Rio Pov
Aku menoleh ketika ada suara yang memanggilku. Aku mengenali orang ini dan jelas dia juga mengenalku.
"Mau apa kamu ke sini?" Tanyaku.
"Jangan galak-galak pak dosen" Jawabnya.
"Langsung saja katakan apa mau kamu!" Bentak ku kesal.
"Pak dosen mau ke mana? Mau pulang ya? Nebeng dong" Ucapnya.
"Gak usah ngelantur, cepat jawab mau apa!" Emosi rasanya.
"Saya mau minta anak saya!" Jawabnya.
Aku kaget karena kenapa dia bisa tau anaknya ada bersamaku. Apa mungkin pihak kepolisian yang memberitahu.
"Anak yang mana?" Tanyaku pura-pura tidak paham.
"Anak saya yang kalian adopsi selama ini" Jawabnya.
"Gila kamu, gak akan saya kasih Asyfa ke kamu" Ucapku.
"Oh jadi kalian kasih nama Asyfa ya. Kenapa kasih nama bagus-bagus sih, anak haram juga itu" Ucapnya.
Ingin rasanya ku remas mulut pedasnya itu. Anak sendiri dibilang anak haram, padahal dia yang membuat anak itu sampai jadi anak di luar nikah.
"Jaga mulut kamu ya, dia bukan anak haram" Ucapku.
"Widih-widih sampe segitunya ngebelain anak aku" Jawabnya.
"Pokoknya aku mau anak aku. Besok aku akan ke rumah kalian buat ambil anak aku" Sesudah mengatakan itu dia pergi.
Emosi sekali aku ketika dia bilang mau mengambil Asyfa. Asyfa itu sudah menjadi anakku dan aku juga sudah mengurus hak asuh dia. Bagaimana pun caranya aku tidak akan memberi Asyfa ke dia.
Kalian juga pasti sudah tau siapa perempuan yang menemuiku tadi. Dia Siska, adik dari Erin mantan pelakor Alfandy. Dia orang yang menghancurkan rumah tanggaku dulu. Dia yang membuang anaknya dan sekarang berharap untuk mendapatkan kembali anaknya.
Aku masuk ke mobil kemudian ke rumah mama untuk meminta mama menjaga bayi kami di rumah.
Almeera Pov
Tidak menyangka kalau Mas Alfandy mengingkari janjinya. Padahal udah janji gak ngerokok lagi, eh diingkari.
"Assalamualaikum, nyonya maaf ini Non Najwa lapar" Bibi.
"Waalaikumussalam masuk aja bi" Suruhku.
Bi Minah masuk perlahan dengan membawa Najwa digendongannya. Najwa sudah risih tapi belum sampe menangis.
"Maaf merepotkan ya bi" Ucapku ke bibi.
"Gak repotin kok nya, saya justru malah seneng nyonya percaya nitipin Non Najwa ke saya" Jawab bibi.
"Hm bi aku boleh saran gak?" Tanyaku.
"Saran apa nya?" Tanya bibi.
"Mulai hari ini panggil aku Ara aja ya, gak enak dipanggil nyonya-nyonya gitu. Aku berasa udah tua banget dipanggil nyonya" Ucapku.
Jujur sedari awal nikah sama Mas Alfandy aku risih dipanggil nyonya.
"Eh gak sopan dong nya, saya di sini pekerja dan nyonya majikannya" Jawabnya.
"Status bibi di sini tuh keluarga saya juga, bibi tuh sodara yang kebetulan membantu aku mengurus rumah. Jadi mulai sekarang panggil nama aja ya bi" Pintaku.
"Kalau saya panggil Nak Ara gak papa?" Tanya Bi Minah.
"Boleh bi, boleh banget" Jawabku senang.
"Oh iya untuk anak-anak juga jangan pake den den gitu pakai nama mereka aja manggilnya" Pintaku lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anakku Bukan Anakmu
General FictionMenceritakan seorang istri yang diusir karena tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Tetapi setelah diusir dia baru mengetahui kalau dia hamil.
