Pada alam bawah sadar Bayu, tepatnya di Perpustakaan Kehidupan.
Bayu dan Moreo terus berbincang hingga beberapa jam setelahnya. Mereka berbincang tentang segala hal, dari perbedaan situasi Nusa dan Tara, hingga ke urusan percintaan personal. Bayu tidak mempunyai pengalaman dalam hal itu, jadi ia hanya mendengarkan unek-unek Moreo yang katanya sedang dalam masa pendekatan.
Setelah merasa hampir empat jam terlewati, Moreo berniat hendak kembali. Namun, sebelum ia pergi, Moreo berpikir untuk memberikan sesuatu sebagai tanda maaf telah menganggu Bayu. Moreo keluarkan ponsel dari saku jaket hoodienya.
Melihat ponsel di tangan Moreo, Bayu tertegun.
"Eh? Kau bisa bawa ponsel kemari?"
" ... ?" Moreo memiringkan kepalanya, "Aah~ benar juga. Dari awal aku bisa kemari berkat ponsel ini. Atau lebih tepatnya dari aplikasi misterius yang ada di dalamnya. Aku tidak punya artifak, dan bukan seorang avonturir. Tapi, suatu hari ponselku tiba-tiba terpasang aplikasi Penjelajah Mimpi. Jadi, aku selalu bisa membawanya ke setiap mimpi yang kumasuki."
Bayu agak mengernyit mendengar cerita Moreo. Kekuatan aneh yang bukan berasal dari artifak, melainkan sebuah aplikasi ponsel. Bayu merasa kalau kekuatan itu merupakan hal yang biasa ia baca di literasi novel-novel web.
'Apa kekuatannya berasal dari hasil campur tangan Gaia? Atau ada entitas lain yang memberikan kekuatan itu pada Moreo?'
Bayu menerka-nerka, karena ini pertama kalinya ia mendengar kekuatan yang berasal dari sebuah aplikasi.
Moreo lalu membuka aplikasi Penjelajah Mimpi di ponselnya, dari menu utama ia langsung memilih menu Inventory. Di dalam menu itu terdapat daftar benda-benda yang dimasukkan Moreo dari dunia nyata atau dari mimpi orang lain ke inventorinya.
Moreo melihat barang-barang yang ia miliki. Mengamati ruang perpustakaan yang kosong, Moreo berpikir untuk memberikan sedikit barang hiburan. Seperti televisi, namun bila dipikir ulang, dari mana Bayu mendapatkan gelombang saluran atau pun internet di dalam alam bawah sadar. Jadi, televisi tidak ada gunanya.
'Televisi tidak mungkin, mungkin tablet atau ponsel. Tapi tanpa internet, ke duanya sama tidak banyak guna. Hmmm… kulkas?'
Moreo melihat sekitarnya, tidak ada tanda-tanda kulkas, kompor, atau barang dapur lainnya.
'Atau mungkin lebih tepatnya tidak ada satu pun yang menandakan adanya makanan dan minuman di sini.'
Dengan begitu Moreo pun memilih kulkas sebagai hadiah maafnya. Tapi, apa kulkas bisa menyala di alam bawah sadar? Jawabannya bisa, karena barang elektronik zaman sekarang tidak hanya bisa menggunakan listrik, namun bisa dinyalakan dengan memakai aura. Menjadikan aura sebagai baterai, yang tinggal diiisi setiap harinya. Hal ini juga merupakan inovasi Hamish Adofo pada zaman dulu.
Moreo menyentuh nama kulkas dari daftar inventori, lalu mengarahkan kamera ke tempat kosong di samping sofa. Setelah menyesuaikan gambar kulkas di layar ponsel ke tempat kosong tersebut, Moreo menekan perintah 'tempatkan'.
Lalu muncullah begitu saja suatu perkumpulan aura yang berubah menjadi sebuah kulkas dua pintu.
Bayu dan Ayu membuka mata lebar melihat benda yang muncul di hadapan mereka. Bukan itu saja, selain kulkas, Moreo juga mengeluarkan beberapa buah-buahan, minuman botol, dan beberapa snack untuk dijadikan cemilan bagi Bayu.
"Umm, Guildmaster Bayu… ini sebagai permintaan maaf saya yang telah mengganggu kesibukan anda. Semoga kulkas dan makanan ini bisa menemani anda."
" … "
Bayu pandangi setiap minuman botol di atas meja. Hanya ada cola, minuman energi dan air putih. Tidak ada teh, jus, dan … tidak ada kopi.
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
ActionKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
