Part 25

6.3K 183 3
                                        

Almeera Pov

Setelah pertemuan mengejutkan dengan Mas Alfandy tadi aku menjadi tidak mood. Aku yang tadinya sudah ada planning mau bawa anak-anak bermain dengan mama, Mba Arumi dan Nisa jadi kacau. Sedari tadi hp ku berbunyi, entah itu pesan masuk ataupun telepon. Aku tau pasti itu dari mereka, mereka mungkin bertanya kenapa aku tiba-tiba tidak mengangkat telepon padahal tadi sudah janjian.

"Mama hp mama bunyi telus" Arfan membawakan hp ku.

"Maaf ya kalau hp mama gangguin kalian belajar" Arfan dan Arhan memang kebiasaan belajar jika di rumah.

Mereka sangat jarang bermain-main yang tidak bermanfaat. Kalau lagi senggang mereka akan mengeluarkan semua buku-buku nya dan belajar menulis angka serta huruf-huruf. Kadang aku juga menemani mereka dan mengajari mereka. Alhamdulillah mereka cepat menangkap pembelajaran dan sekarang Arfan dan Arhan sudah mengenali huruf-huruf, ya walaupun belum bisa membacanya.

"Assalamualaikum iya mba" Akhirnya aku mengangkat teleponnya.

"Waalaikumussalam, Ra dimana? Mba, mama, Nisa sama anak-anak udah di cafe kamu. Jadi kan kita ketemuannya? Anak-anak udah antusias mau ketemu kamu" Ucap Mba Arumi.

Aku tau pasti Rahma dan Lea merindukan ku tapi bukan berarti Ira tidak. Karena dulu Ira masih bayi saat aku pergi mungkin nanti pertama kali dia kenal aku.

"Iya mba maaf ya mba tadi hp aku di kamar aku lagi diluar. Aku siapin anak-anak bentar mba" Jawabku.

Mau tidak mau kalau sudah berjanji pastinya harus ditepati. Kasian juga anak-anak tadi sudah dijanjikan bertemu sepupunya.

"Oh oke oke kita masuk dulu aja ya anak-anak mau minum juga" Sahut Mba Arumi.

"Iya mba masuk aja bilang aja nungguin Ara" Ucapku.

Kami mengakhiri panggilan dan aku bergegas mandi duluan. Tidak lupa aku ke kamar anak-anak untuk menyuruh mereka mandi. Mereka sudah bisa mandi sendiri dan ya sabunan ala kadarnya. Tapi karena memang tadi sebelum ke taman udah mandi jadi gak papa sekarang mandi ala kadarnya, toh pulang nanti bakal mandi lagi.

"Abang ajak Abang Arhan mandi ya kita mau pergi ketemu nenek, tante dan sepupu kalian" Ucapku ke Arfan yang memang dari tadi menunggui ku teleponan.

"Nenek yang tadi ma?" Arfan antusias.

"Iya nenek siapa lagi sayang, nenek Tante Ria kan jauh nak. Gih mandi, nanti kalau selesai panggil mama ya" Arfan menurut dan langsung ke kamarnya.

Aku juga mandi buru-buru agar bisa menyiapkan anak-anak juga.

Skip

Aku, Arfan dan Arhan sudah bersiap untuk pergi. Tak lupa aku titipkan rumah ke si bibi yang membantu.

"Saya pulang kayaknya malem deh mba nanti kalau bibi mau sholat, pintu sama jendela kunci dulu ya" Pesanku.

"Iya siap Bu nanti saya kunciin semua" Jawabnya.

Aku sudah biasa meninggalkan si bibi di rumah sendiri. Bibi ini aku dapat dari agen yang insyaallah amanah. Kerjanya juga bagus dan orangnya sopan.

"Saya berangkat ya. Assalamualaikum" Pamit ku.

Kami bertiga sudah di dalam mobil. Seperti biasa anak-anak dua-duanya duduk di depan sama-sama. Mereka bukan tidak mau mengalah tapi dua-duanya mau ngalah duduk belakang tapi aku suruh di depan semua, karena kayak supir aku kalau mereka berdua di belakang.

"Udah ganteng belum ma?" Tanya Arhan.

"Ganteng sayang, anak-anak mama selalu ganteng kok" Jawabku.

"Iya dong mamanya aja cantik" Jawab Arhan.

Anakku Bukan AnakmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang