Part 101

2K 102 9
                                        

Sorry guys ga upload-upload, sebenarnya udah diketik tinggal tekan publikasikan. Tapi itu tadi malas banget sama orang yang komentarnya menghujat aja.

Udah bilang kalau gak sesuai dengan kehendak kalian ya udah jangan baca! Gak usah juga komentar gak jelas! Iri hati mah susah diilangin!

Kalau sekira cerita saya ini membosankan atau gak sesuai dengan yang kalian mau, ya udah jangan baca atau gak bikin cerita sendiri!!! Ribet banget!!!

Untuk yang selalu membaca dan support terima kasih ya guys!!

Tanpa support kalian author kayaknya gak bakal lanjut dah.

I love you para readers setia😘❤️
______________________________________

Almeera Pov

Sehabis berenang aku mengajak anak-anak mampir ke panti asuhan yang memang sudah seminggu yang lalu selalu kami kunjungi. Aku membawa anak-anak ke sini karena mengalihkan ingatan anak-anak untuk main ke tempat mamanya Mas Alfandy.

Anak-anak senang diajak ke panti kata mereka di sini ramai temen dan gak suka rebutan mainan. Mungkin karena mereka terbiasa sedari dini untuk berbagi jadi tidak ada yang ribut tentang mainan.

"Abang masuk ya ma" Pamit Arfan.

Aku mengangguk dan mereka masuk bersama menuju ruang bermain anak-anak panti. Aku sendiri pergi ke ruang dapur karena di sana para pengurus panti sedang masak untuk makan siang anak-anak panti.

Aku ke sini biasanya tidak membawa makanan tapi aku membawa alat tulis atau tidak uang. Aku membawa itu karena untuk bagian makanan sudah ada donatur tetap mereka yang setiap hari mengantarkan bahan makanan atau makanan ringan untuk anak-anak.

Maksudku membawa alat tulis agar bisa digunakan untuk anak-anak yang sudah sekolah dan uang juga mungkin bisa digunakan untuk biaya sekolah mereka.

"Assalamualaikum" Aku memasuki dapur yang ada beberapa pengurus panti.

"Waalaikumussalam" Jawab mereka semua.

"Walah Mba Almeera datang lagi. Udah lama sampenya mba?" Tanya seorang ibu-ibu.

"Baru aja Bu, kebetulan bawa anak-anak dari berenang mampir sini deh" Jawabku sambil ikut duduk bersama ibu-ibu yang memotong sayuran.

"Oh gitu, eh anak-anaknya udah ke ruang bermain Bu?'" Tanya yang lain.

"Udah Bu, tadi masuk langsung pamit ke sana. Mereka suka katanya main sama anak-anak di sini" Jawabku.

"Alhamdulillah kalau mereka pada seneng main sama anak-anak sini Bu" Jawab ibu yang lain juga.

Aku ikut membantu ibu-ibu memotong sayuran. Menu siang ini ayam goreng dan sayur capcay. Kata ibu-ibu di sini sayur capcay kesukaan anak-anak, hampir setiap hari sayur ini harus ada.

"Mba Almeera duluan aja ke ruang makan ini biar kita-kita yang angkut ke depan" Ucap mereka.

Di panti ini memang semua perempuan yang tinggal jika siang hari, sedangkan para suami mereka mengurus sawah atau kebun mereka. Sawah dan kebun itupun milik anak-anak panti yang diberikan oleh donatur.

Untuk yang tinggal menetap di panti ada 3 pasangan suami istri dan anak-anak mereka juga. Sedangkan untuk yang lain mereka pulang jam 9 malam ke rumah masing-masing dan ke panti lagi besok paginya. Bagi mereka pekerjaan merawat dan menjaga anak-anak panti adalah pekerjaan yang menyenangkan.

"Gak papa Bu saya bisa bantu angkutin" Jawabku sambil membawa baskom berisi ayam goreng.

Dapur dan ruang makan tidak begitu jauh, tapi saat aku mengangkat baskom ini rasanya perutku sakit. Mungkin akibat tertekan baskom ini atau bagaimana tidak tau juga.

Setelah semua selesai, ibu-ibu panti memanggil anak-anak untuk makan. Mereka dibagi menjadi 2 sesi makan karena kapasitas ruang makan yang tidak muat semuanya.

Untuk kloter pertama biasanya anak-anak yang berusia 10 tahun ke bawah dan selanjutnya baru yang umur 10 tahun ke atas.

Aku duduk bersama ibu-ibu pengurus sedangkan Arfan dan Arhan ikut bergabung makan bersama. Sudah seminggu ini Arfan dan Arhan selalu gabung ikut makan. Aku sudah bilang ke mereka untuk tidak ikut karena takut jatah anak-anak panti kurang, tapi kata Bu ketua panti mereka tidak akan kekurangan makanan hanya karena Arfan Arhan ikut makan.

Beberapa ibu pengurus lalu lalang memantau anak-anak makan. Seperti yang ku bilang tadi karena yang makan pertama umur 10 tahun ke bawah, jadi mereka masih sering memainkan makanannya.

"Dimakan ya jangan dihamburin" Tegur seorang ibu pengurus dengan lembut.

"Maaf Mba Almeera lagi datang bulan ya?" Tanya seorang pengurus agak berbisik padaku.

Aku kaget dan langsung mengecek dengan menengok ke arah belakangku.

"Eh astaghfirullah" Aku mendapati bagian belakangku ada bercak merah.

Aku memang memakai rok berwarna putih jadi memang jelas sekali noda itu. Apa karena ini aku tadi keram perut pikirku.

"Saya pinjam kamar mandi ya Bu" Pamitku ke ibu yang tadi.

Sebelum ke kamar mandi aku berlari ke mobil untuk mengambil pembalut dan ganti. Aku memang selalu menyiapkan pakaian aku, Mas Alfandy, Arfan dan Arhan di mobil. Sengaja disiapkan agar kalau tiba-tiba menginap atau hal begini mudah untuk ganti.

"Kok bisa ya datang bulan sekarang? Padahal ini belum tanggalnya" Tanyaku dalam hati.

Aku berjalan kembali ke panti dan mengganti rok dengan yang bersih. Anak-anak kloter pertama juga sudah selesai makan. Selanjutnya beberapa pengurus mengajak mereka duduk sebentar kemudian wudhu untuk sholat zuhur berjamaah.

"Peci sama sarung abang di mobil ma" Arhan menghampiriku.

"Pakai yang di sini aja peci sama sarungnya Arfan Arhan" Tawar seorang anak panti.

"Oke bang" Jawab Arhan.

Arfan juga ikut dengan anak tadi, anak tadi sepertinya usianya di atas Arfan Arhan. Tapi badannya sama besar dengan Arfan Arhan.

"Bu Almeera gak sholat kan ya? Saya minta tolong ngawasin anak-anak di sini bentar ya, saya mau ngawasin yang masih makan dan wudhu" Ucap seorang pengurus.

Biasalah kan yang masih seusia Arfan Arhan pasti wudhu sambil main air jadi lebih lama.

"Baik Bu" Jawabku.

Tak sengaja aku tersenyum melihat pandangan seperti ini. Sejuk rasanya melihat anak-anak ini sholat berjamaah, apalagi yang menjadi imamnya dari mereka juga.

"Pulang yuk" Ajakku ke anak-anak selesai mereka sholat dan bermain sebentar.

"Ayok ma" Ajak mereka.

Aku dan anak-anak pamit ke semuanya dan kami langsung pulang menuju rumah. Jam juga sudah menunjukkan pukul 3 sore. Sebentar lagi ashar jadi anak-anak harus mandi di rumah.

Rumah Almeera

Aku memasuki halaman rumah, di halaman ada 3 buah mobil terparkir. Aku memarkirkan mobilku dipojok dekat gerbang karena sudah tidak muat lagi.

"Ada mama sama yang lain mang?" Tanyaku ke Mang Kardi.

"Iya nya udah dari tadi sebelum zuhur" Jawab Mang Kardi.

Aku merasa tidak enak dengan mereka, mungkin karena sebelumnya aku menolak gabung jadi mereka yang ke rumah.

"Assalamualaikum" Aku dan anak-anak masuk lewat pintu samping dekat garasi.

Kebetulan pintu samping berdekatan dengan ruang keluarga lantai bawah. Tapi aku melihat di ruangan ini kosong, mungkin mereka ke ruang keluarga atas. Padahal ruang keluarga atas khusus untukku, Mas Alfandy dan anak-anak. Biasanya mereka aku bawa ke ruang keluarga lantai bawah saja.

Aku mulai badmood karena berpikir mereka ke ruang keluarga atas. Ya memang sih mereka keluarga Mas Alfandy tapi itu ruang keluarga khusus kami bukan untuk keluarga yang lainnya.

"Abang ke kamar dulu ya ma naruh tas" Pamit Arfan Arhan kepadaku.

Aku juga beranjak ke kamar untuk langsung mandi karena tadi hanya ganti pembalut saja jadi rasanya masih belum sah.

Anakku Bukan AnakmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang