86

85 13 2
                                        

Di atas gedung pencakar langit tertinggi di Sentral. Zetta yang baru saja sampai tidak mengira kalau dirinya akan segera kedatangan tamu. Dan bukan tamu biasa, orang di depannya ini mampu membunuh Bardolf, salah satu kreasinya dan mengambil artifak di dalam tubuh mutan itu.    
Kabar bahwa kalau Panji adalah seorang hybrid avonturir dan sejarawan mitos tingkat tinggi nampaknya benar. Zetta melihat sendiri kondisi tubuh Bardolf ketika mayatnya dibawa ke Sentral. Dari mayatnya Zetta dapat menyimpulkan bahwa tubuh mutan itu yang kuat dan memiliki regenarasi tingkat tinggi, dibunuh oleh Panji hanya dengan beberapa serangan saja.    

Serta yang paling membingungkan adalah hilangnya [Stumpp Belt] dari tubuh Bardolf yang seharusnya sudah bercampur dengan tubuh kreasinya. Sesuatu yang seharusnya tidak mungkin terjadi. Kalau dibandingkan, ini sama saja seperti tomat yang sudah dibuat jus, namun Panji dapat mengembalikan jus itu kembali menjadi tomat. Bagaimana ia bisa melakukan itu? Pertanyaan ini selalu terngiang dalam pikirannya.    

Oleh karena ini pula, dia melaporkan pada Lucionation kalau Panji the Killer merupakan sosok yang sebaiknya tidak digubris. Terus kenapa, sekarang orang bertopeng panji ini malah ada di depannya, Zetta sungguh terkejut.    

"Dokter, apa kau mengenal orang aneh ini?" Tanya Jimmy yang berada di depan Zetta melindunginya dari orang aneh bertopeng di depannya. Akibat serangan tiba-tiba tadi, punggungnya agak tergores sedikit, namun luka itu sudah kembali seperti semula. Jimmy menyungginggkan senyum, melihat betapa lemah orang di depannya, menyerang secara sembunyi-sembunyi tapi hanya mampu menggoresnya sedikit. Bodoh sekali.    

"Hati-hati Jimmy, dia adalah Panji, salah satu orang yang dipercaya mempunyai kekuatan sekelas platinum di Nusa."    

"Hah? Orang aneh ini Panji, orang yang kau sebut berbahaya kemarin itu! Hahaha, dia bahkan tidak bisa melukaiku, apanya yang bahaya? Dia platinum?! Nusa lagi bercanda kayaknya."    

Zetta mengeryitkan alisnya, dia merasa kalau Jimmy terlalu merehkan lawannya kali ini. Orang bertopeng di sana, sama sekali belum mengeluarkan artifaknya, bagaimana bisa kau percaya kalau dia lemah?    

Berbicara soal artifak, Zetta juga penasaran dengan artifak yang Panji the Killer miliki, karena hingga kini tidak ada yang tahu. Hanya spekulasi kalau Panji memakai [Nogo Siluman] yang ia curi dari Adi Hamerfid-lah yang membuat orang-orang percaya kalau dia platinum, yang buat Zetta lebih percaya lagi karena Bardolf telah mati di tangannya. Dan mati karena tebasan benda tajam.    

'[Nogo Siluman]-kah, artifak yang ia pakai?'    

"Grrrrr!"    

Selagi dia berpikir cara untuk mengatasi situasi saat ini, tiba-tiba mutan yang baru ia buat seketika menggeram, ke arah Panji.    

'Tidak—tapi ke sesuatu di sebelahnya.'    

Pikir Zetta karena pandangan Haswin tertuju pada area kosong di samping Panji.    

"Sepertinya kau ketahuan, Master Selina," ujar Panji dengan suara creepynya. Dari sampingnya, tiba-tiba sebuah siluet seorang wanita mungil muncul, melayang memandangi Haswin yang terus menggeram padanya.    

"Saya pikir kamu akan menghabisi lawan lewat serangan dadakan tadi?"    

"Iyaaaa… ternyata pisau daging memang gak kuat menembus kulit kerasnya itu. Kekeke~ blunder sekali."    

"…"    

Selina masih belum terbiasa dengan tingkah Bayu yang agak berubah setelah memakai identitas lain. Ia lalu memalingkan diri kembali ke Haswin, melihat anggota guildnya yang telah berubah drastis dengan kulit yang menghitam, mata merah, dan gigi-gigi yang dipenuhi taring, membuat Selina semakin bersedih melihat orang tua itu.    

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang