Part 155

889 64 11
                                        

Author Pov

Hari menegangkan untuk Alfandy sekeluarga. Alfandy dan Almeera berpegangan tangan ketika menemui keluarga Alina. Alina nampak kesal melihat keakraban Alfandy dan Almeera. Dia pikir Almeera akan meninggalkan Alfandy setelah tau kejadian ini.

"Saya sebagai ayah dari Alfandy sekaligus ayah Almeera akan memulai diskusi kita mengenai anak-anak kita. Sebelumnya saya mau memberitahu ke bapak dan ibu sekalian. Alfandy sudah menikah dan memiliki 4 orang anak, sebentar lagi 5 orang. Sebelumnya juga Alfandy tidak pernah melakukan hal seperti ini. Saya bukan mau bilang kalau anak saya tidak bersalah dan tanpa dosa. Saya sadar di sini juga ada kesalahan dari anak saya. Saya selaku ayahnya meminta maaf. Untuk selanjutnya masalah ini kita bicarakan secara kekeluargaan" Pak Hartowi membuka pembicaraan.

"Saya juga selaku ayah dari Alina merasa sangat kesal dan marah akan kelakuan anak anda. Anak anda sudah merenggut kesucian anak saya dan bahkan sampai menghamilinya. Saya kecewa dengan sikap anak anda yang menghindar dan tidak mau bertanggungjawab" Balas bapaknya Alina.

"Mohon maaf saya izin bicara, sebelumnya saya bukan mau mengatakan kalau saya laki-laki baik-baik. Tapi alangkah baiknya juga bapak tanyakan ke anak bapak, apa benar saya yang merenggut keperawanan anak bapak? Apa benar selama ini kelakuan anak bapak baik-baik saja? Saya bukan membela diri tapi saat malam itu terjadi saya berani sumpah saya tidak mengingat apa-apa. Saya diajak teman saya ke club itu, saya ingin pulang tapi anak bapak memberikan saya minum dengan alasan tidak enak sudah dipesan. Saya menghargai itu dan saya meminumnya, tapi apa yang saya dapatkan? Saya pingsan tak sadarkan diri dan saat sadarpun saya sudah berada di rumah saya" Jelas Alfandy.

Hal ini belum pernah dia ceritakan ke siapapun kecuali Almeera. Pak Hartowi dan Bu Rahimah tampak terkejut. Mereka pikir selama ini memang Alfandy meniduri perempuan itu karena kekhilafan.

"Sayapun tidak tau kalau saya meniduri anak kalian" Alfandy.

"Jadi kamu mau bilang adik saya pelacur? Iya?" Kakak Alina.

"Terus anda mau juga mau bilang adik saya pembohong?" Tanya Bagas.

Memang di ruangan ini ada Bagas, Arumi, Nanda dan Anisa. Semua keluarga Alfandy hadir.

"Kita selesaikan secara kekeluargaan saja, dari pihak satuan Alfandy juga sudah menyerahkan masalah ini ke keluarga kami" Ucap Pak Hartowi.

"Saya hanya mau pertanggungjawaban dari pihak Alfandy. Nikahi anak saya, karena tidak mungkin anak saya melahirkan tanpa seorang suami" Ibu Alina.

Almeera yang mendengar itu langsung drop. Matanya mulai berkaca-kaca menahan air mata.

"Sabar" Arumi menggenggam tangan Almeera.

"Saya tidak akan menikahi anak bapak" Alfandy.

"Terus kamu mau lepas tanggungjawab! Biadab! Laki-laki macam apa kamu! Ingat kamu juga punya anak perempuan!" Amarah kakaknya Alina.

Alina sedari tadi hanya diam saja dan menangis. Bisa sekali dia membuat ekspresi begitu agar semua simpati padanya.

"Saya akan tanggungjawab kalau itu memang anak saya dan memang malam itu saya yang menidurinya" Jawab Alfandy.

"Bukti apa lagi yang mau kamu cari! Ini sudah jelas-jelas perbuatan kamu! Adik saya anak baik-baik dan tidak mungkin dia melakukan itu dengan laki-laki manapun!" Kakak Alina.

"Kalau memang dia perempuan baik-baik maka dia tidak ada ditempat itu" Jawab Alfandy.

Semua terdiam.

"Saya ikhlaskan suami saya bertanggungjawab dan menikahi Alina" Almeera.

Anakku Bukan AnakmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang