Part 184

484 16 0
                                        

Alfandy Pov

Tepat sore harinya kami sekeluarga besar merayakan ulang tahun Almeera. Walaupun gagal rencanaku untuk nanti malam sana memberikannya surprise tapi sepertinya dia tidak ngeh kalau sore ini hanya kejutan dari mama dan yang lain bukan dari aku dan anak-anak.

"MasyaAllah, ma terima kasih ya" Almeera mendekat dan memeluk mama.

Tak lupa juga dia berterima kasih ke papa dan yang lainnya juga.

"Selamat ulang tahun ya Ra, semoga kamu sehat selalu biar bisa merawat dan membesarkan anak-anak kamu" Mba Arumi memeluk Almeera.

"Selamat ulang tahun kakak ipar aku, semoga sehat terus, panjang umur, murah rezeki, tambah cantik, berkah hidupnya dan kalau bisa tambah ponakan 1 lagi cowok biar pas cewek 3 cowok 3 hehe" Ucap Anisa sekaligus meledek Almeera.

"Ih apaan itu doa terakhirnya Nis" Balas Almeera, kemudian dia juga memeluk Anisa.

"Selamat ulang tahun ya Ra, jadi istri sholihah untuk suami dan ibu yang terbaik untuk anak-anak" Ucap papa.

Semua sudah mengucapkan doanya untuk Almeera sedangkan aku memang sengaja tidak mengucapkan karena sudah ada rencana nanti malam saja.

"Mama potong kue!" Teriak Nayla.

Semua berfokus ke arah Nayla dan sebuah kue yang lilinya sudah hampir habis karena tadi dihidupkan.

Buru-buru kami mendekat dan Almeera langsung meniupnya. Kemudian kami bersenang-senang bersama menikmati pesta ini. Lalu sekitar jam 5an semua pamit untuk pulang ke rumah masing-masing.

"Selamat ulang tahun ya Nak Ara, semoga Nak Ara sehat terus dan menjadi ibu terbaik untuk lima bocil" Ucap bibi ke Almeera.

"Aamiin ya rabbal 'alaamiin, makasih doanya bi" Almeera memeluk bibi.

Di sana ada Bu Yani juga dan dia kaget melihat Almeera memeluk bibi, mungkin pikirnya kok majikan main peluk art.

"Selamat ulang tahun ya Nak Almeera, semoga panjang umur dan sehat selalu" Ucap Bu Yani malu-malu.

"Aamiin, makasih ya Bu" Almeera juga langsung memeluk Bu Yani.

Setelah adegan itu kami semua beranjak dari ruang keluarga lantai bawah ini menuju kamar masing-masing untuk bebersih dan bersiap sholat magrib.

"Ma nanti aku sama anak-anak pulang dari masjid tolong siapin baju anak-anak ya, dan kamu juga bersiap ganti baju aku mau ajak kalian jalan-jalan keluar" Ucapku ke Almeera.

"Mas gak capek?" Tanya nya.

"Hah? Capek ngapain?" Tanyaku.

"Ya kan tadi baru aja udah acara mas" Jawabnya.

"Gak kok aku gak capek, atau mama capek?" Tanyaku sambil mendekat.

"Gak terlalu sih kan tadi aku cuma disuruh duduk aja sama yang lain" Jawabnya nyengir.

"Ya udah nanti habis isya kita keluar ya soalnya aku sama anak-anak nanti nunggu isya langsung di masjid. Kamu sama anak-anak cewek di rumah siap-siap oke!" Ucapku.

Almeera tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian dia beranjak keluar kamar untuk melihat anak-anak kami.

Almeera Pov

Aku sangat bersyukur kepada Allah karena sudah memberikanku keluarga sebaik ini. Jarang ada menantu dan ipar yang diterima dengan baik dikeluarga suami. Tapi Alhamdulillah keluarga Mas Alfandy sangat menerima dan menyayangiku.

"Assalamualaikum, hey lagi ngapain?" Aku menyapa Najwa yang sedang bermain di sofa ruang tengah bersama Anggun.

"Assalamualaikum, hey lagi ngapain?" Aku menyapa Najwa yang sedang bermain di sofa ruang tengah bersama Anggun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Anak mba makin menggemaskan mba, pengen tak uyeng-uyeng rasanya" Jawab Anggun.

"Eh enak aja anak mba mau di uyeng-uyeng, yang ada kamu di uyeng-uyeng sama papanya" Jawabku sedikit tertawa.

Anggun tertawa ngikik karena ucapanku.

"Eh udah jangan ketawa ntar anak mba sawan denger ketawamu" Ucapku menghentikan tawanya.

"Ye mba mah" Jawabnya.

"Tolong siapin Nana ya Gun soalnya aku, Mas Alfandy sama anak-anak mau keluar habis isya" Ucapku ke Anggun yang dibalas anggukan.

Aku kemudian menuju kamar anak perempuanku.

"Lah kok di sini sayang?" Ternyata keduanya sedang duduk bersama di ruang tv.

"Lah kok di sini sayang?" Ternyata keduanya sedang duduk bersama di ruang tv

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mama sini deh" Mereka memanggilku.

"Ini Kak Lala apa Kak Sasa? Ayo tebak!" Tanya Naysa padaku sambil memperlihatkan sebuah album foto.

"Ini Kak Lala apa Kak Sasa? Ayo tebak!" Tanya Naysa padaku sambil memperlihatkan sebuah album foto

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku sedikit geli mendengar pertanyaannya, bisa-bisanya mamanya ditanya hal begini. Dikira mamanya gak tau ya bedain mereka berdua.

Aku duduk di depan mereka.

"Ini tuh Kak Sasa sayang, mama tau bedain kalian kok" Jawabku.

"Ih iya apa ini Kak Sasa? Bukan aku ya?" Protes Nayla.

Aku tertawa kecil karena merasa lucu, bisa-bisanya dia sendiri tidak tau itu wajahnya atau bukan.

"Haha ini aku" Sahut Naysa.

"Iya ini tuh Kak Sasa sayang, muka kalian memang mirip banget cuma mama tau bedain. Ini nih kalau anak mama yang ini mukanya agak bulet dan yang ini agak kecil. Hidung kalian juga agak beda, kalau hidung Kak Sasa agak mirip hidung papa nah kalau hidung Kak Lala mirip hidung mama" Jawabku.

"Oh gitu ya ma, tapi kami sama-sama cantik kan?" Tanya mereka.

"Hehe sama-sama cantik kok kan anak-anak mama kalau kata tante-tante kalian tuh produk limited gak ada yang produk gagal" Jawabku sambil makin geli untuk tertawa.

"Ih mama mah" Rajuk keduanya.

Langsung ku peluk mereka berdua dan pada akhirnya mereka minta difoto untuk dikirim ke papanya foto mereka sedang melihat album foto.

"Aduh segala mau diliatin papanya" Gumamku.

"Udah cantik ini" Au memperlihatkan hasil fotoku.

Alhamdulillah mereka tidak protes dan kegiragan melihat fotonya.

"Kalian minta tolong Mba Yani bersiap ya, ini udh isya papa mau ajak kita keluar" Ucapku terakhir sebelum eninggalkan ruangan ini.

Mereka berduapun dengan cegatan beranjak dari sofa menuju kamarnya.

Setelah mereka ke kamar dan aku juga sudah di kamar aku berniat meng-upload foto anak-anak di media sosialku. Rasanya sudah lama tidak upload foto-foto mereka.

Ku cari aplikasi instagram untuk meng-upload nya.

Anakku Bukan AnakmuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang