Alfandy Pov
Setiap harinya aku selalu menjaga Almeera. Kadang kalau aku tidak bisa jaga full seharian aku minta tolong ke Bi Minah. Untunglah Mang Kardi sudah sembuh dan memang masih pemulihan, jadi Bi Minah bisa membantuku menjaga Almeera.
"Anak-anak udah berangkat ngaji tadi bi?" Tanyaku ke bibi yang baru datang, aku memang meminta bibi membantuku bergantian karena aku ada piket malam.
"Udah berangkat tuan, mereka diantar sama Tuan Hartowi" Jawab Bi Minah.
Papa, mama, Kak Bagas, Mba Arumi, Anisa, Nanda, Sisi dan Ria teman Almeera memang sangat membantuku selama Almeera sakit ini. Mereka semua mau bergantian menjaga Almeera atau menjaga anak-anakku. Aku bersyukur memiliki mereka.
"Saya piket dulu ya bi, nanti kalau ada apa-apa bibi langsung kabari saya" Pamitku ke bibi.
"Baik tuan" Jawabnya.
Aku mendekat ke ranjang Almeera dan mencium keningnya.
"Cepat pulih dan cepat bangun sayang, aku, anak-anak dan semuanya rindu kamu" Bisikku ke telinganya.
Almeera kadang mulai merespon dengan mengernyitkan mata atau alisnya. Kata dokter artinya Almeera mendengar ucapan kita.
"Pamit ya bi, assalamualaikum" Ucapku.
Untunglah Almeera sudah ku pindahkan ke rumah sakit tempat aku dinas. Awalnya Almeera berada di rumah sakit yang dekat hutan kami mencari anak-anak. Tapi karena aku mau Almeera dalam pengawasanku jadi aku membawanya ke rumah sakit tempatku dinas.
Author Pov
Arumi dan anak-anaknya tengah bersiap mau menginap di rumah ibunya. Arumi memang sengaja mengajak anak-anaknya menginap di sana agar anak-anak Almeera merasa ada teman dan tidak sedih memikirkan ibunya.
"Baju Farish dibanyakin mas" Ucap Arumi ke Bagas.
Memang begitu ya kalau pergi-pergi tuh yang penting baju anak-anak lebih banyak terutama bayi. Bayi kan rentan sekali terkena ruam dan segala macam.
"Baju kamu berapa lembar?" Tanya Bagas ke Arumi.
"Aku 2 aja mas, di rumah mama kayaknya baju aku dan anak-anak lain masih ada juga. Baju Farish aja yang belum ada" Jawab Arumi.
"Adek udah siap ma" Rahma dan Lea menghampiri mereka ke kamar.
Memang tadi Arumi meminta babysitter anaknya untuk menyiapkan Farish.
Mereka kemudian berangkat menggunakan 1 mobil. Karena memang Arumi masih cuti jadi mereka hanya akan standby di rumah ibunya.
"Udah siap?" Tanya Bagas ke anak-anak.
"Siap pa!" Jawab Rahma dan Lea.
"Bismillahirrahmanirrahim. Nanti di rumah nenek jangan jahilin Arfan Arhan ya, kasihan mereka lagi sedih. Ajak main aja seperti biasa" Pesan Arumi.
"Oke ma" Jawab keduanya lagi.
Mereka berangkat menuju ke rumah Bu Rahimah. Sengaja Arumi tidak membawa babysitter nya karena baru babysitter nya juga bisa libur beberapa hari.
"Mampir beli crepes dulu boleh gak pa?" Tanya Lea ke Bagas.
"Boleh" Jawab Bagas.
Bagas tipe ayah yang selalu menuruti permintaan anaknya. Kadang Arumi yang kesal sendiri karena Bagas terlalu memanjakan anak-anaknya.
"Hati-hati turunnya, beliin yang Arfan, Arhan sama Ira" Pesan Arumi.
Mereka memang sengaja hari ini menginap bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anakku Bukan Anakmu
Ficción GeneralMenceritakan seorang istri yang diusir karena tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Tetapi setelah diusir dia baru mengetahui kalau dia hamil.
