78

92 12 0
                                        

"KAMUUU!!!"    

"…"    

"KAAAAAAUUUUUUU!!!"    

"Iya, ini aku. Kenapa kamu malah bikin teriak-teriak?"    

Bayu mulai kesal, suara yang datar kini telah berubah jadi suara aneh dan seram akibat pengganti suara yang ada di dalam topeng. Tidak akan pernah ia kira jika Guildmaster Selina akan datang begitu saja.    

'Dari mana dia datang? Kenapa kamu tidak memberi tahu kalau dia akan kemari?'      

'...kebetulan yang tak mengenakkan.'    

"Kauuuu?!"    

"Ya, ini aku! Kenapa kau malah menjadi radio kayak rusak?"    

"Kenapa? Karena kamu bisa berdiri!"    

"Hah?"    

'Itu yang kamu permasalahkan?!' Margareth seketika merasa ingin menampar jidat. Bayu secara jelas telah memakai topeng dari seorang pembunuh yang sedang dicari-cari saat ini. Dan yang dipermasalahkan Selina adalah Bayu bisa berdiri.    

Oke, mungkin bagi Margareth ini bukan hal yang mengagetkan karena dia sudah tahu sejak lama. Tapi, mungkin bagi Selina yang baru tahu, hal ini mungkin saja lebih mengagetkan dari topeng Panji. Mungkin…    

Margareth lalu menoleh ke arah Bayu yang diam berdiri tanpa berkata apa pun.    

'Lagi pula, dari awal ngapain lelaki muda ini duduk di kursi terbang? Karena penyakitnya? Karena malas? Dan kenapa dia menyimpan kostum Panji di bawah kursi terbang yang gak dikunci, gak takut ketahuan? Kenapa dia begitu aneh?!'    

Margareth merasa pusing berat di kepalanya, rasa cemasnya akan temannya seketika menghilang gara-gara kejadian di matanya.    

"Kenapa kamu bisa berdiri? Apa kamu bisa jalan juga?" Tanya Selina wajahnya merengut.    

Bayu agak menjawab sebelum menjawab, "Kenapa… karena aku tidak lumpuh, dan tentu saja aku bisa jalan."    

"…"    

'Ya Tuhan…' Margareth merasa pening di kepalanya.    

"Terus kenapa kau duduk di kursi terbang kalau gak lumpuh?" Selina kembali bertanya.    

"Karena nyaman?" Jawab Bayu menutupinya, agak ragu dengan jawaban yang biasa ia katakan.    

"… kau ini—apa kau punya hobi berpura-pura jadi orang lemah? Kenapa kau ingin membuat orang salah paham!"    

"Aku gak punya hobi jadi orang lemah, untuk apa? Aku sendiri sudah lemah."    

"…kau bilang kau lemah?! Hah! Kau lagi bercanda ya!"    

'Ya Tuhan, tolong hentikan pembicaraan bodoh di depanku ini…' Margareth membuka kosong kepada dua orang yang merupakan guildmaster namun merasakan pembicaraan mereka tidak berkembang sama sekali.    

"Guildmaster, sepertinya kamu sedang terburu-buru," Margareth menyampaikan doa mereka yang mungkin tidak akan habis. Waktu terus berjalan, dan dia tahu kalau Bayu harus segera melakukan upaya untuk menyelamatkan Sentral.    

"Oh iya…" Bayu lalu mengambil baju dari koper, yang sudah menjadi kostum khas Panji. Bayu langsung mengenakan topi bowler, jas hitam dengan celana hitam. Ditambah sepatu pentopel hitam dan sarung tangan putih.    

Dengan semua pakaian sudah Bayu kenakan, sekarang sudah sulit untuk menilik identitas aslinya sebagai Bayu. Hanya ada tambahan aksesoris yang kini masih dipakai Bayu, yaitu anting libra yang menggantung di telinga kirinya.    

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang