Istana Al-Nursari, Kota Ringin, Kalimantan.
Dalam aula istana yang megah, seorang wanita berparas cantik dengan mata menggoda sedang menyaksikan video yang diproyeksikan dari gawai salah satu bawahannya. Melihat video itu, wajah wanita itu terus tersenyum manis. Setiap pria yang melihatnya akan sangat menyukainya, belum lagi wanita itu mengeluarkan semerbak wangi harum dari sekujur tubuhnya yang membuat libido setiap pria bergejolak.
Selesai menonton video, wanita itu memutuskan ke salah satu panglima kerajaannya, yang kini terbalut perban di seluruh tubuhnya.
"Apa dia benar-benar kuat?"
Pria panglima itu, Arta, mengangguk dengan gemetar, "Iya, Nyai, entah bagaimana tapi setiap seranganku selalu menyingkir darinya."
"Tapi, bukankah kau bilang kalau tendanganmu berhasil?"
“I-itu, hamba rasa karena jarak kami yang kurang dari satu meter saat itu.”
"Hmm, jadi serangan dari jarak jauh tidak mempan, tapi kemungkinan dari jarak kurang satu meter bisa mengenainya, tapi masalahnya, dia mempunyai kemampuan menyetrum lawan agar tidak mendekat. Dia sedikit rumit, tapi tidak mustahil. Apa lagi yang kau pelajari darinya?"
"Ummm, Arta berpikir mengingat, mengingat kembali pertemuannya dengan Panji, Saya rasa tingkat pengendalian auranya luar biasa. Ketika ia tiba-tiba datang, sedikit pun saya tidak merasakan aura yang keluar darinya. Seperti semua aura dalam tubuhnya bisa ia kendalikan sesuka hati. . Belum lagi, saya ingat kalau senjata pisau yang ia pakai sekadar pisau biasa, hanya dengan auranya, pisau tersebut menjelma menjadi senjata yang dapat melukai platinum seperti saya."
"Hoo, hehehe~ kalau tidak salah banyak yang mengira kalau Panji juga adalah seorang penjelajah mitos tingkat tinggi. Jadi, pengendalian aura mungkin memang kekuatan utamanya. Apa yang diperbuatnya kali ini benar-benar sesuatu sekali. Ternyata aku sedikit meremehkannya."
“Apa yang akan kita buat, Nyai Ratu?”
"Saat ini Lukman dan Danum sudah berada di Nusa, kita punya perjanjian dengan sekutu kita di sana, tapi setelah perjanjian itu usai, suruh mereka untuk mencari Panji. Aku, masih menginginkan [Nogo Siluman]!"
“Baik, Nyai, hamba akan sampaikan pada mereka berdua.”
***
(Setelah Panji the Killer menyatakan adanya banyak korban Setan Budeg yang berada di setiap stasiun. Pemerintah Nusa mengerahkan segala kekuatannya untuk menyelamatakan para warga. Kini tepat jam sepuluh pagi, diberitahukan sudah dua puluh stasiun yang diperiksa oleh tentara Nusa. Dari dua puluh stasiun tersebut, setidaknya terdapat enam puluh lima penyintas berhasil di selamatkan, serta ratusan arwah yang akan segera didoakan oleh para ahli agama. Tentara Nusa akan terus mencari penyintas di stasiun lainnya, diperkirakan oleh ahli kalau misi penyelamatan besar-besaran ini akan memakan waktu tiga hari hingga seminggu … )
- Oh, Tuhan! Banyak sekali!
- Dan itu bahkan belum separuh dari semua stasiun yang ada.
- Ada yang tahu bagaimana kondisi di Tara atau Borneo?
- Untuk yang di atas, Tara saat ini sedang melakukan hal yang sama yaitu mengadakan misi penyelamatan besar-besaran, mereka bahkan sampai menyewa avonturir. Kalau Borneo, mereka terlalu tertutup, kita tidak tahu apa yang mereka lakukan,
- Apa yang sebenarnya dilakukan oleh negara membiarkan mahluk sekejam itu hidup hingga ratusan tahun? Kalau sudah dimusnahkan sejak lama, bukankah tidak akan memakan korban sebanyak ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
ActionKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
