Almeera Pov
Barusan Mas Alfandy sudah mengetahui tentang kehamilan ini. Dia juga menanyakan siapa ayah dari anak-anak yang ku kandung.
Apa dia tidak sadar kalau ini adalah anak-anaknya. Pasti dia berpikiran aku wanita murahan.
"Kamu kenapa?" Ria menghampiri ku yang baru saja menaruh tasku di loker.
"Mas Alfandy udah tau aku hamil Ri, dia nanya siapa ayah anak yang aku kandung" Jawabku.
"Hah! Serius? Sini duduk dulu" Aku mengikuti Ria untuk duduk dikursi dapur.
"Dia marah Ri, dia membentakku dan sepertinya dia memang sangat marah" Jawabku.
"Udah kamu tenangin diri kamu, kasian ponakan-ponakan aku. Ini minum dulu" Aku menerima air yang dia kasih.
"Kamu jangan kerja dulu deh hari ini, gak papa aku rangkap tugas kamu. Kamu istirahat aja di kos aku, mau?" Tawarnya.
Aku hanya terdiam karena masih syok dengan bentakan Mas Alfandy tadi.
"Assalamualaikum mba kenapa mba?" Mba Arumi meneleponku.
"Waalaikumussalam kamu dimana Ra? Ini Al chat mba nyuruh ke rumah mama. Nisa juga disuruh ya ke rumah mama katanya ada hal penting yang kamu mau kasih tau ke kita. Hal penting apa Ra?" Tanya Mba Arumi.
Aku kaget mendengarnya, apa mungkin Mas Alfandy langsung mengabari semuanya? Apa dia mau mempermalukan aku di depan keluarganya?
"Maaf mba, Ara langsung ke rumah mama mba" Aku langsung mematikan telepon dan bergegas mengambil tasku.
"Aku temenin ya" Tawar Ria.
"Gak usah Ri aku aja sendiri, doain ya" Aku langsung memesan ojek online agar cepat.
Sesampainya di rumah mama sudah ada mobil Mba Arumi dan mobil Nisa.
"Assalamualaikum" Aku memasuki rumah. Ruang tamu tampak sepi.
Pasti semuanya berada di ruang keluarga. Aku langsung menuju ruang keluarga.
"Assalamualaikum" Semua yang di dalam menatap ke arahku.
Di sana Mas Alfandy duduk dengan wajah marahnya, wajah yang masih sama seperti wajah dia pagi tadi saat bertanya padaku.
"Waalaikumussalam duduk sini Ra" Ajak Mba Arumi.
Aku duduk di samping antara Mba Arumi dan Nisa.
"Ada apa sih mba? Kok tiba-tiba Kak Al nyuruh kita ngumpul" Tanya Nisa.
Aku terdiam dan sesekali menatap ke Mas Alfandy yang dari aku datang tidak melepas pandangan dariku.
"Jelaskan Almeera Syakira" Ucap Mas Alfandy.
"Ini ada apa Al?" Tanya mama yang juga kebingungan seperti yang lainnya.
"Tanya menantu kesayangan mama" Jawab Mas Alfandy.
"Ra, ada apa nak?" Tanya mama.
Aku tetap diam dan tak berani menatap mama.
"Ngomong aja Ra gak papa" Mba Arumi mengusap bahuku memberikan semangat.
"Ngomong!" Bentak Mas Alfandy.
Kami semua kaget dan juga anak-anak ku. Perutku langsung jadi keram seketika.
"Aduh!" Aku memegangi perutku.
"Ara" Mba Arumi ikut memegang perutku.
Mba Arumi dokter kandungan jadi tidak mungkin dia tidak mengetahui setelah memegang perutku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anakku Bukan Anakmu
General FictionMenceritakan seorang istri yang diusir karena tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Tetapi setelah diusir dia baru mengetahui kalau dia hamil.
