157

92 13 0
                                        

"Haaa… sungguh kacau," keluh Mary, yang merasa pening di kepalanya membayangkan apa yang terjadi bila Bayu mengetahui ini.    

Mary tahu benar akan menjadi tabiat seorang Bookmaster. Mereka adalah individu yang mana telah direnggut beberapa emosi atau sifat dari dirinya oleh Gaia. Seperti diketahui khalayak umum, terdapat tujuh keindahan dan tujuh dosa besar. Setiap manusia memiliki seluruh sifat itu. Namun hal ini tidak berlaku bagi Bookmaster.    

Gaia telah mengambil Kemurnian, Kesederhanaan serta Kasih, tiga dari sifat kebajikan, dan Kesombongan, Ketamakan serta Iri Hati, tiga dari tujuh dosa besar dalam dirinya. Oleh karena itu, Bookmaster tidak mempunyai rasa kemanusiaan dan simpati, begitu pula dengan ambisi dan mimpi.    

Bookmaster adalah orang yang bertindak sesuai logikanya sendiri, dan Mary tahu setiap Bookmaster yang ia kenal memiliki satu logika yang sama.    

Keluarga adalah segalanya.    

Meski tanpa punya rasa simpati dan kasih, pikiran mereka selalu sama, sebagai orang yang selalu menyendiri dan kesepian, para Bookmaster akan berusaha menjaga kekerabatan yang ia buat dengan baik. Bahkan tanpa ambisi, para Bookmaster memilih untuk membantu orang yang ia kenal untuk meraih mimpinya.    

Logikanya setiap Bookmaster selalu sama. Mereka tidak peduli dengan nasib manusia, mereka tidak peduli dengan nasib dunia, tapi entah bagaimana, keluarga dalam pikiran Bookmaster merupakan harta yang paling berharga.    

'Dan sialnya, Gaia tidak merenggut rasa Marah pada mereka semua.'    

Pikir Mary yang tahu betul kalau Bayu pasti akan murka melihat situasi di markas saat ini. Mary tidak mengenal Bookmaster Kelima, tapi dia tahu perbuatan keji yang dilakukannya. Bookmaster Kelima adalah orang yang tenggelam dalam kemarahan setelah keluarganya terbantai. Tanpa ada rasa kemanusiaan, ia mencakup dunia, membunuh jutaan manusia bukanlah tindakan yang berdosa, memandang semua orang sebagai musuh. Orang itu tidak mempunyai apa-apa selain kemarahan. Apa yang dilakukannya bukanlah ambisi balas dendam. Itu murni kemarahan, seseorang bahkan tidak Gaia kira akan muncul.    

Pada awalnya Gaia mengambil emosi Bookmaster agar para Bookmaster lebih berdiam diri tanpa mementingkan kepentingan dunia. Karena Gaia tahu sekali sifat manusia, memiliki Perpustakaan Kehidupan akan membuat rumah mereka akan memiliki kekuatan, mau itu sebagai penjahat yang meraup segalanya, ataupun sebagai pahlawan yang mengendalikan semuanya. Bookmaster adalah seseorang yang bisa menguasai keseimbangan dunia. Oleh karena itu, Gaia memberi kutukan kemalasan pada mereka sambil mencabut beberapa sifat mereka agar tidak peduli pada sesamanya maupun dunia di sekitarnya.    

Biarlah mereka Bookmaster menjadi penyendiri yang bermalas-malasan sepanjang hidupnya. Oleh karena itulah, kejadian Bookmaster Kelima benar-benar menggoncang Gaia. Untuk menghentikannya, Gaia membuat siasat mengelabui Bookmaster Kelima untuk membunuh salah satu tokoh terpenting saat itu dengan memakai kekuatan [Sloth Page], yang pada akhirnya membuat Bookmaster Kelima tertidur selama bertahun-tahun, membuat Bookmaster mati dengan sendirinya dalam tidurnya.    

Mary agak bernapas lega karena belum ada yang mati akibat serangan lelaki angkuh yang ia lempar ke dalam cermin.    

Mary lalu menuju ke Sukma, merasakan ada yang hilang dari sekelompok orang di sana.    

“Sukma, di mana Lamria dan Aruna?”    

Sukma dan para pegawai yang sedari tadi terbengong serentak sadar mendengar gadis kecil itu memanggil. Para pegawai termasuk Yudha dan Darius tidak mengetahui identitas gadis kecil itu. Hanya Sukma yang tahu, pegawai perempuan itu segera merespon pertanyaan Mary.    

"Mereka berdua telah dievakuasi ke ruangan penyimpanan di bawah tanah."    

“Bagus,” Mary mengangguk, menilik kembali kekacauan yang mengancam musuh.    

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang