungkin, pakai yang ini aja. Abang Arfan juga nanti kaos kakinya taruh di tempat cucian kotor ya" Arfan mengangguk sambil memakan sarapannya.
"Mama jadi kan ikut acara di sekolah?" Tanya Arhan.
"Jadi dong, kan kemaren mama udah janji. Nanti sebelum ke sekolah mampir ke toko mama dulu ambil buket bunga kalian" Ucapku sambil menuangkan nasi goreng ke piringku.
Aku juga membawakan anak-anak bekal nasi goreng sosis dan nugget. Mereka lebih suka nugget atau sosis dibanding ayam atau ikan. Jadi aku harus pandai-pandai mengolah bahan makanan agar mereka tak kurang nutrisi. Contohnya nugget ini aku bikin sendiri dari ayam, mungkin kalau ayamnya langsung mereka gak mau tapi kalau udah jadi nugget mereka sangat suka.
"Mama jadi bikin kue untuk guru-guru abang?" Tanya Arhan lagi.
"Jadi, udah mama siapin di mobil" Jawabku.
Arhan banyak sekali pertanyaan sedangkan Arfan diam tenang sambil menikmati sarapannya.
"Mama nanti.." Belum selesai dia bicara sudah ku pelototi.
Arhan langsung senyum-senyum karena takut aku omeli. Kalau gak diginiin dia akan terus mengoceh. Ujung-ujungnya sarapan dia lama habis atau bahkan gak dihabiskan.
Kami sudah bersiap dan anak-anak juga sudah masuk ke dalam mobil. Belum aku masuk ke kursi supir tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depan gerbang.
"Siapa ma?" Tanya Arfan.
Seorang laki-laki turun dari mobil dengan menggunakan baju santai. Ya, itu Mas Alfandy. Mau apa dia ke sini, padahal kemaren terakhir bilang gak perduli lagi sama anak-anak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anakku Bukan Anakmu
General FictionMenceritakan seorang istri yang diusir karena tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Tetapi setelah diusir dia baru mengetahui kalau dia hamil.
