Markas Mata Libra, Kembang.
Anggi mendengarkan cerita dari Vanessa dengan seksama. Ia sangat terkesan mengetahui adanya keberadaan sebuah Kerajaan gaib yang sangat dekat dari mereka di Kembang, bahkan dari Sentral sendiri, selaku ibukota Negara Nusa.
Anggi merasa sesuatu yang besar akan terjadi bila informasi ini mereka sebar. Apalagi dari yang Anggi dengar, Vanessa dan yang lain masih belum tahu kerajaan gaib itu memposisikan diri mereka di mana. Bila sama dengan Laut Selatan, maka akan terjadi perang besar-besaran terjadi, belum lagi posisinya yang berbeda dengan Laut Selatan yang berada di luar kekuasaan Nusa. Kerajaan Parahyangan berada tepat di tengah, di apit oleh dua kota besar Nusa.
Anggi tidak bisa menentukan langkah berikutnya sendirian, setidaknya selain Bayu ia juga perlu mediskusikannya dengan Lamria.
'Dan mungkin Dokter juga, mengingat umurnya mungkin ia tahu satu dua hal tentang kerajaan itu.'
Anggi menoleh kembali ke Vanessa dan yang lain yang masih terduduk di depannya.
"Apa yang Nenek itu katakan terkait Pilar?"
"Selain berkata kalau Pilar memang ada di dalam gunung. Nenek itu berkata kalau tujuan awal Kerajaan Parahyangan menduduki Situs Sugessava adalah untuk melindungi Pilar itu dari bahaya. Beliau biang, kalau Prabu Sunda III mundur dari jabatannya, lalu memindahkan beberapa pasukan ke Sugessava untuk menjaga Pilar tersebut. Dan hingga kini mereka masih menjaganya, bahkan hingga melewati kematian, lalu membangun kembali Kerajaan Parahyangan setelah mengetahui kerajaannya di dunia nyata telah tiada. Parahyangan pun kembali angkit sebagai salah satu kerajaan gaib yang bertempat di markas pasukan Prabu Sunda III berada."
Anggi mendegarkan penjelasan Vanessa malah menjadi semakin pusing.
"Jadi kalian tetap tidak bisa melihat Pilar itu?"
Vanessa menggeleng, "Tidak bisa, Nenek itu melarang kami, karena katanya di dalam sana bukan saja terdapat Pilar Dunia namun ada juga bangsa lain yang tidak diketahuinya berkeliaran di sekitar Pilar."
Anggi mengernyit, "Apa maksudmu dengan bangsa lain?"
Vanessa melihat ke sampingnya, ke arah teman-temannya, karena dia sendiri juga bingung soal ini. Akhirnya Rakha mencoba menjelaskan.
"Nenek itu juga kurang jelas menjelaskannya, namun intinya bangsa lain itu seperti manusia namun bukan manusia."
Anggi semakin mengerut, "Jin maksudmu?"
"Bukan. Nenek itu jelas bilang kalau mereka bukanlah jin, manusia, hantu, atau apa pun sejenisnya. Mereka memang mahluk lain yang mirip dengan manusia, yang membedakannya adalah bangsa tersebut tidak mempunyai alis, bulu mata, dan filtrum. Wajah mereka pun pucat dengan mata emas menyala. Setidaknya itu yang dideskripsikan si Nenek."
"Apa tujuan bangsa lain itu?"
"Menghancurkan Pilar. Setidaknya itu yang mereka lakukan selama ini. Namun Parahyangan, atau sebenarnya Prabu Sunda III sudah menyelubungi tempat Pilar itu berada dengan lapisan pelindung yang kuat. Hanya dengan menghancurkan inti pelindung yang berada di kastil. Barulah mereka bisa pergi ke Pilar. Begitu juga dengan kami, itulah sebabnya kami tidak bisa melanjutkan perjalanan. Sampai sekarang ini, Kerajaan Parahyang masih sering berseteru dengan bangsa lain itu."
Jadi intinya, Anggi menangkap bahwa Kerajaan Parahyangan saat ini adalah salah satu pelindung Pilar Dunia. Dan hingga saat ini mereka terus berperang melindungi Pilar di situs bernama Sugessava.
Anggi kemudian berpikir kalau ada kemungkinan mereka bisa bekerja sama dengan Parahyangan untuk melindungi Pilar, mempertahankan agar dunia tidak semakin kacau. Pilar itu perlu dilindungi dengan baik. Apalagi pada zaman sekarang di mana bukan bangsa lain yang tidak dikenal itu saja yang mengincarnya, namun ada juga organisasi kuat bernama Lucionation yang mengincar.
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
AçãoKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
