Part 146

947 69 4
                                        

Sedih banget readers berkurang dan juga yang komen makin dikit aja. Ayok dong komen lagi, ajak juga temen-temen kalian yang lain buat baca juga.

Eh btw belum ada juga yang komen di ig cast kita. Padahal berharap banget kalau kalian komen mereka bisa notice cerita yang author buat ini🥺
______________________________________

Almeera Pov

Aku berencana akan menceritakan tentang laki-laki yang menemuiku di toko ke Mas Alfandy. Aku tidak mau merahasiakan apapun ke dia, takut nanti tiba-tiba dia tau dari orang lain malah mikir aku sengaja tidak mau bercerita.

"Udah tidur mas?" Tanyaku ke Mas Alfandy yang sedang menggendong Naysa.

Karena demam, Naysa makin manja dan maunya digendong terus. Dia sedari tadi merengek minta ku gendong tapi alhamdulilah bisa dibujuk sama papanya.

"Udah ma ini mau papa anter ke kamarnya" Jawab Mas Alfandy.

"Tidurin sini aja mas kasian lagi demam nanti rewel malam malah Nayla kebangun" Saranku.

"Nayla tidur sendiri dong kalau Naysa kita bawa sini" Jawabnya.

"Aku minta tolong Bi Minah nemenin Nayla di kamarnya. Tunggu bentar" Aku keluar menuju rumah samping. Rumah tempat tinggal Bi Minah dan Mang Kardi.

"Assalamualaikum, Bi! Udah tidur belum?" Aku mengetuk pintunya.

"Waalaikumussalam" Bi Minah membuka pintu.

Sepertinya Bi Minah sudah bersiap untuk tidur karena dia hanya memakai daster saja.

"Bi boleh gak malam ini tolong tidur sama Nayla. Soalnya Naysa tidur sama saya dan Mas Alfandy. Kasian kalau tidur berdua Nayla, nanti tengah malam kebangun rewel Nayla juga keganggu" Jelasku langsung.

"Baik nya bibi pake hijab dlu" Dia masuk lagi ke rumahnya.

"Nanti aku bilangin Mas Alfandy biar gak ke kamar Nayla jadi bibi bisa lepas hijabnya" Ucapku.

Aku dan bibi kembali masuk dan menuju kamar Nayla Naysa. Terlihat Nayla sudah tidur dengan rapi. Aku terharu melihatnya karena Nayla begitu paham kalau adiknya sakit jadi dia tidak rewel. Biasanya dia dan Naysa akan rewel minta ini itu sebelum tidur.

"Wah udah tidur nya" Ucap bibi.

"Iya Bi, bibi juga langsung tidur aja. Saya ke kamar ya, makasih sebelumnya bi" Aku pamit menuju kamarku lagi.

"Bangun lagi mas?" Ku lihat Mas Alfandy kembali menggendong Naysa.

Tadi pas aku keluar ke rumah bibi, Naysa sudah ditaruh di kasur.

"Bangun lagi nyariin mama" Jawab Mas Alfandy.

"Sini sama mama" Aku duduk di kasur dan Mas Alfandy menyerahkan Naysa padaku.

Sepertinya dia juga kelelahan menggendong Naysa dari tadi. Maklumlah bobot Naysa sudah besar sekali.

"Tiduran sini mas" Aku menepuk bantal disebelah ku.

Mas Alfandy langsung berbaring dan sedikit memijat lengannya.

"Sini aku pijitin" Aku mengambil tangannya yang pegal.

Naysa sudah tidur lagi di pelukanku. Dia tidak melepaskan tangannya sedikitpun dari badanku. Mungkin dia takut aku tinggal.

"Aku mau cerita mas" Ucapku.

"Apa?" Tanya nya.

"Tadi kan aku mampir ke toko kamu, terus aku ngambil buah pesenan kamu itu" Aku berhenti.

"Iya terus?" Tanya nya lagi.

"Kamu inget gak ibu-ibu yang kita ketemu di makam mama hari itu?" Tanyaku.

Anakku Bukan AnakmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang