Aldi Pov
Aku mendekat ke arah perempuan yang memang sangat mirip dengan Mba Almeera. Semakin dekat langkahku maka semakin jelas wajahnya terlihat.
"Benar itu Mba Ara" Batinku.
"Maaf permisi" Aku memulai pembicaraan.
"Iya ada apa ya mas?" Tanya laki-laki yang bersama Mba Almeera.
"Boleh saya bicara dengan anda berdua?" Tanyaku gugup.
Jujur aku agak gugup berhadapan dengan Mba Almeera dan orang ini. Terlebih lagi Mba Almeera seperti tidak mengenaliku.
"Boleh mas mati duduk sini" Ucapnya.
Aku duduk di tikar bagian kanannya dan disampingku sekarang otomatis itu Mba Almeera.
"Sebelumnya saya minta maaf mengganggu waktu Mas dan Mba" Aku menatap ke Mba Almeera yang terlihat bingung.
"Saya Aldi, salah satu orang proyek yang akan membangun sebuah vila di sini" Jelasku sebentar.
"Owalah jadi kami ganggu ya mas camping di sini? Kami pindah aja" Jawabnya memotong.
"Bukan itu mas, saya memang akan buka lahan tapi tidak hari ini dan yang akan saya katakan juga bukan masalah itu. Saya Aldi suami dari Sisi, yang dimana Sisi itu adalah adik dari Mba Almeera kakak kami yang hilang beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan" Jelasku.
"Lah terus hubungannya dengan kami apa?" Laki-laki itu mulai tak betah dengan mukadimahku.
"Mohon maaf tapi wajah mba nya sangat mirip dengan kakak saya itu. Apa saya boleh tau mba namanya siapa dan asalnya dari mana?" Tanya Aldi hati-hati.
"Owalah mungkin mirip saja mas, nama saya bukan Almeera. Saya Saleha, tinggal di desa bawah sana. Saya belum menikah juga dan ini teman saya dan anaknya" Jawab perempuan yang mirip Mba Almeera.
"Apakah benar itu mba?" Tanyaku lagi masih tak percaya.
Wajah perempuan ini benar-benar 100% mirip Mba Almeera.
"Bener mas, saya itu warga asli desa sana gak mungkin tiba-tiba jadi kakak masnya" Jawab perempuan itu sambil tersenyum.
Nah kan senyumnya aja mirip banget sama Mba Almeera.
"Hm gimana ya, boleh saya liat tanda pengenalnya mba? Maaf saya bukan lancang tapi saya benar-benar belum percaya kalau mba bukan kakak saya yang hilang" Ucapku.
"Maaf mas saya rasa ini sudah terlalu jauh, lebih baik mas-mas kembali ke pekerjaan kalian jangan mengganggu kami" Ucap laki-laki itu.
Aku mau tidak mau beranjak pergi dari hadapan mereka. Aku tidak mau mencari keributan.
"Gua telepon bini dulu mau ngabari" Ucapku ke temanku yang menemani tadi.
"Assalamualaikum, yang ini aku ada info penting" Ucapku langsung.
"Waalaikumussalam mas, info apa? Oh iya ini di rumah ada Kak Al baru sampe, Kak Al nginep di sini beberapa waktu buat nyari Mba Ara lagi" Jawabnya.
"Alhamdulillah pas sekali, bisa di speaker aja suara mas biar Kak Al denger" Jawabku.
Tak lama Sisi memberi kode kalau sudah dia speaker kan penggilannya.
"Assalamualaikum kak" Ucapku.
"Waalaikumussalam, kenapa Al?" Tanya Kak Alfandy.
"Aku ada info penting, aku lagi cek lahan buat dibuka vila nah aku ketemu perempuan plek ketiplek mirip Mba Ara. Dia ngakunya namanya bukan Almeera, dia juga bilang asli warga desa bawah bukit ini. Tapi aku gak yakin dengan ucapannya karena wajahnya mirip banget Mba Ara. Kakak bisa ke sini gak buat mastiin, karena cuma kakak yang bisa mastiin itu benar Mba Ara atau bukan" Jelasku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anakku Bukan Anakmu
Ficción GeneralMenceritakan seorang istri yang diusir karena tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Tetapi setelah diusir dia baru mengetahui kalau dia hamil.
