Part 170

862 51 6
                                        

Author Pov

Pencarian Siska dan Asyfa membuahkan hasil. Siska dan Asyfa ditemukan dalam kondisi terluka. Mungkin Siska sebelumnya mencoba melarikan diri dan akhirnya terjatuh ke dalam jurang. Untungnya baik Siska ataupun Asyfa masih sama-sama selamat. Hanya saja Siska harus kehilangan penglihatan karena kepala bagian belakang terbentur keras dengan batu dan kejatuhan pasir. Sedangkan kondisi Asyfa dia hanya mengalami banyak lebam dan luka-luka.

"Alhamdulillah ya Allah terima kasih sudah mendengar doaku" Ria bersujud syukur di depan ruang UGD.

Ria dan Almeera sudah dikasih tau oleh tim kepolisian kalau Siska dan Asyfa sudah ketemu. Mereka yang tadinya masih duduk nyantai sebentar langsung bergegas ke rumah sakit untuk melihat keadaan Siska dan Asyfa.

"Duduk yuk Ri" Ajak Almeera ke Ria.

Ria mengikuti perkataan Almeera dan duduk tepat disebelah Almeera.

Mereka hanya datang bertiga bersama Asep. Anak-anaknya dititipkan di rumah Almeera bersama Bi Minah dan para pengasuhnya.

Kebetulan juga hari sudah jam 9 malam dan ini lingkungan rumah sakit, jadi tidak baik untuk membawa anak-anak.

"Sayang" Rio keluar dari ruang UGD sambil berjalan menuju Ria.

Mereka berdua berpelukan sambil Ria yang masih menangis.

"Udah ya Asyfa baik-baik aja, dia hanya lebam dan luka-luka ringan" Ucap Rio.

Almeera yang mendengar itu langsung merasa terpukul hatinya. Bagaiman dia tega melihat kondisi Asyfa yang lebam dan luka-luka.

"Eh Ara, terima kasih udah bawa Ria ke sini" Rio menyadari kehadiran Almeera.

"Sama-sama Rio. Oh iya kalau keadaan Siska bagaimana?" Tanya Almeera penasaran.

"Siska masih dirawat intensif Ra, dia mengalami pendarahan otak dan dipastikan buta permanen" Jawab Rio.

"Innalilahi wa Inna ilaihi roji'un" Almeera langsung bertakzim mendengarnya.

"Harusnya perempuan itu mati mas bukan hanya buta. Ibu mana yang dengan tega menculik anak kandung sendiri kemudian membawanya ke hutan belantara!" Emosi Ria.

Rio berusaha menenangkan Ria yang emosi dengan Siska. Ria terus saja menyumpahi yang buruk-buruk untuk Siska.

Tidak dipungkiri mungkin karena Ria juga merasa bersalah ke Asyfa, jadi dia lampiaskan semuanya untuk menyumpahi Siska.

"Kapan kita boleh masuk mas? Aku mau lihat Syfa" Tanya Ria ke Rio.

"Bentar ya sayang, Asyfa lagi ditangani dan masih ada beberapa polisi juga di dalam" Jawab Rio.

Almeera yang merasa tidak perlu ikut nimbrung hanya kembali duduk di kursi tunggu tadi. Dia juga sesekali melihat ke arah pintu UGD, berharap suaminya keluar dari pintu itu. Jujur dia merindukan suaminya dan juga ingin bertemu dengannya.

"Eh Ra itu Kak Al masih di dalam, karena tadi yang menemukan Siska dan Asyfa dari tim satuan Kak Al, jadi pihak kepolisian meminta keterangan Kak Al sebagai kepala tim" Rio tau kekhawatiran Almeera mencari suaminya.

"Oh gitu, oke Rio" Jawab Almeera.

Setelah menjelaskan semuanya, Rio kembali izin masuk untuk memastikan kondisi Asyfa. Ria dan Almeera tetap belum diperbolehkan ikut masuk karena Rio tidak mau Ria nanti histeris di UGD. Kasihan pasien yang gawat darurat lain kalau Ria tiba-tiba saja teriak.

Rumah Almeera

Rumah Almeera yang dipenuhi anak-anak menjadi sangat ramai kalau waktu tidur tiba. Mereka memang akan membuat ulah kalau ingin tidur. Almeera dan Alfandy kadang sangat kewalahan dengan tingkah masing-masing dari mereka.

Anakku Bukan AnakmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang