Markas Mata Libra, Kembang.
Seorang pria berjubah dan topi bulat tinggi sedang melayang sekumpulan avonturir yang telah bersimbah darah di lantai lobi. Terdapat tujuh avonturir di sana, yang di mana semuanya merupakan avonturir baru Mata Libra.
Lelaki itu, Jasper memandang para avonturir yang terbaring tidak berdaya itu layaknya serangga di jalanan.
"Hmph! Kekuatan seperti ini berani menantang Union. Bahkan menjadi pengelap sepatuku saja kalian tidak pantas, apalagi menantang kami."
Bau!
Dari sisi kanan Jesper sebuah peluru melesat ke tajam namun semerta berhenti setelah membentur suatu lapisan pelindung di sekitar Jesper.
Jesper melirik tanpa bertanya ke muka, melihat seorang perempuan muda dengan rambut terikat ke belakang menembakkan pistol ke arahnya. Perempuan tersebut adalah Sasha yang kini berdiri gemetar karena luka di seluruh tubuhnya. Kaki kirinya terlihat lunglai karena tulangnya telah remuk memaksa dirinya harus menopang pada sebuah kursi kayu agar dapat berdiri.
"Usaha yang sangat sia-sia. Kesadaran diri itu penting, apa gunanya berusaha keras kalau kau tahu yang di depanmu ini berbeda jauh kelasnya?"
"Haaa!"
Dari belakang Jasper, serangan tikaman tombak semerta menyerang Kapten Union itu yang masih berbicara. Namun sama seperti peluruh yang dilsesatkan Sasha, serangan itu menabrak keras lapisan pelindung yang sangat kuat, bahkan hingga meretakkan pisau tombak.
Trang!
Lelaki yang melakukan penyerangan, melihati tombaknya yang kini hancur lalu ia merasakan hawa panas seketika di atas kepalanya. Lelaki itu menengadah, melihat bola api seukuran manusia mulai jatuh menimpanya.
Bruaaarr!
"VIN!"
Sasha berteriak histeris melihat Vin yang tertimpa bola api. Hawa panas segera menyebar ke seluruh ruangan, membuat keringat mengucur dari kening Sasha. Avonturir Mata Libra lainnya, mengerang, bertahan sementara para pegawai mengintip dari tangga. Raut mereka semua pucat dan panik. Berharap kalau saat ini hanyalah mimpi.
Para avonturir kuat di Mata Libra sedang tidak berada di markas, dan sialnya musuh yang merupakan penyihir terkuat di bumi malah menyerang sekarang.
Tidak sampai satu menit, api telah memudar, menampilkan tubuh Vin yang hangus terbakar terbaring mengerang, mata tajam menatap Jasper dengan niat membunuh yang kuat.
"Kau masih bisa-bisanya melihatku seperti itu? Satu orang lagi yang tidak tahu tempatnya berada!"
Jasper lalu menyentilkan jarinya di udara, yang seketika membuat tubuh Vin terpanting akibat gelombang kejut yang dihasilkan oleh sentilan Jasper. Tubuh Vin membentur kuat ke dinding markas yang kini telah diperkuat sehingga mampu menahan serangan platinum.
Vin pun jatuh tidak sadarkan diri dengan luka bakar di seluruh tubuhnya. Sasha semakin merasa putus asa melihat situasi di depannya. Ia tahu kalau tidak mungkin ia bisa melawan lelaki bagai monster yang melayang itu. Sasha sungguh ingin menangis, namun apa gunanya air mata? Sasha menggertakan giginya, amarahnya semakin meningkat mendengarkan suara rintihan teman-temannya.
Sasha pun semerta tertawa histeris.
"HUAHAHAHAHA!!"
Jasper dan para pegawai Mata Libra yang menyaksikan sontak kaget melihat perempuan yang biasanya tenang itu kini tertawa kegirangan. Mereka melihat Sasha tersenyum lebar, memperlihatkan gigi-giginya yang rapih telah diwarnai darah. Tatapan mata Sasha tajam menatap Jasper. Sasha masih tertawa kecil melihat lawan yang jauh dari kelasnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
ActionKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
