Part 87

2.6K 119 5
                                        

Almeera Pov

Sepertinya memang nasibku dan juga takdirku selalu sial. Baru saja aku mencicipi hidup bahagia bersama Mas Alfandy serta anak-anak, ada saja musibah yang datang.

Aku sekarang bersama Mas Alfandy sedang menelusuri hutan untuk mencari keberadaan anak-anak. Sesuai dengan ucapan penculik tadi kalau mereka membawa anak-anakku ke hutan sini.

"Kamu jangan melamun, baca doa dan dzikir terus ya" Mas Alfandy menggenggam tangan kananku.

Aku dan mas Alfandy sengaja mengendarai mobil sendiri dan tidak bareng mobil polisi dan mobil anggota TNI. Kami ingin biar penculik itu tidak curiga kalau kami membawa polisi dan TNI.

"Telepon lagi nomor tadi Al" Suruh Mas Alfandy padaku.

Aku yang gugup jadi menjatuhkan handphone ku.

"Pelan-pelan dan berusaha tenang. Kita harus tetap tenang dan berdoa untuk keselamatan anak-anak" Ucapnya padaku.

Ku cari nomor tadi dan memang handphone ku sebelumnya sudah dipasang aplikasi penyadap oleh pihak polisi, agar mereka mengetahui apa obrolan kami sehingga tau di mana keberadaan anak-anak.

"Halo, saya sudah di hutan yang kamu katakan. Di mana anak-anak saya kamu sembunyikan?" Ucapku langsung tanpa menunggu jawabannya.

"Turun dari mobil kamu dan jalan menuju pinggir sungai yang berada di samping kanan hutan ini. Ingat jangan ada 1 pun orang yang mengikuti kamu" Aku kaget mendengarnya.

Aku bukan takut untuk menemui penculik ini sendirian, tapi aku takut anak-anak dicelakai mereka aku tak bisa melawan jika sendirian.

Mas Alfandy mengisyaratkan mengangguk.

"Baik saya turun sekarang" Ucapku.

Aku mengantongi handphone ku dan berjalan sesuai yang diperintahkan mereka tadi. Sayup-sayup makin lama makin terdengar bunyi air sungai mengalir. Ku percepat langkahku menuju sumber suara.

"Arfan! Arhan! Hana!" Teriakku ketika sudah berada dipinggir sungai.

Aku tidak menemukan siapapun di sini dan ketika aku berbalik badan ada seorang laki-laki bertubuh besar mendorongku.

"Aaaa! Mas Al! Tolong aku!" Teriakku.

Aku langsung terjatuh ke dalam sungai dan air sungai ini sangatlah dalam dan berarus. Aku berusaha berenang untuk menggapai batu-batu sungai tapi gagal.

Badanku terhempas beberapa kali dan terkena batu-batu sungai. Aku merasa kepalaku sangat pusing dan aku juga tidak kuat lagi menahan arus.

Author Pov

Alfandy yang tadi menunggu dimobil mendengar sayup-sayup suara teriakan Almeera. Langsung dia bergegas ke arah Almeera pergi tadi. Semua tim polisi dan TNI juga menuju ke sana.

Sampai dipinggir sungai Alfandy melihat seorang laki-laki sedang berdiri memandangi air sungai yang mengalir.

"Jangan bergerak!" Salah satu polisi menodongkan senjata ke orang itu.

Orang itu yang sudah tidak tau mau lari ke mana akhirnya pasrah. Dia duduk berjongkok dan langsung saja tim polisi menangkapnya.

"Di sana ada orang lagi!" Teriak seorang anggota TNI.

Mereka langsung mengejar orang yang bersembunyi dibalik semak-semak tadi.

"Mana istri dan anak-anak saya!" Emosi Alfandh ke pelaku ini.

Dia diam tak menjawab dan tak berani menatap ke arah Alfandy.

"Katakan di mana istri dan anak-anak saya! Kalau kamu tidak mengatakan maka seluruh keluarga kamu akan merasakan akibat dari perbuatan kamu ini!" Alfandy mencekek leher pelaku yang mendorong Almeera tadi.

Anakku Bukan AnakmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang