111

86 14 0
                                        

Sistem poin yang dibuat Bayu bagi guildnya adalah sistem di mana para avonturirnya bisa menukarkan poin yang telah mereka kumpulkan untuk ditukar dengan barang-barang yang telah Bayu sediakan. Untuk sekarang barang-barang yang tersedia adalah berbagai artifak dan senjata yang telah Bayu dan Anggi ambil dari setiap musuhnya.    

Saat ini dalam kolom trade di aplikasi Mata Libra, terdapat artifak seperti artifak normal, cincin [Badar Besi] dari Adi dan batu [Charm-Stones] dari Bison. Lalu artifak langka ada [Ring of Protection] dari Dimitri, [Flame Sword] dari Anthony, [Ring of Power] dari Bison dan [Accel Shoes] dari Fox. Kemudian, artifak pusaka helmet [Sutton Hoo] dari Bison. Dan terakhir, artifak legendaris, katana [Onimaru Kunitsuna] dari Fox.    

Yup! Setidaknya ada delapan artifak nganggur di ruang penyimpanan guildnya. Bayu menanti apakah akan ada avonturir yang akan menukarnya dengan poin. Selain artifak, masih ada juga beberapa senjata yang Anggi ambil dari Dimitri, yaitu dua buah pistol laser dan sebuah pedang laser. Ke duanya merupakan senjata yang sudah dimodifikasi oleh teknisi khusus Lucionation. Bayu kini mengambil satu pistol laser sebagai senjatanya. satu pistol lain dan pedang laser, ia masukkan ke daftar benda yang bisa ditukar oleh poin.    

Bukan itu saja, dalam kolom trade juga ada benda yang cukup unik tertera di sana. Benda-benda itu adalah, segepok uang kuno Nusantara sebelum kiamat tiba, tiga batang cerutu dari seratus tahun yang lalu, dan pistol revolver kuno, yang semuanya Anggi temukan di brankas terowongan.    

Bayu tidak tahu apakah benda-benda itu akan laku atau tidak, ia tempati saja di sana barangkali ada orang aneh yang mau.    

Oleh karena sistem baru ini, Bayu sekarang kembali membutuhkan staf baru untuk mengurusi pertukaran poin. Karena bukan saja poin bisa ditukar oleh artifak dan benda berharga lain. Bayu mengimplementasikan juga sebaliknya, di mana avonturir bisa menukar artifak atau benda berharga yang tidak mereka butuhkan dengan poin.    

Mendengar penjelasan sistem baru yang Bayu buat kemarin dulu, Anggi langsung menyesal karena tidak mengambil artifak dua buronan yang baru saja ia buru. Saat itu dia hanya malas untuk melucuti buruannya, dan segera ia serahkan ke pihak berwajib.    

Sekarang…    

Pagi hari, di markas Mata Libra, seminggu setelah pembunuh bayaran ditangkap. Ini adalah hari di mana Guild Fair akan dilaksanakan.    

Bayu, Yudha dan Sukma kini sedang bersiap untuk pergi ke Universtas Sunda, di mana Guild Fair akan dilaksanakan. Darius akan berjaga di markas bersama staf baru Mata Libra yang baru saja dikerjakan empat hari yang lalu, ia bernama Mutia Lismond, perempuan berumur tiga puluh tiga tahun, yang kini bekerja sebagai staf di bagian trading.    

Walau sama seperti Sukma, kini dia masih belum banyak bekerja, sehingga dia lebih sering berdiam di konter bar, menggantikan Margareth yang telah pergi ke Hexagone bersama Vanessa dan Anggi. Mereka pergi pada pagi hari dua hari yang lalu. Kepergian mereka bertiga membuat keadaan guild menjadi semakin sepi, oleh karenanya saat ini bisa dilihat dari mata Sukma kalau dia berniat menarik banyak orang untuk bergabung dengan mereka.    

Kini Sukma semakin bertambah rasa kekeluargaannya terhadap guild, setelah Bayu menghadiahi setiap stafnya dengan anting libra yang sudah ia pesan berhari-hari lalu. Anting libra para staf dipakai telinga kanan. Sukma berkata agar bisa membedakan pegawai internal guild dan avonturir. Sejak itu Sukma semakin bersemangat lagi bekerja, ia bahkan memberikan beberapa ide dan saran untuk mempromosikan guild, yang semuanya langsung Bayu suruh tunda. Ia menganjurkan untuk fokus dulu ke Guild Fair yang tinggal beberapa hari lagi.    

Ah! Jangan lupa dengan Aarifa yang selalu berada di guild, walau kini waktunya telah terbalik, di mana ketika malam tiba ia akan terbangun dan ketika pagi ia akan tidur. Setelah diberhentikan dari klinik temannya, Dokter pemabuk ini benar-benar melakukan hidupnya dengan bebas. Belum lagi setelah dia mendapatkan hadiah misi usai meringkuk dua pembunuh bayaran. Dia menghabiskan waktunya dengan minum dan menonton setiap harinya.    

master buku mengantukTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang