Part 156

1K 71 4
                                        

Guys sapa dong Almeera di Instagram. Dia lagi baru dapat penghargaan Ratu Telenovela (Award bergengsi di Malaysia).

Tencu yang mau bantu sapa Almeera di Instagram 😚
Instagram nya (@sallywho) yakk
______________________________________

Almeera Pov

Akhirnya hari pernikahan Mas Alfandy dan Alina tiba. Pagi-pagi sekali semua sudah berkumpul di rumahku. Sengaja akad akan dilakukan di sini. Anak-anak sudah ku ungsikan ke rumah mama papa bersama Bi Minah dan Anggun.

"Aku gak mau nikah sama dia ma" Mas Alfandy terus memohon.

Tapi mau tidak mau dia harus tetap bertanggungjawab karena sudah jadi resikonya.

"Bismillah aja mas, aku ikhlas kamu menikah lagi dan aku minta jangan mengurangi kasih sayang ke anak-anak kita" Jawabku.

Aku berjalan keluar dari kamar kami, kamar yang dijadikan kamar pengantin ada dilantai bawah. Itu adalah kamar tamu yang aku minta tolong untuk dijadikan kamar pengantin.

Aku juga sudah menyiapkan sebuah rumah untuk Alina nantinya. Aku tidak mau dia tinggal bersama kami di sini. Aku tidak mau anak-anak banyak tanya akan kehadirannya.

"Kamu yakin Ra?" Tanya mama menghampiri ku.

Mama, Mba Arumi dan Anisa datang tapi tidak berdandan sedikitpun. Mereka memakai pakaian biasa yang memang sehari-hari dipakai.

"Eh mama kok belum ganti baju? Kan bentar lagi akad" Aku mengalihkan pertanyaan mama.

"Jangan mengalihkan pembicaraan Ra" Mba Arumi mengerti maksudku.

"Ara udah ikhlas mba, itu udah jadi tanggungjawab Mas Al. Mau bagaimanapun juga dia akan tetap menikah dengan Alina. Restui mereka ya ma" Ucapku ke mama.

Alfandy Pov

Aku tidak tau harus bagaimana sekarang, Almeera sungguh melakukan ucapannya. Keluarga ku sudah berkumpul di rumah kami. Tinggal menunggu keluarga Alina dan juga penghulu.

Aku tidak akan sanggup menikah dengan perempuan manapun. Hanya Almeera yang ada di hatiku.

Ku pandangi Almeera yang sedang berdiri di belakang rumah kami dekat saung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ku pandangi Almeera yang sedang berdiri di belakang rumah kami dekat saung. Tempat ini memang tempat favorit Almeera dan anak-anak.

Ada raut sedih diwajahnya, aku tau dia juga tidak menyukai keadaan ini. Almeera rela berkorban demi harga diriku.

"Assalamualaikum" Terdengar suara orang mengucap salam.

Aku menoleh ke arah ruang tamu, keluarga Alina rupanya. Aku bergegas menuju kamarku dan menguncinya. Aku benar-benar tidak mau menikah dengan perempuan ular itu. Lebih baik aku di penjara daripada harus mengkhianati Almeera dengan menikahi nya.

"Al! Kamu di dalam" Itu suara Kak Bagas.

"Aku gak akan menikah kak" Jawabku dari dalam.

"Al tolong keluar bentar" Panggilnya lagi.

Anakku Bukan AnakmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang