Pagi hari di markas Mata Libra, Kembang.
Setelah Mutia mengantarkan pesanan botol bir serta tiga gelas ke meja Ratna yang kini diramaikan oleh Aarifa, Dokter pemabuk yang biasanya masih tidur itu langsung menuangkannya bir ke tiga gelas. Menyerahkan dua gelas lain ke depan dua orang mencekik itu.
"Jadi—kamu belum menjawab pertanyaanku tadi, ada apa kemari?" Tanya Aarifa kembali, sambil meneguk bir pada gelasnya dalam sekeli tegukan, lalu menuangkannya lagi.
Ratna melihat gelas bir di depannya, dia tidak tahu apa harus minum atau tidak ada bir di gelas itu. Ia menelan ludahnya, sebelum pada akhirnya Ratna meneguk sedikit sebelum menjawab.
"Saya kemari untuk mengantar seseorang bertemu dengan Guildmaster Bayu."
"Hooo~ apa dia seseorang itu?" Ucap Aarifa melirik sambil memandang orang lain di dekatnya.
"Bukan Dokter, orang yang saya antar sudah ke atas untuk bertemu Guildmaster."
"Hmm… hei, apa kalian sudah sarapan? Mau makan?"
"Kita sudah makan di hotel, Dok. Terima kasih."
Aarifa mengangkat bahunya, ia lalu melambai pada Mutia menarik perhatian staf wanita itu. Setelah Mutia melihatnya, Aarifa lalu memberi syarat meminta sarapan dengan gerakan tubuhnya yang menyantap makanan. Mutia terkekeh sebelum mengangguk mengerti.
Di sisi lain, Irina yang sedari tadi diam melihati Aarifa, agak terkejut karena Ratna memanggil wanita yang baru saja datang itu dengan panggilan dokter. Dalam pikirannya, Irina bingung apakah panggilan itu hanya sekedar julukan ataukah memang gelar dokter asli? Namun tidak lama, ia buang pikiran karena tidak mungkin ada dokter yang boleh bergabung dalam guild.
Beres memesan sarapannya, Aarifa kembali melihat dua orang di mejanya.
"Terus, kenapa kalian memakai jubah sebesar itu?"
Ratna mengernyitkan alisnya, "Tolong, Dok. Kita ini berada di sini secara sembunyi-sembunyi, kita tidak mau ada orang luar yang tahu bahwa kita ada di sini."
Aarifa melihat aneh pada Ratna dan orang lain yang terpesona, "Ratna, kamu tahu ini Mata Libra, kan? Asalkan kamu bertanya, di sini kita tidak mungkin bisa memberkan identitas kalian."
Aarifa lalu menoleh sekilas ke semua avonturir yang sedang sibuk dengan ponsel atau makanannya.
"Oi! Kalian semua, dia Ratna dari Ishvara! Jangan pernah kalian beritahu kalau ada tiga orang yang pernah kemari. Kalian tahu kekuatan Guildmaster, kan? Jangan melakukan sesuatu yang bodoh, oke? Aku tidak mau satu dari kalian tiba-tiba kehilangan nyawa," ucap Aarifa sedikit mengancam, yang langsung dibalas anggukan berkali-kali dari seluruh avonturir di sana, karena mengerti betapa seramnya kekuatan Bayu dalam mencari informasi dari setiap misi yang mereka ambil.
Aarifa lalu berbalik ke Ratna, "Yup! Beres sudah masalahnya, buka saja jubah kalian. Jujur, pakaian kalian membuatku lucu, kalian malah mencolok memakai itu, bukannya sembunyi-sembunyi."
Ratna menatap kosong pada Aarifa, membuka tudung jubahnya secara perlahan, memperlihatkan wajah avonturir yang cukup dikenal massa, membuat Sasha dan Roxanne benar-benar tercengang karena memang sosok Ratna dari Ishvara-lah yang datang ke guildnya.
Roxanne yang mulai menggeliat di kursinya, dirinya benar-benar ingin langsung menghampiri Ratna dan meminta foto serta tanda tangan. Ratna si Penyembur Api, jarang-jarang ia sebagai avonturir pemula bisa bertemu dengan avonturir terkenal seperti Ratna.
Pada akhirnya Roxanne tidak bisa menahan dirinya lagi, dengan wajah memerah ia berjalan cepat mendekati meja Ratna.
"Umm…"
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
AcciónKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
