Di malam yang dingin dan mencekam. Roxanne membimbing Presiden Jihan ke depan sebuah batu yang terdapat lubang seukuran telapak tangan manusia di permukaannya. Batu tersebut bisa bercahaya ketika terang bulan tidak tertupi oleh awan. Malam itu bukanlah bulan purnama, namun batu tersebut tetap dapat bercahaya, meski tidak seterang sebelumnya. Batu itu kini hanya mengeluarkan sinar seterang lampu pernafasan.
Roxanne menyuruh Jihan untuk memasukkan tangan, lalu menyentuh dasar batu. Pada awalnya, para pendamping Presiden, termasuk Gunawan, melarang Jihan. Karena mereka takut terjadi hal yang tidak diinginkan kepada pemimpin mereka sewaktu memasukkan tangan ke lubang misterius pada batu itu.
Rakha langsung membalas kalau ini merupakan perintah Guildmaster Bayu. Seorang pemimpin harus berani memimpin rombongannya. Oleh karena itu, mereka hanya ingin Jihan yang memandu rombongan melalui jalan batu-batu bercahaya.
Jihan menenangkan rombongannya, berjanji kalau mereka tidak akan membahayakan dirinya sendiri. Setidaknya itu yang dia pikirkan, karena tidak ada alasan untuk Mata Libra mencelakainya saat ini.
Jihan pun memasukkan tangannya, merasakan ke dalam lubang batu itu sedikit hangat. Ia terus memasukkannya ke dalam sampai akhirnya dapat menyentuh dasar.
Seketika tangannya sampai ke dasar. Jihan tidak merasakan apa-apa. Tidak ada kejadian unik yang terjadi seperti yang ia bayangkan. Jihan lalu diselesaikan ke rombongannya dengan raut muka seribu tanya. Rombongannya pun menoleh memandang Presiden mereka dengan wajah bingung.
Rosa lalu menoleh ke Roxanne dan Rakha untuk menanyakan kemungkinan ada yang salah. Seraya ia menoleh ke arah dua petualangan itu, Rosa melihat ke duanya menengadah ke romansa. Rosa pun mengikuti arah pandang mereka, dan dia tertegun karena melihat batu bercahaya lain di atas sana.
"Batu lainnya?" Tanya Rosa mendekat, namun tetap terdengar oleh orang di sekitarnya yang langsung ikut menoleh.
"Batu-batu penuntun jalan. Guildmaster kami berkata kalau sewaktu-waktu kita berjalan mengikuti batu bercahaya itu, sesungguhnya kita sedang berjalan di sebuah lorong antar dimensi. Jadi, bisa dibilang, tempat kita berdiri ini adalah jalan masuk. Dari sini kita akan berjalan memasuki wilayah Kerajaan Parahyangan."
Rakha menjelaskan soal batu bercahaya yang sedang dipandangi oleh rombongan Presiden. Ia lalu berjalan sambil menyuruh rombongan itu mengikutinya. Namun, sebelum mereka mulai berjalan, Roxanne di samping Rakha memperingati rombongan akan hal yang dia dengar dari Bayu sebelumnya. Hal yang sangat beruntung tidak terjadi dengan kelompoj Roxanne sebelumnya.
"Setelah kita mulai berjalan, jangan jauh-jauh dari orang di samping kalian. Jangan keluyuran seenaknya, memisahkan diri dari rombongan dan jangan juga jalan kembali ke bawah!"
"Kenapa?" Tanya seorang dari Kementerian Dalam Negeri.
"Karena anda akan terjebak di dalam lorong antar dimensi."
Jawab Gunawan yang langsung mengerti apa yang dijelaskan Rakha dan peringatan Roxanne. Orang-orang yang mendengarnya langsung terdiam. Salah seorang prajurit menelan ludah, sebelum bertanya.
"Apa kita tidak bisa kembali bila terjebak di dalam lorong itu?"
"Hmmm… bukannya tidak bisa, kemungkinannya sangat kecil. Kalau tersesat dalam lorong antar dimensi, seseorang bisa keluar ke dimensi lainnya yang tidak diketahui. Setidaknya itu yang dikatakan Guildmaster. Jadi, yup! Besar kemungkinan kamu tidak akan kembali. Jadi berhati-hatilah jangan sampai terpisah, oke?"
Mendengar jawaban Roxanne malah membuat seluruh prajurit semakin bermuka pucat. Roxanne pun berbalik mulai berjalan mengikuti Rakha yang sudah menunggu di depan barisan. Jihan dan lainnya mengikuti dari belakang. Para prajurit, secara reflek mempererat barisan mereka sehingga satu pundak dengan pundak lainnya mulai bersentuhan.
KAMU SEDANG MEMBACA
master buku mengantuk
ActionKetika umurnya beranjak sepuluh tahun, Bayu tiba-tiba mendapati dirinya mengidap narkolepsi. Hidupnya yang dipenuhi tawa pun berubah menjadi kelam. Rasa kantuk selalu manghantui dirinya, membuat masa kecilnya lebih sering ia habiskan di kamar untuk...
