Part 114

2.2K 120 6
                                        

Guys aku mau ngadain giveaway nih, tebak siapa aja nama orang-orang yang aku pakai jadi cast di cerita ini.

Caranya kalian cuma tinggal komen aja dipart "CAST" sebutin nama aja (tapi semua cast) nanti aku cari yang bener.

Happy reading yakkk!!!
______________________________________

Author Pov

Ria sudah resmi berpisah dari Rio, Ria sudah tidak mau lagi tahu tentang Rio ataupun mengenalnya lagi. Tapi berbeda dengan Rio, dia tetap diam walaupun dia tahu kalau dia sebenarnya tidaklah bersalah. Rio memilih diam dan akan mencari jalan keluar barulah nanti dia menjelaskan ke Ria sambil membawa buktinya.

"Mau langsung pulang apa gimana?" Tanya Almeera yang memang menemani Ria sidang putusan.

"Ke rumah kamu aja yuk, aku bosan di rumah. Lagian juga aku mau pindah besok" Jawab Ria.

"Pindah ke mana?" Tanya Almeera heran.

Yang Almeera tahu Ria hanya memiliki 1 rumah di sini. Sempat Almeera suruh beli rumah lagi biar untuk investasi gitu tapi Ria tidak mau.

"Balik kampung, aku mau tinggal sama ibu bapak aja Ra" Jawabnya.

"Ih tega kamu mah ninggalin aku sendiri di sini. Nanti gimana aku ngurus cafe kita. Makin lama kandungan aku makin gede, gak kasihan kamu ke aku Ri" Ucap Almeera dibuat-buat agar Ria kasihan dan mengurungkan niat untuk pindah.

"Ya gimana lagi Ra aku pusing kalau terus di sini. Aku mau melupakan Rio dulu Ra. Aku janji gak lama kok, nanti aku juga kontrol cafe dari sana" Jawab Ria.

Almeera mengiyakan saja karena dia tahu persis bagaimana perasaan Ria sekarang, sebab dulu dia juga merasakannya.

Mobil yang dikendarai Ria melaju sedang menuju rumah Almeera. Tapi sebelumnya mereka mampir untuk membeli bahan membuat camilan. Sudah pasti mereka akan meminta bantuan bibi membuatnya karena akhir-akhir ini Almeera sangat menyukai camilan apapun yang Bi Minah buat.

Alfandy Pov

Aku dan papa sudah selesai dengan sidang kasus Sarah. Sarah dan kedua orangtuanya dikenai hukuman 9 bulan penjara dan denda 4,3 juta sesuai dengan pasal 433 RKHUP. Aku merasa sedikit lega karena mereka tidak terlalu lama di penjara. Jujur aku kasihan dengan ketiganya. Tapi ya gimana lagi kan yang mengkasuskan Pak Hartowi gak bisa ditolak.

"Itu Almeera sama Ria" Tunjuk papa saat kami berhenti di lampu merah.

Almeera terlihat bersama Ria sedang masuk ke salah satu supermarket. Seingatku kami sudah belanja bulanan, kenapa Almeera belanja lagi.

"Ke sana yuk pa" Ajakku ke papa.

"Papa mau balik ke klinik nanti ada janji. Kamu sendiri aja gak papa?" Tanya papa.

Karena memang kebetulan sedang membawa mobil papa jadi aku yang turun.

"Hati-hati pa" Ucapku setelah turun.

"Iya Al salam ke Almeera dan Ria. Bilangin ke Almeera jangan capek-capek nanti sakit" Jawab papa.

Aku berjalan menuju supermarket tadi yang berada di seberang jalan. Ketika lampu pejalan kaki hijau aku langsung menyebrang.

Tinnnn!!!!!

Sebuah motor menerobos lampu merah dan menyenggolku. Aku terhempas ke trotoar dan setelahnya aku tidak merasakan apapun dan pandanganku menjadi gelap.

Almeera Pov

Aku dan Ria dikejutkan dengan suara orang ramai berkumpul di dekat lampu merah. Katanya ada pejalan kaki yang nyebrang kesenggol motor.

Anakku Bukan AnakmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang