Besok banget adalah hari raya idul fitri. Aku di rumah tengah sibuk menyiapkan persiapan untuk besok. Aku menyetrika bajuku, baju Mas Alfandy dan baju anak-anak. Bi Minah dan Mang Kardi sudah pulang kampung sejak 2 hari yang lalu. Asep juga pulang kampung dan hanya Arif yang tidak. Katanya dia gak perlu pulang karena kampungnya deket dari sini.
"Mas tolong ini dong" Aku ribet dengan hanger baju yang riweh ini.
"Mas!" Ku panggil terus dia.
Karena gak ada sahutan ku matikan setrikaan dan mencarinya ke dalam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Astaghfirullah! Ngapain melamun disini! Pantesan dipanggil gak nyaut, taunya lagi melamun" Ucapku.
Aku menemukannya di ruang kerjanya, dia duduk melamun memakai sarungnya.
"Kenapa ma?" Tanya nya.
"Bantuin rapiin hanger dong, emosi aku ngerapiin sendiri" Pintaku.
Dia bangun dan berjalan mengikutiku.
"Mana?" Tanya nya.
Aku mengambil setumpuk hanger yang berantakan tadi. Dia dengan telaten dan sabar memisahkan satu persatu hanger itu.
"Terima kasih ya" Aku mencium pipinya tanda terima kasih.
"Aku ke dalam ya main sama anak-anak" Ucapnya.
Aku melanjutkan menyetrika dan merapikan beberapa baju untuk dipakai di hari raya nanti.
"Capek banget deh" Ucapku.
Aku mengeluh karena memang rasanya capek banget. Mungkin karena bawaan hamil ini jadi cepet capek.
"Baru jam 4" Aku menengok jam yang ada di ruang setrika ini.
"Olahraga bentar deh" Gumamku.
Entah kenapa aku tetap mau olahraga, padahal tadi kan aku ngeluh capek.
Aku mengganti pakaian ku dengan pakaian olahraga dan berniat stretching saja di samping dekat saung.
Belum juga sepuluh menit aku sudah merasa lelah sekali. Aku putuskan untuk rehat di ruang tengah. Daripada makin capek dan tiba-tiba drop kan gak lucu.
Alfandy Pov
Anak-anak sudah ku suruh mandi dan bersiap. Rencananya aku mau ajak mereka ke rumah mama untuk malam takbiran di sana. Mama dan papa pasti kesepian karena Mba Arumi ke rumah mertuanya dan Anisa juga ke rumah mertuanya.
"Ma!" Panggil ku ketika di dalam kamar.
"Masih nyetrika apa?" Aku ke ruang setrika.
Namun aku juga tak menemukan Almeera di ruangan ini.
"Kenapa pa?" Tanya anak-anak yang baru saja akan mandi.