Author Pov
Pagi-pagi sekali Almeera dan Alfandy sudah bersiap menjemput Sisi untuk bersama ke penjara. Alfandy sudah mempersiapkan beberapa bukti penting yang mendukung agar papa Sisi memberikan restunya.
Alfandy bukan bermaksud jahat, akan tetapi dia begitu agar orangtua Sisi memberikan anak mereka izin.
"Anak-anak udah dititipin?" Tanya Alfandy ke Almeera.
"Udah sama Bi Minah sama si mba juga mas. Kalau Arfan Arhan bentar lagi diantar sama Asep ke sekolah" Jawab Almeera.
"Jemput Sisi dulu ke kost an mas" Ucap Almeera lagi sambil memasang sabuk pengamannya.
Alfandy menyalakan mesin dan mulai bergerak keluar dari rumah. Hari memang masih terbilang sangat pagi, yaitu jam setengah 7 kurang. Alfandy pun tau kalau jam besuk dibuka setengah 10 pagi.
Tibanya di depan kost Sisi, Almeera mengeluarkan hp dan menelponnya. Tak lama setelah di telepon Almeera, Sisi keluar dengan sudah rapi.
"Udah siap?" Tanya Almeera saat Sisi sudah masuk ke dalam mobil.
"Insyaallah mba, terima kasih ya mba dan Kak Al mau nemenin aku" Jawab Sisi.
"Tenang aja, mba ini mba kamu juga jadi apapun yang menjadi masalah kamu sebisa mungkin mba bantu menyelesaikan" Jawab Almeera.
"Kita berangkat?" Tanya Alfandy.
Mereka berdua mengangguk dan menuju ke penjara. Tapi sebelumnya Alfandy singgah sebentar di tempat sarapan. Tadi memang mereka belum sarapan dan niat sarapan di luar bersama Sisi.
"Aku tunggu di sini aja ya" Ucap Almeera tiba-tiba.
"Lah kok gitu ma?" Tanya Alfandy.
"Gak selera makan mas, kalian aja berdua" Jawab Almeera lagi.
"Ya gak enak dong mba masa aku makan berdua Kak Al" Sahut Sisi.
"Kenapa gak selera? Kamu gak enak badan? Sakit?" Alfandy menempelkan tangannya ke jidat Almeera.
"Aku gak sakit mas, cuma lagi gak pengen sarapan aja. Lagi gak selera makan mas" Jawab Almeera.
"Jangan gitu deh mba nanti mba kalau gak sarapan bisa sakit perut. Walaupun mba gak punya riwayat sakit magh tapi kalau biasanya sarapan terus tiba-tiba gak, bisa bikin sakit perut juga" Sisi menjelaskan agar Almeera mau ikut sarapan.
"Tuh denger kata Sisi, kalau kamu sakit nanti kasian anak-anak sedih liat mamanya sakit" Alfandy pun mencoba membujuk Almeera.
"Ya udah deh aku ikut, tapi aku minum susu aja ya atau roti aja. Sumpah aku benar-benar gak selera makan apapun" Tawar Almeera.
Akhirnya disetujui Alfandy dan mereka turun bersama makan disalah satu resto pagi yang buka.
"Permisi ibu, bapak. Ini menu nya silakan ditulis di sini nanti panggil saja" Seorang pelayan memberikan buku menu serta kertas pena.
"Kamu mau makan apa Si?" Tanya Almeera ke Sisi.
"Aku salad aja mba, lagi diet dikit biar nanti baju resepsi muat hehe" Ucap Sisi sedikit bercanda.
"Papa?" Tanya Almeera ke Alfandy.
"Papa lagi pengen nasi uduk ma" Jawab Alfandy.
Sisi rupanya memperhatikan interaksi kedua orang di depannya ini. Senyum tipis terlihat di bibirnya. Sisi berdoa di dalam hatinya agar rumah tangganya nanti seperti Almeera dan Alfandy.
"Oke, minumnya?" Tanya Almeera lagi.
"Jus wortel mba" Sahut Sisi.
"Kopi susu" Alfandy nyengir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anakku Bukan Anakmu
Fiksi UmumMenceritakan seorang istri yang diusir karena tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Tetapi setelah diusir dia baru mengetahui kalau dia hamil.
