Author Pov
Sudah beberapa bulan sejak kecelakaan tersebut, Almeera belum juga ditemukan. Alfandy bersama keluarganya masih tetap mencoba mencari keberadaan Almeera. Anak-anak mereka pun masih terus mencari ibunya. Setiap hari Bu Rahimah, Arumi atau Anisa berganti menjenguk anak-anak Almeera sambil menenangkan mereka.
"Mama belum ditemuin juga ya nek?" Tanya Arfan.
Hanya Arfan yang masih tegar dan tak merengek mencari Almeera dibanding keempat adik-adiknya. Arfan sangat mencerminkan sikap dan sifat anak pertama. Dia mencoba tegar dan kuat agar adik-adiknya ada tumpuan.
"Belum bang, doakan ya dimanapun mama kalian berada semoga dia sehat-sehat" Jawab Bu Rahimah.
Arfan mengangguk dan kembali ke kamarnya. Sekarang tugas Arfan bertambah, yaitu membantu mengurus adik-adiknya jika Anggun dan Bu Yani sibuk dengan yang lain.
"Nak Ara ke mana ya bi, kasian anak-anak cari mamanya terus" Bu Yani
"Iya Yan bibi juga kasian sama anak-anak dan juga kasian sama Nak Al, dia udah kayak orang gila tiap hari ke sana kemari mencari Nak Ara" Jawab Bi Minah.
Tidak hanya keluarga Alfandy yang merasa kehilangan Almeera, tapi para art dan supir mereka juga merasa kehilangan sosok majikan baik hati seperti Almeera.
"Bi tolong buatin susu Nana ya" Alfandy.
Alfandy sekarang lebih banyak diam dan tak pernah nampak senyuman lagi diwajahnya. Wajahnya yang dulu terurus sekarang juga berubah tak terurus. Rambut, janggut, dan kumis yang panjang dia biarkan begitu saja.
Bibi langsung membuatkan susu untuk Najwa dan mengantarkan ke kamarnya.
Sedangkan Almeera
Almeera sekarang tinggal dan menetap di rumah ibu dan bapak yang menemukan dia saat itu.
Pak Rahman dan Bu Dewi sangat menyayangi Almeera dan menganggap dia seperti anaknya sendiri. Almeera pun yang mengalami amnesia lupa siapa keluarga sebenarnya. Dia hanya tau ibu dan bapak inilah orangtuanya.
"Aku izin ambil air di sumur dekat sungai ya Bu" Ucap Almeera ke Bu Dewi.
"Hati-hati ya nduk, nanti kalau misalkan berat pulang dulu panggil bapakmu biar dia yang angkut" Jawab Bu Dewi.
Almeera mengangguk dan kemudian berjalan ke samping rumah mengambil jerigen untuk diisi air.
Keluarga ini memang cukup berada tapi untuk masalah air bersih memang semua warga mengambil dari sumur ini. Selain memang tiap rumah jarang ada sumur pribadi, mitosnya air di sumur ini memiliki banyak khasiat.
"Eh ada Saleha, lagi ambil air juga Sal?" Tanya seorang laki-laki yang memang menyukai Almeera sejak awal bertemu.
"Iya Ram ini mau ngisi baskom luar" Jawab Almeera.
Laki-laki ini bernama Ibram, dia adalah seorang duda ditinggal kabur istrinya yang menjadi selingkuhan orang. Ibram mempunyai usaha ladang sayur, sawah, ternak bebek dan juga sapi. Bisa dikatakan Ibram termasuk orang kaya di desa ini. Ibram mendapatkan kekayaan ini atas kerja kerasnya setelah ditinggal pergi istrinya itu.
"Sini saya bantuin nimba airnya, kamu tampung saja" Ucap Ibram menawarkan.
Almeera dengan senang hati menerima bantuan itu. Almeera juga sudah tau kalau Ibram menyukainya dan diapun hanya menganggap itu sebagai hal biasa.
Almeera tidak tau kenapa dia tidak juga memiliki ketertarikan dan rasa suka dengan siapapun di desa itu. Dia mencoba membuka hati untuk Ibram tapi hatinya menolak. Padahal dia kasian dengan ibu dan bapak yang sudah menyuruhnya menikah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anakku Bukan Anakmu
Tiểu thuyết chungMenceritakan seorang istri yang diusir karena tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Tetapi setelah diusir dia baru mengetahui kalau dia hamil.
