Aula utama markas Federasi Nusa, Sentral.
Lantai panggung kembali terbuka, kini dari lubang itu bukan saja meja yang perlahan naik, tapi terdapat pula asap yang membuat kesan mistis akan benda berikutnya. Latar musik yang menegangkan dengan sorotan lampu yang ke sana kemari membuat jantung para tamu berdegup kencang.
Ketika meja telah tiba, Daniel tidak ambil lama segera melucuti kain penutup kotak kaca tempat artifak pusaka itu. Seketika kain terlepas, para tamu seraya bersorak sorai, melihat artifak pusaka [Stumpp Belt] yang kini berada di depan mata.
Daniel menunggu keramaian para tamu reda sebelum mulai menjelaskan tentang [Stumpp Belt]. Artifak sabuk itu pada awalnya dipercaya dimiliki oleh Peter Stumpp, seorang pembunuh berantai berdarah dingin sekitar tahun 1550an.
Peter Stummp mengaku telah belajar tentang ilmu sihir hitam sejak ia kecil. Hingga pada suatu waktu, seorang iblis memberikannya sebuah sabuk sakti yang bisa membuatnya bertransformasi menjadi sosok yang kini dikenal dengan sebutan manusia serigala.
Selama dua puluh lima tahun sejak mendapatkan sabuk itu, Peter telah menghabisi banyak nyawa. Pada awalnya ia sekadar memburu binatang seperti domba dan sapi, namun akibat rasa haus darah dari efek samping sabuk, Peter pun akhirnya merambah buruannya ke manusia. Saat itulah ia merasakan betapa nikmatnya darah dan daging manusia. Setelah itu Peter bukan lagi sekadar pembunuh, ia pun menjadi seorang kanibal.
Bertahun-tahun tidak ada yang tahu tabiat Peter. Para warga hanya tahu ada mahluk seram dengan bentuk serigala raksasa yang siap menyantap mereka ketika malam bulan purnama tiba. Bertahun-tahun mahluk itu semakin menjadi mitos dan dongeng, mereka yang percaya akan berdiam diri di rumah. Mereka yang tidak percaya akan membuat konspirasi dan berpesta pada malam bulan purnama, tanpa mengetahui kalau satu dari orang yang berpesta akan menghilang.
Hingga puluhan tahun terlewati, perbuatan Peter pun terungkap oleh seorang anak kecil yang berhasil kabur dari cengkraman monster serigala itu, sewaktu Peter sedang sibuk memakan otak anaknya sendiri.
Sang anak menjadi saksi akan kekejaman Peter, yang membuat akhir kisah Peter Stumpp pun berakhir pada tanggal 31 Oktober 1589. Peter beserta putri dan kekasihnya dihukum mati. Tubuh mereka dibakar, sedangkan kepala Peter dipotong lalu dipajang di atas tiang kayu sebagai peringatan bagi orang-orang untuk tidak melakukan tindakan yang sama.
Hanya saja, sabuk sakti milik Peter Stumpp ketika itu tidak ditemukan sama sekali. Sabuk itu lenyap tanpa ada bukti keberadaannya sehingga membuatnya menjadi sebuah benda mitos.
"Dan sekarang, benda mitos itu kini berada di depan mata kita semua. Sabuk sakti Peter Stumpp, yang telah menjadi artifak pusaka [Stumpp Belt] bisa kalian dapatkan dengan harga yang dimulai dari lima puluh juta Uni dengan penambahan minimal tawaran sebesar lima juta! Eits! Tapi sebelum kita mulai…"
Para penonton sudah tidak sabar, mendengarkan Daniel yang berbicara kembali agaknya membuat mereka geram. Tapi, ketika yang dibicarakan Daniel adalah perkiraan kekuatan yang dimiliki artifak tersebut, semuanya seraya diam, karena ini merupakan hal penting.
"Para Sejarawan Mitos Federasi telah bekerja sama meneliti prakiraan kekuatan artifak [Stumpp Belt]. Pertama, seperti dalam cerita, artifak ini akan membuat penggunanya dapat berubah menjadi sosok manusia serigala, dengan perawakan besar, fisik tubuh yang sangat kuat, serta gigi dan kuku tajam yang memungkinkan penggunanya dapat merobek pertahanan sekuat platinum.
"Kedua, seluruh indra pengguna artifak ini akan semakin tajam, sehingga mampu mencium mangsanya dari belasan kilometer jauhnya. Ketiga, ada indikasi dari pemasok artifak, kalau penggunanya dapat mempunyai regenerasi penyembuhan yang sangat cepat. Tangan yang potong bilz disatukan kembali akan kembali normal, begitu pula dengan bagian tubuh lain selain kepala. Terakhir, ada kemungkinan efek samping pemakaian artifak, seperti dalam cerita Peter Stumpp, bila tidak berhati-hati, pemakai artifak akan kehilangan akalnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
AkčníKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
