Almeera Pov
Aku kira Mas Alfandy sudah berubah dan tidak akan mengulang kesalahan lamanya. Ternyata dia masih sama seperti 5 tahun yang lalu. Aku sakit hati dan juga kecewa, tapi aku harus tetap tersenyum menyembunyikan agar anak-anak tak merasakan kesedihan ini.
"Assalamualaikum ma" Arfan masuk ke ruangan ini.
"Waalaikumussalam bang, kenapa nak?" Tanyaku.
"Mama nangis?" Tanya nya.
"Mana ada mama nangis bang, kenapa?" Tanyaku lagi.
"Abang belum bayaran les ma, abang lupa minta ke mama" Jawabnya.
"Astaghfirullah kok gak bilang dari kemaren-kemaren bang. Bentar mama transfer ke guru abang ya" Ku raih hp dan membuka aplikasi m-banking.
"Udah mama bayarin sama yang Arhan juga" Ucapku ke Arfan.
"Makasih ya ma" Ucapnya.
"Abang ajak Abang Arhan beresin baju-baju main kalian ya. Nanti buku-buku dan baju sekolah biar mama" Ucapku ke Arfan.
Aku udah mantap dengan keputusanku untuk menjauh dulu dari Mas Alfandy. Aku ingin menenangkan pikiran sekaligus mencari jawaban. Apa aku harus rela berbagi atau pergi karena mau tidak mau Mas Alfandy harus bertanggungjawab atas perbuatannya.
"Emang mau ke mana ma?" Tanya Arfan.
"Nanti mama kasih tau, tolong dulu ya" Ucapku.
Arfan menurut dan keluar dari ruangan. Aku juga ke kamar Naysa dan Nayla untuk membereskan pakaian mereka.
Author Pov
Arfan sudah ke kamarnya dan mengajak Arhan membereskan baju-baju mereka.
"Mau kemana kita bang?" Tanya Arhan.
"Abang gak tau, tapi kata mama nanti mama kasih tau. Udah beresin aja" Jawab Arfan.
Mereka berdua memang memiliki koper besar masing-masing satu.
"Bawa banyak apa dikit aja bang?" Tanya Arhan lagi.
"Bawa yang mau dipakai aja, baju sekolah kata mama biar mama aja yang beresin" Jawab Arfan.
"Eh mau ke mana?" Entah kapan ini kakek dan neneknya sudah di ruangan ini.
"Mama yang suruh nek" Jawab Arhan.
"Mama mau bawa kalian ke mana?" Tanya Bu Rahimah.
Bu Rahimah dan Pak Hartowi memang belum mengetahui tentang kejadian Alina. Almeera sendiri memang berniat tidak mau mengadu ke mertuanya.
"Nenek ke kamar mama bentar" Bu Rahimah menuju kamar Almeera.
"Mama sama papa berantem?" Tanya Pak Hartowi ke cucunya.
"Seingat abang enggak pernah kek" Jawab Arfan yang sudah membereskan bajunya.
"Assalamualaikum Ra" Bu Rahimah langsung masuk tanpa mengetuk.
"Waalaikumussalam, mama kapan sampe?" Almeera mengentikan aktifitasnya dan menghampiri mertuanya.
"Kamu mau ajak anak-anak ke mana?" Tanya Bu Rahimah.
Almeera diam tak tau mau jawab apa, rencana pergi diam-diam gagal.
"Kamu ada masalah sama Al? Kenapa gak dibicarakan baik-baik? Kenapa gak diskusi dulu sama mama papa?" Tanya Bu Rahimah.
"Apa gak bisa diperbaiki lagi?" Tanya nya lagi.
"Maaf ma" Jawab Almeera.
"Mama tuh sayang banget sama kamu Ra. Kamu jangan gini dong, cerita sama mama" Pujuk Bu Rahimah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anakku Bukan Anakmu
General FictionMenceritakan seorang istri yang diusir karena tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Tetapi setelah diusir dia baru mengetahui kalau dia hamil.
