Author Pov
Alfandy dan Rio sudah berbicara mengenai penculikan Asyfa tadi. Rio juga tidak menyangka kalau Siska senekat itu menculik Asyfa. Padahal beberapa hari sebelum kejadian ini, mereka sudah bersama mengikuti sidang hak asuh Asyfa. Tentunya dimenangkan Rio dan Ria sebagai orang tua angkat. Sedangkan Siska hanya diizinkan untuk menemui bukan mengambil Asyfa.
"Makasih ya kak sudah membantu aku dan Ria. Aku pamit dulu kasian Ria di rumah jagain anak sendiri. Salam ke Almeera dan anak-anak kak. Wassalamu'alaikum" Rio pamit ke Alfandy.
Mendengar nama Almeera disebut Alfandy langsung ingat. Kasian juga Almeera seharian menjaga anak-anaknya. Walaupun ada Anggun tapi terkadang anak-anak hanya mau Almeera yang mengurusi mereka.
Alfandy mengambil kunci motornya menuju kasir untuk membayar.
"Udah dibayar pak sama bapak yang tadi" Ucap kasir.
Rio membayarkan pesanan mereka.
"Terima kasih mba" Ucap Alfandy.
Dia keluar dari tempat itu dan langsung menuju rumahnya. Perjalanan tidak memakan waktu lama, karena sedang sepi dan juga dia pakai motor jadi bisa nyalip-nyalip.
"Assalamualaikum" Ucap Alfandy dari pintu samping garasi.
"Waalaikumussalam, papa!" Kedua anak perempuannya langsung memeluk.
Memang benar kata orang-orang kalau anak perempuan itu cinta pertamanya adalah papanya sendiri.
"Mama mana?" Tanya Alfandy.
"Mama di kamar dari tadi pa" Jawab Naysa.
Mereka berdua kembali bermain setelah puas memeluk papanya.
Alfandy menuju kamarnya untuk mencari Almeera. Rencananya dia akan meminta maaf karena mengabaikan Almeera.
"Assalamualaikum" Alfandy masuk ke kamarnya dan hanya mendapati Najwa sedang bermain sendiri ditengah-tengah kasur.
Najwa sama sekali tidak menangis dan barulah saat melihat papanya dia menangis.
"Eh cup cup cup jangan nangis ya, ini apa ada papa di sini" Ucap Alfandy menimang Najwa.
"Mama mana?" Tanya Alfandy ke Najwa.
Dia tau tidak akan mendapat jawaban dari Najwa tapi entah kenapa dia tetap bertanya.
"Ma! Kamu di mana?" Teriak Alfandy.
Alfandy berjalan menuju kamar mandi untuk melihat siapa tau Almeera di sana.
"Astaghfirullah! Almeera!" Teriak Alfandy.
Almeera pingsan di dalam bak mandi dengan keadaan setengah telanjang dan wajahnya sudah sangat pucat.
Alfandy langsung meletakkan Najwa di kasur dan mengangkat Almeera keluar dari bak.
Alfandy menggantikan baju Almeera dan kemudian menggendong Almeera keluar kamar.
"Bi! Anggun! Bibi! Anggun!" Teriaknya sepanjang menuruni tangga.
Bibi dan Anggun berlari menghampiri Alfandy.
"Tolong jaga anak-anak dan tolong ambil Najwa di kamar. Dia bangun dan saya taruh dikasur. Saya mau bawa Almeera ke rumah sakit" Pesan Alfandy.
Bi Minah dengan sigap berlari ke lantai atas mengambil Najwa dan Anggun juga mengikuti Bi Minah.
"Bertahan sayang!" Ucap Alfandy ke arah Almeera.
Wajah Almeera sudah sangat pucat dan ada bekas aliran air mata dikedua pipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anakku Bukan Anakmu
Fiksi UmumMenceritakan seorang istri yang diusir karena tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Tetapi setelah diusir dia baru mengetahui kalau dia hamil.
