Part 44

3.5K 137 5
                                        

Almeera Pov

Setelah selesai bermain anak-anak kembali menghampiri kami, peluh keringat membasahi wajah dan baju mereka. Aku sudah antisipasi dengan membawa 3 baju ganti untuk mereka.

"Ganti baju dulu yuk ke toilet" Ajakku ke anak-anak.

Mia dan Miko juga mengikuti kami, Miko juga berganti baju.

"Jadi kan ke rumah papaku dulu?" Tanya Mia memastikan.

Aku hanya mengangguk dan masih kepikiran Arfan. Aku gak mau dia jadi anak indigo atau apalah itu. Aku mau dia hidup normal seperti anak lainnya.

"Abang temen abang itu masih ikut kita gak?" Aku mendengar bisik-bisik Arhan.

"Dia lagi beldili di belakang Miko. Dia mau ajak Miko gandengan kayak kita tapi Miko gak mau" Jawab Arfan berbisik juga tapi masih bisa ku dengar.

"Mia" Aku menatap Mia.

Rupanya Mia juga mendengar tapi dia pura-pura tidak terjadi apa-apa. Kami langsung buru-buru keluar dari mall dan menuju rumah orangtua Mia dulu.

Buru-buru kami ke rumah orangtua Mia. Aku takut akan terjadi apa-apa dengan Arfan dan juga Miko. Untuk Arhan untungnya dia tidak bisa melihat hal tersebut.

Rumah orangtua Mia

Saat kami sampai papa dan mama dari Mia sudah berdiri di depan teras. Mereka sepertinya sudah tau kalau kami mau datang. Mungkin tadi Mia sudah lebih dahulu memberi kabar.

Penampilan keduanya sangat syar'i, papanya dengan baju dan celana tertutup dan mamanya dengan cadar yang menutupi wajahnya.

Aku menunggu Mia turun dari mobilnya sambil ku gandeng kedua anakku.

"Assalamualaikum pa, ma" Mia bersalaman dengan keduanya.

Aku mengikuti, tapi aku tau kalau papanya tidak bersentuhan jadi langsung ku dekap tangan ke dada tanda memberi salam jarak jauh.

Kami dipersilahkan masuk dan aku masih tetap menggandeng anak-anak. Arfan dari tadi hanya dia seperti ketakutan ketika kami masuk.

"Jangan takut ya kakek bantu usir dia biar gak ganggu kalian" Ucap papanya Mia.

"Namanya siapa?" Tanya nya lagi.

Kami diruang tamu bersama papanya, Mia dan anak-anak sedangkan mamanya ke dapur mengambil minum.

"Abang Alfan kek" Yang jawab Arhan.

"Kalau kamu namanya siapa?" Tanya nya ramah sekali.

"Aku Alhan" Jawab Arhan.

"Maaf pak, ini Arfan ini Arhan" Aku membenarkan nama mereka.

"Wah namanya bagus ya cocok sama kalian" Pujinya untuk membuat anak-anak tidak tegang.

Miko dan Arfan sedari tadi cuma diam saja, Arfan makin mengeratkan pegangannya padaku. Begitupun Miko dia makin erat memeluk Mia.

"Diminum nak" Mamanya membawa minuman dan camilan.

"Makasih Bu" Aku mengambil satu minuman dan memberikan ke Arfan biar dia agak tenang.

"Jangan takut, kakek bantu ya biar temannya gak gangguin lagi" Ucap papanya lagi.

"Miko sini sama kakek" Dia memanggil Miko cucunya.

Miko mendekat dengan cepat, dia langsung memeluk kakeknya. Kemudian kakeknya seperti membaca sesuatu dan Miko menangis kencang.

Mia langsung memeluk anaknya yang sudah nangis, Miko meronta-ronta ingin dilepas.

"Ini kiriman dari orang yang gak suka kalian. Dia berwujud anak-anak agar bisa mengelabui anak-anakmu dan membawa mereka ke alamnya" Ucap papanya.

Anakku Bukan AnakmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang